139 TPS Digital Hybrid Pilwu Serentak Percontohan Nasional

Bupati Indramayu, Lucky Hakim saat memberikan sambutan pada Deklarasi Ikrar Damai di Pendopo Indramayu, Jumat, 28 Nopember 2025 (Foto Ihsan /Fokuspantura.com)
banner 120x600

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan, pada pelaksanaan Pemilihan Kuwu (Pilwu)serentak pada 10 Desember 2025 nanti bakal menggunakan sisitem pemilihan hybrid yang tersebar di 139 TPS di masing masing Desa.

Mekanisme Pilkades dengan sisitem hybrid ini menjadi percontohan pelaksanaan Pilwu di Indramayu bagi daerah di Jawa Barat dan nasional karena baru dilaksanakan perdana di Kabupaten Indramayu.

“Tata cara pemilihan kepala desa di Kabupaten Indramayu ada yang menggunakan sistem hybrid, mari kita dukung sebagai percontohan nasional,” kata Lucky Hakim saat memberikan sambutan pada Deklarasi Ikrar Damai dihadapan 482 Calwu di Pendopo Indramayu, Jumat, 28 Nopember 2025.

Menurutnya, mekanisme Hybrid ini haya dilakukan di 1 TPS masing – masing desa yang akan menggelar Pilwu. Panitia Kabupaten Indramayu saat ini tengah mempersiapkan perangkat yang merupakan bantuan dari Pemerintah Propinsi Jawa Barat.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu telah melakukan berbagai persiapan. Salah satu fokus utama adalah mengoptimalkan peran operator desa yang akan mengelola aplikasi SIAP DESA.

“Digital hybrid ini sebagian besar dipelopori oleh Pemprov Jawa Barat. Kami sudah melakukan koordinasi dan studi banding. Dalam pelaksanaannya, Pilwu di Indramayu diarahkan untuk menyiapkan satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di setiap desa. Total ada 139 TPS yang akan menggunakan sistem digital hybrid,” ujar Plt. Kepala DPMD Kabupaten Indramayu, Kadmidi,

Menurutnya, sistem digital hybrid ini memungkinkan pemilih mencoblos melalui perangkat tablet layar sentuh yang telah terinstal aplikasi SIAP DESA. Aplikasi ini tidak hanya digunakan untuk pelaksanaan Pilwu secara digital, tetapi juga merupakan bagian dari kebijakan Pemprov Jabar dalam membangun satu data satu desa.

“Kami sudah melakukan pelatihan bagi operator desa dan nantinya disosialisasikan kepada masyarakat secara luas.” tegas Kadmidi.(Red/FP)

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu