INDRAMAYU,(fokuspantura.com),- Pagi itu, suasana di Pasar Patrol, Kabupaten Indramayu, tampak seperti biasa. Deretan lapak sayur dipenuhi warna-warni hasil bumi. Namun di balik kesibukan para pedagang dan pembeli, ada cerita yang membuat sebagian pedagang mengelus dada. Harga sayuran kacang panjang dan timun di pasar tradisional tersebut tengah mengalami penurunan tajam, Selasa, 7 April 2026.
Di salah satu sudut pasar, tumpukan timun segar dan Kacang Panjang terlihat menumpuk menghampar milik seorang pedagang sayur. Sesekali pembeli datang menawar, namun jumlahnya tidak sebanyak hari-hari sebelumnya.
“Yang lagi turun itu sekarang kacang panjang, timun, dan labu air itu penjualannya kurang,” ujar salah satu pedagang sayur di Pasar Patrol, H. Awal, kepada fokuspantura.com.
Hal serupa juga terjadi pada komoditas timun. Harga timun yang biasanya cukup stabil kini ikut anjlog. Pedagang menyebut, harga kacang di tingkat pasar turun cukup signifikan karena pasokan yang melimpah dari petani.
Menurut para pedagang, turunnya harga ini dipicu oleh daya beli masyarakat menurun dan panen raya yang terjadi hampir bersamaan di sejumlah wilayah sekitar Indramayu. Banyaknya hasil panen membuat pasokan di pasar meningkat drastis, sementara daya beli masyarakat relatif biasa saja.
Kondisi ini membuat sebagian petani harus menjual hasil panennya dengan harga yang jauh lebih rendah dari perkiraan. Bahkan ada yang terpaksa menjual cepat agar hasil panen tidak membusuk.
“Timun biarpun barangnya bagus harganya turun untuk penjualan tinggi harga grosir empat ribu bahkan hingga sore seribu lima ratus sebelumnya habis lebaran diangka delapan ribu sekarang turunnya jatuh banget, kacang panjang baru empat harian turun dari harga sebelumnya sembilan ribu sampe delapan ribu sekarang harga paling tinggi lima ribu yang paling bagus,” katanya.
Meski demikian, penurunan harga ini justru menjadi kabar baik bagi sebagian masyarakat. Beberapa pembeli mengaku senang karena bisa mendapatkan sayuran segar dengan harga lebih murah.
Di tengah dinamika pasar yang terus berubah, para pedagang berharap harga komoditas tersebut bisa kembali stabil dalam waktu dekat.
Mereka optimistis, ketika pasokan mulai berkurang dan permintaan meningkat, harga kacang dan timun perlahan akan kembali bergerak naik.
Bagi para petani dan pedagang kecil di Pasar Patrol, fluktuasi harga memang sudah menjadi bagian dari keseharian. Namun harapan mereka sederhana, hasil bumi yang ditanam dengan kerja keras tetap bisa memberi penghidupan yang layak. (Khaer/Red/FP).


























