Cahaya Baru di Ujung Senja: Dinkes Indramayu Gelar Operasi Katarak Gratis

banner 120x600

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),-  Pada usia senja, banyak warga Indramayu harus berdamai dengan penglihatan yang kian buram. Aktivitas sederhana seperti mengenali wajah cucu, membaca Al-Qur’an, hingga berjalan tanpa bantuan perlahan menjadi tantangan. Namun pagi itu, harapan kembali menyala di mata mereka.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu menggelar operasi katarak gratis bagi warga kurang mampu, sebuah ikhtiar menghadirkan kembali cahaya bagi mereka yang lama hidup dalam kabut penglihatan. Puluhan pasien dari berbagai kecamatan se Kabupaten Indramayu, datang dengan satu harapan yang sama melihat dunia dengan lebih jelas yang dilaksanakan di wilayah ujung barat kota mangga yakni UPTD Puskesmas Sukra di Desa Sukra Wetan Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa, 3 Pebruarin2026.

Di ruang tunggu UPTD Puskesmas Sukra yang disulap menjadi tempat penuh doa dan harap, para lansia duduk berdampingan. Ada yang ditemani anak, ada pula yang hanya menggenggam tongkat. Wajah-wajah tegang bercampur pasrah, namun di balik itu tersimpan keyakinan bahwa hari ini akan menjadi titik balik hidup mereka.

“Sudah hampir lima tahun mata saya kabur,   mau ke sawah takut jatuh,” tutur Sutardi (68), warga Kecamatan Patrol.

Operasi gratis ini menjadi kesempatan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, mengingat keterbatasan biaya yang selama ini menjadi penghalang.

“Saya ngga punya biaya, operasi gratis ini menjadi kesempatan bagi saya untuk dapat melihat lagi,” ungkapnya lirih.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr Wawan Ridwan, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Dian Larasati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kesehatan mata masyarakat, khususnya kelompok rentan. Katarak masih menjadi salah satu penyebab kebutaan tertinggi, namun  sangat mungkin untuk disembuhkan.

“Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi alasan seseorang kehilangan hak untuk melihat,” ujarnya.

Operasi dilakukan oleh tenaga medis profesional dengan peralatan standar, sehingga pasien dapat menjalani tindakan dengan aman dan nyaman.

Tak sekedar tindakan medis, kegiatan ini juga menghadirkan sentuhan empati. Para petugas dengan sabar menenangkan pasien, menjelaskan setiap proses, bahkan menggenggam tangan mereka yang diliputi rasa cemas.

“Untuk kegiatan operasi baksos Katarak 2026 itu ada lima kali, yang bersumber dari anggaran Pemda Indramayu. Untuk tahun kemaren 2025 itu jumlah Katarak dilaporkan 49 Puskesmas se Kabupaten Indramayu ada 6.050 tahun kemaren tercover sekitar 700,” jelasnya.

Untuk operasi Baksos Katarak dilaksanakan lima kali dalam setahun dengan kuota lima puluh orang setiap pertemuan tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Selain itu bagi masyarakat yang hendak ikut baksos operasi katarak harus mendaftar terlebih dahulu di Puskesmas setempat untuk di screening awal.

“Persyaratannya masyarakat datang ke Puskesmas setempat membawa poto copy KK, KTP, dan SKTM,” imbuhnya.

Usai operasi, satu per satu pasien keluar dengan perban di mata dan senyum yang merekah. Meski penglihatan belum sepenuhnya pulih, harapan itu sudah terasa nyata.

Salah salah satu pasien, Sakim, asal Haurgeulis mengatakan, merasa senang bisa ikut daftar Baksos operasi Katarak secara gratis tersebut. Ia berharap matanya bisa pulih kembali.

“ Alhamdulillah, senang mas bisa ikut operasi Katarak, gratis, terimakasih Bupati Indramayu,” ucapnya, dengan matanya berkaca-kaca.

Senada dikatakan, Nurdilah asal Kecamatan Slieg mengatakan, diantar sang suami ia datang sedari jam 03 :00 WIB, untuk mengikuti baksos operasi katarak matanya agar bisa sembuh kembali.

“Kesini sama suami dari Kecamatan Slieg, dari jam tiga. Alhamdulillah senang mas terimakasih Dinkes terimakasih pak Lucky Hakim,” ujarnya.

Operasi katarak gratis ini bukan sekadar program kesehatan. Ia adalah tentang mengembalikan kemandirian, martabat, dan kebahagiaan. Tentang memastikan bahwa di Indramayu, tak ada warga yang dibiarkan hidup dalam gelap hanya karena tak mampu membayar untuk kembali melihat terang. (Khaer/Red/FP).

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu