INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- Asap pekat yang telah menghilang dari langit Kecamatan Bongas, namun aroma hangus masih terasa di antara puing-puing rumah yang menghitam usai terbakar milik perempuan paruh baya yakni, Umerih (70), warga Desa Cipedang Kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu dini hari, 22 Pebruari 2026.
Beberapa hari lalu, si jago merah melalap rumah milik perempuan paruh baya warga Blok Kanem RT006/002, hingga hangus dan menyisakan puing hitam.
Namun di tengah duka itu, secercah harapan datang. Pemerintah Kecamatan Bongas bersama unsur Forkopimcam dan perangkat desa menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran. Bantuan berupa paket sembako dan perlengkapan sandang diserahkan langsung kepada perempuan paruh baya tersebuy sebagai bentuk kepedulian dan empati dari Pemkab Indramayu yakni Dinas Sosial.
Camat Bongas, Deddy Irawan, melalui Kasie Kesos, H. Aco Sudiarto, didampingi Kuwu Cipedang, Tonorih, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas.
“Kami hadir mewakili Pemkab Indramayu untuk memastikan warga tidak merasa sendiri. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya di sela penyerahan bantuan, Selasa, 24 Pebruari 2026.
Bagi korban, bantuan itu bukan sekadar barang. Ini adalah tanda bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli, masih ada hati yang tergerak. Seorang ibu korban kebakaran tampak mata berkaca-kaca saat menerima paket sembako dari Dinsos Kabupaten Indramayu.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Semoga bisa segera bangun rumah lagi,” tutur putra Umerih lirih.
Sebelumnya hanya bisa menatap kosong puing rumahnya, kini mulai tersenyum melihat banyak orang datang memberi dukungan. Di antara reruntuhan, tawa kecil mereka menjadi penanda bahwa harapan belum sepenuhnya padam.
Musibah memang tak pernah diundang. Ia datang tanpa aba-aba, menyisakan luka dan kehilangan. Namun dari peristiwa ini, masyarakat Bongas menunjukkan bahwa kebersamaan lebih kuat dari kobaran api.
Di atas abu yang tersisa, kehidupan perlahan disusun kembali. Dan di Kecamatan Bongas, solidaritas menjadi fondasi pertama untuk membangun harapan yang sempat terbakar. (Khaer/Red/FP).



























