Harga Pupuk Subsidi Melebihi HET, Distributor Pupuk BWI Bungkam

Harga Pupuk Subsidi Melebihi HET, Distributor Pupuk BWI Bungkam

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Kementerian Pertanian secara tegas menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi untuk petani melalui pelaksanaan Permentan nomor 49 tahun 2020 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2021. Namun implementasi dilapangan hampir beberapa kios di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tak sesuai yang diharapkan, pasalnya kendati pengaturan pemerintah terhadap HET pupuk sudah disosialisasikan, tetapi masih ditemukan penjualan pupuk kepada petani melebihi HET yang ditetapkan. Bahkan yang lebih ironis lagi distributor pupuk diduga ikut bermain dan melakukan pembiaran atas kondisi harga pupuk bersubsidi untuk petani yang melebihi HET.

Informasi yang diperoleh dilapangan, harga pupuk bersubsidi diwilayah Kecamatan Balongan, untuk harga pupuk bersubsidi jenis Urea dibandrol sebesar Rp240 ribu per kwintal, begitupun harga pupuk jenis Phonska dibandrol sebesar Rp250 per kwintal. Harga tersebut tidak sesuai dengan ketentuan Permentan nomor 49 tahun 2020 yang menyebutkan jika harga pupuk bersubsidi jenis urea ditetapkan sebesar Rp225 ribu per kwintal dan harga NPK Phoska Rp230 ribu per kwintal. Dari temuan kasus penjualan di kios wilayah Kecamatan Balongan tersebut, terbukti beberapa kios sebagaimana dalam nota pembelian yang terjadi pada 15 Januari 2021, kios resmi bersubsidi telah melanggar ketantuan peraturan perundang – undangan yang berlaku. Dimana harga pupuk bersubsidi untuk petani yang melebihi HET sudah dimusyawarahkan bersama antara seluruh pemilik kios, distributor dan BPP Balongan.

IMG 20210119 WA0113Ketentua HET Pupuk Bersubsidi Berdasarkan Permentan 49 Tahun 2020

“Kalau saya menjual pupuk sesuai HET siap saja pak, namun perlu saya sampaikan juga bahwa selama ini ada oknum pihak distributor BWI yang meminta uang dengan ketentuan Rp50 ribu persatu ton untuk kordinasi dan transport bongkar,” tutur salah satu pemilik kios.

Keluhan lain yang disampaikan kios penerima program pupuk bersubsidi harga melebihi HET adalah mekanisme pengiriman barang dari distributor tidak sesuai penebusan DO yang sudah dibayar, misalnya kios membeli 5 ton, hanya dikirim 2 ton begitupun jika membeli 3 ton hanya dikirim 1 ton, sehingga kondisi barang dikios sering mengalami kelangkaan pupuk. Bahkan yang menjadi pegangan kios menetapkan harga melebihi HET karena sesuai hasil kesepakatan musyawarah bersama kios – kios dan pihak BPP Kecamatan Balongan.

Bukti Nota Pembelian Pupuk Petani Tanggal 15 Januari 2021Bukti Nota Pembelian Pupuk Petani Tanggal 15 Januari 2021

Ketua Kelompok Tani Dewi Sri, Abdul Rohim, menyayangkan hak hak petani yang sudah dipermainkan oleh pihak – pihak yang sengaja membebani nasib petani. Ia beberapa kali mengingatkan pihak kios untuk menjual harga pupuk sesuai ketentuan, namun selama ini upaya mengingatkan para kios juga terkesan diabaikan sehingga menyebabkan masih ditemukan keluhan petani yang menjadi anggota kelompok tani.

“kami sudah mengingatkan kios tapi jawabanya seperti yang dijelaskan diatas, banyak oknum yang bermain sehingga harga pupuk melebihi HET,” tuturnya.

Sementara itu, Diretur Utama PD Bumi Wiralodra Indramayu, Soen Soejarwo, saat dikonfirmasi terkait kondisi harga pupuk bersubsidi yang terjadi dilapangan melebihi HET, hanya memberikan penjelasan bahwa harga pupuk harus sesuai ketentuan yakni pupuk Urea sebesar Rp225 perkwintal atau Rp 112,5 ribu per karung, harga pupuk Phonska Rp230 ribu per kwintal atau Rp115 ribu per karung. Ia tidak menjelasakan langkah dan tindakan distributor kepada kios yang nakal menjual pupuk bersubsidi melebihi HET. Bahkan saat diminta tanggapan distributor atas kondisi kios yang menjual melebihi HET, pihak BWI tidak menanggapi hal itu bahkan bungam.

Ketua Komisi 2 DPRD Indramayu, Dalam, mengatakan, menanggapi banyaknya keluhan kios nakal yang menjual pupuk bersubsidi diluar HET enjadi wilayah Dinas Perdagangan Kabupaten Indramayu. Pihaknya akan memberikan masukan kepada Diskopdagin Indramayu untuk segera melakukan inspeksi ke lapangan untuk melakukan teguran kepada beberapa kios yang menjual pupuk diluar ketantuan.

“Kalau sanksi kios nakal wilayahnya Diskopdagin, tapi kalau unsur penyelewengan wilayahnya polisi untuk bisa mengusut kasus tersebut,” katanya saat dimintai pendapat di kantornya belum lama ini.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive