Keterwakilan Perempuan Anggota Panwascam Minim

Keterwakilan Perempuan Anggota Panwascam Minim
INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Pelantikan anggota Panwascam se - Kabupaten Indramayu yang berlangsung di Aula Grand Trisula Hotel, Senin(23/12/2019) hanya diikuti sekitar 14 persen keterwakilan perempuan yang diangkat.
 
Ketua Bawaslu Indramayu, Nurhadi mengatakan dari total 93 anggota Panwascam yang telah dilantik dan diambil sumpah, hanya terdapat sebanyak 13 anggota saja atau sebesar 14 persen yang merupakan perempuan, sisanya sebenyak 80 anggota atau 86 persen adalah anggota laki-laki. Hal itu belum selaras dengan keputusan Bawaslu RI yang menargetkan sebesar 30 persen keterwakilan perempuan dari seluruh anggota Panwascam.
 
Menurutnya, kondisi keterwakilan  perempuan ini tersebar di 12 kecamatan dari total 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu, yakni Kecamatan Krangkeng, Balongan, Indramayu, Sindang, Arahan, Lohbener, Sliyeg, Bangodua, Cikedung, Losarang, Gabuswetan, dan Kecamatan Sukra.
 
 
"Minimnya anggota Panwascam perempuan ini disebabkan oleh menumpuknya pendaftar perempuan di beberapa kecamatan saja," tuturnya.
 
Faktor yang menyebabkan belum tercapainya target 30 persen, karena jumlah pendaftar perempuan banyak menumpuk di satu kecamatan saja. Padahal jika melihat antusiasme pendaftar perempuan di Kabupaten Indramayu cukup tinggi.
 
"Seperti di Kecamatan Indramayu, dari jumlah 42 pendaftar hampir 30 persen lebih merupakan pendaftar perempuan dan itu  bisa kita pilih sesuai klualifikasi yang ada," ujar dia usai acara pelantikan.
 
Disebabkan Bawaslu hanya dapat memilih sebanyak 3 orang saja untuk dijadikan anggota Panwascam, sementara sebaran peminat di beberapa Kecamatan masih berkurang. Kondisi itupun, kata Nurhadi jauh lebih bagus dibandingkan dengan hasil proses rekrutmen Panwascam sebelumnya pada Pileg dan Pilpres kemarin hanya 1 orang.
 
Ia mengatakan, minat perempuan berpartisipasi dalam Pemilu sejauh ini masih didominasi oleh perempuan yang bertempat tinggal atau berdomisili di sekitar pusat kota.
 
"Sementara di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota, tingkat minat partisipasinya masih minim," terangnya.
 
Hal tersebut pula yang menyebabkan tidak menyeluruhnya keterwakilan perempuan di seluruh kecamatan.
 
"Iya di wilayah perkotaan, perempuan lebih banyak minat untuk mendaftar," ujarnya.

Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive