INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- Di atas aliran Sungai Sewo yang tak pernah lelah mengalir, Jembatan Sewo berdiri di ruas jalan pantura sebagai urat nadi penghubung warga Indramayu – Subang. Namun di balik kokohnya besi dan beton, jembatan ini juga menyimpan cerita getir tentang warga yang menggantungkan hidup dengan cara berisiko mengais rezeki di tengah lalu lintas padat, terlebih ketika ramainya arus mudik lebaran.
Menyikapi kondisi tersebut, dalam rangka memghadapi Operasi Ketupat Lodaya 2026, Kapolres Indramayu menaruh perhatian khusus pada fenomena tersebut. Bukan semata soal penertiban, melainkan keselamatan jiwa manusia yang kerap terabaikan demi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Hari ini memberi himbauan kepada para penyapu koin jembatan Sewo ini sebagai langkah mitigasi dari pihak kepolisian dalam menghadapi operasi Ketupat Lodaya 2026 yang sebentar lagi akan dilaksanakan,” ujar Kapolres Indramayu, AKBP Achmad Fajar Gemilang, melalui Plt Kasat Binmas, IPTU Tasim, didampingi Kapolsek Sukra, IPTU Andi Supriyatna dan Camat Sukra, Sigit Widiyanto, dihalaman Mapolsek Sukra, Selasa, 3 Pebruari 2026.
Operasi Ketupat Lodaya 2026 sendiri digelar sebagai upaya cipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Namun di Indramayu, operasi ini juga menyentuh sisi kemanusiaan ketika aparat dihadapkan pada realitas warga yang terpaksa turun ke jalan karena keterbatasan ekonomi.
Ketika Mudik Lebaran tiba. Setiap hari sejumlah warga terlihat berdiri di bahu jembatan, menyodorkan tangan kepada pengendara yang melintas. Klakson bersahutan, kendaraan melaju cepat, sementara satu langkah salah bisa berujung petaka.
Beberapa kasus kecelakaan sebelumnya menjadi pengingat pahit bahwa jembatan ini tak ramah bagi aktivitas tersebut.
Tasim menegaskan, pendekatan yang dilakukan tidak semata represif. Edukasi dan imbauan dikedepankan agar warga memahami bahaya yang mengintai, baik bagi diri mereka sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Selain itu ia pun mengimbau kepada para pengguna jalan nanti agar tidak melempar koin saat melintas di jembatan Sewo.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan. Jangan sampai mencari nafkah justru berujung pada musibah, kami pun mengimbau kepada para pengguna jalan agar tidak melempar koin saat melintas di jembatan Sewo” tambahnya.
Pihak kepolisian juga mendorong adanya peran pemerintah daerah dan elemen sosial untuk mencari solusi yang lebih manusiawi membuka ruang alternatif bagi warga agar tetap bisa bertahan hidup tanpa harus mempertaruhkan nyawa di jalan raya.
Operasi Lodaya 2026 di Indramayu pun menjadi cermin bahwa menjaga ketertiban lalu lintas tak hanya soal aturan dan sanksi, tetapi juga tentang memahami denyut kehidupan warga kecil yang sering kali terhimpit keadaan.
Sementara Camat Sukra, Sigit Widiyanto memaparkan, pihaknya akan berupaya berkomunikasi dengan Pemkab Indramayu, agar kelancaran mudik dan arus balik 2026 nanti bisa suskes dan lancar.
“Kami nanti akan mencoba dan mencarikan solusi agar aktifitas masyarakat yang terbiasa menyapu koin bisa diminimalisir kita coba upayakan minimalnya ada konpensasi, akan tetapi nanti akan coba komunikasikan dengan pimpinan di kabupaten mudah-mudahan ada solusi,” paparnya.
Di Jembatan Sewo, harapannya sederhana tak ada lagi tangan terulur di tengah laju kendaraan, melainkan keselamatan yang pulang utuh ke rumah masing-masing.
“Dengan kesadaran diri, disaat operasi Ketupat tidak akan melaksanakan mengais rizki disini,” ujar salah satu warga setempat, Muhaimin. (Khaer/Red/FP).



























