Fokus NewsFokus PanturaTujuh Titik Tanggul Sungai Cimanuk Kritis

Tujuh Titik Tanggul Sungai Cimanuk Kritis

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Kepala BPBD Indramayu Edy Kusdiana mengatakan, tanggul Sungai Cimanuk diwilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, saat ini harus mendapatkan perhatian ekstra dari pemerintah pusat dan propinsi. Pasalnya sepanjang aliran sungai tersebut dari Bangkir hingga Waledan memprihatinkan dan berpotensi kritis. Kondisi tersebut sudah disampaikan saat Rakor siaga dengan Pemprov Jabar beberepa hari lalu.

“Terdapat 7 titik tanggul yang masih kritis,” terang Edi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu. Ini yang menjadi perhatian kita menjelang musim penghujan,” tandasnya.

Menurutnya, beberapa bulan kemarin, pihaknya sudah kordinasi dengan pihak BPBD dan Pemprov Jabar yang langsung disampaikan dalam Rakor dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum. Namun pihaknya belum mendapat tanggapan pasti tindak lanjut dari persoalan potensi tanggul jebol yang diprediksi akan terjadi, mengingat kondisi tujuh titik tanggul rawan jebol sudah semakin memprihatinkan.

“Secara resmi surat permohonan kepada BBWS dan Pemprov Jabar sudah kami layangkan, ini artinyaantisipasi dari Pemkab Indramayu sudah dilakukan,”tandasnya.

Sementara itu, untuk memastikan kondisi tanggol diwilayah Kabupaten Indramayu, Plt Bupati Indramayu H. Supendi bersama unsur Forkominda telah melakukan peninjauan dan monitoring di tujuh titik tanggul rawan jebol sebagai bahan pembahasan pada pelaksanaan Rakor berikutnya.

Kendati cuaca berawan. Bahkan gerimis pun sempat turun meski sebentar. Namun hal itu tidak menyurutkan tiga perahu nelayan dan 3 perahu karet untuk melaju menyusuri sungai Cimanuk tanpa rasa takut dan khawatir, mulai dari Desa Rambatankulon dan berakhir di Bendung Karet Waledan Desa Lamaran Tarung Kecamatan Cantigi.

Perahu nelayan yang paling depan diisi rombongan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) yang dipimpin Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.M. sementara 3 perahu karet diisi tim gabungan yang terdiri dari Kofim 06/16 Indramayu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indramayu, Basarnas, dan PMI Indramayu ini menyusuri sungai Cimanuk sepanjang 15 km untuk melihat titik-titik kritis di kanan-kiri tanggul sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk itu.

Sepanjang perjalanan, Wabup Supendi fokus melihat DAS Cimanuk. Pandangannya tertuju pada longsoran-longsoran di kanan-kiri tanggul sungai yang menjadi titik-titik kritis jebolnya tanggul. Beberapa tanggul memang terlihat mengkhawatirkan.

“Sungai Cimanuk ini hulunya di Garut, melintasi Jatigede, dan hilirnya di Indramayu. Bila musim hujan tiba, debit airnya meningkat. Kita khawatir tanggul-tanggul yang kritis ini jebol merendam permukiman masyarakat dan sawah,” jelas Wabup Supendi.

Ia menjelaskan, ancaman jebolnya tanggul yang mengakibatkan banjir bandang sangat mungkin terjadi kalau titik-titik kritis sepanjang DAS Cimanuk tidak segera direvitalisasi. Sedangkan untuk merivitalisasi kewenangannya ada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.

“Kita berangkat dari Rambatan ke utara saja setidaknya ada 7 titik tanggul yang kritis atau rawan menjebol tanggul. Belum ke selatan sampai ke Bondan. Tanggul Cimanuk itu dibuat puluhan tahun yang lalu, dan sampai sejauh ini belum ada revitalisasi. Kalaupun ada penanganannya hanya darurat saja,” jelasnya.

Koordinasi dengan BBWS Cimanuk Cisanggarung

Terkait dengan banyaknya titik-titik kritis tanggul sepanjang DAS Cimanuk itu, dalam waktu dekat pihaknya segera berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk-Cisanggarung untuk meminta langkah-langkah konkret dan antisipasi terhadap kritisnya tanggul sungai Cimanuk.

“Kita berharap BBWS Cimanuk Cisanggarung juga memperhatikan hal ini. Kita koordinasi dengan BBWS untuk melaporkan papa yang sudah kita lihat,” tandasnya.

Wabup Supendi meminta kepada BBWS Cimanuk Cisanggarung agar dapat duduk bersama-sama mencari solusinya.

“Bagaimanapun dampaknya akan ke masyarakat. Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi. Solusinya adalah dengan kerja secara bersama-sama antara BBWS dan pemerintah daerah. Langkah-langkah BBWS kita support, karena jangan sampai masyarakat menjadi kobannya,” tegas Wabup.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarun, Happy Mulya mengatakan pihaknya sudah mengidentifikasi terdapat sekitar 579 titik potensi longsor berat, sedang, ringan di wilayah BBWS Cimanuk-Cisanggarung. Antisipasi akan dilakukan pihak BBWS terhadap potensi yang rawan, namun pihaknya akan melakukan pengecekan desain pelaksanaan penanggulangan di beberpa titik rawan tersebut.

“Nanti di cek desainnya,ada yang sudah ditangani tapi belum tuntas karena dana terbatas,”tuturnya saat dikonfirmasi via pesan whatssapp.

ads

Baca Juga
Related

Bupati Anna Imbau Pedagang Makanan Tutup Siang Hari

INDRAMAYU(Fokuspantura.com),– Bupati Indramayu Anna Sophanah meminta kerelaan para pedagang...

Aleg Netty Bersama Kang Aher Kunjungi Rumah Aspirasi Sholawat

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Anggota Fraksi PKS DPR RI,  Netty Prasetiyani didampingi...

Sekolah Wajib Gunakan Absen Fingerprint

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan memberlakukan peraturan...

Chek Point Sukra, Sejumlah Kendaraan Diarahkan Putar Balik

SUKRA, (Fokuspantura.com),- Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kabupaten...
- Advertisement -

FokusUpdate

Popular

Mau copas berita, silahkan izin dulu
Mau copas berita, silahkan izin dulu