Sesepuh Golkar Indramayu Minta Elit DPP Turun Tangan

Sesepuh Golkar Indramayu Minta Elit DPP Turun Tangan
INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),-Peristiwa pengusiran Plt Ketua DPD Partai Golkar Indramayu, Kusnadi oleh sekelompok orang yang mengaku kader partai Golkar belum lama ini dinilai telah mencoreng nama baik Partai yang menjunjung tinggi nilai nilai Pancasila. Pasalnya kegiatan klarifikasi dan silaturahmi merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yakni silaturahmi dan konsolidasi bersama Sesepuh dan Fraksi Partai Golkar Kabupaten Indramayu. 
 
Penegasan itu disampaikan Sesepuh Partai Golkar Indramayu, Ahmad Djahidin, saat dimintai pendapat terkait peristiwa yang terjadi di Sekretariat DPD Partai Golkar Jalan Olahraga, Indramayu belum lama ini.
 
"Kegiatan kemarin berupa klarifikasi dan lainnya merupakan langkah dan upaya  konsolidasi dan semestinya kita hargai sebagai langkah lanjutan dari acara sebelumnya yaitu bukber dengan sesepuh dan FPG," katanya, Minggu, (26/4/2021).
 
Konsep acara yang menjadi tugas Plt Ketua DPD Partai Golkar Indramayu saat ini adalah bagaimana menumbuhkan semangat mempersatukan kembali kekuatan Partai Golkar akibat Pilkada 2020 dalam bentuk kegiatan konsolidasi internal partai.
 
Namun, kata Djahidin, nampaknya momentum itu tidak bisa dimanfaatkan oleh seluruh kader partai bahkan cenderung dirusak oleh kepentingan segelintir orang yang dengan sengaja akan merusak tatanan organisasi yang saat ini sedang diperbaiki.
 
"Semua unsur partai termasuk DPP seharusnya tidak tinggal diam atas kejadian di daerah. Karena hal ini bersumber pada keputusan Mahkamah Partai yg belum ada dan cenderung tidak ada kepastian. Hal ini membuat kondisi kepengurusan di Indramayu tidak legitimit," tutur mantan Anggota DPR RI Periode 1999 - 2004 ini.
 
Maka, sudah seharusnya, kata mantan Ketua DPD Partai Golkar Indramayu 1998 - 2004 ini, masalah Partai Golkar Indramayu tidak bisa dibiarkan terus menerus dalam kondisi ketidak pastian yang berakibat langkah konsolidasi partai terhambat, setelah kekalahan dalam Pilkada Indramayu yang lalu. 
 
Ia menegaskan, langkah yang seharusnya dilakukan DPP melalui keputusan Mahkamah Partai Golkar adalah segera mengesahkan hasil Musda X Partai Golkar Indramayu, sehingga kepengurusan partai hasil Musda dengan  ketua terpilih  Syaefudin yang  juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Indramayu segera dapat bekerja dengan langkah utamanya melakukan konsolidasi sebagai suksesi Pertama. Sehingga semuanya akan berjalan dengan baik untuk mengembalikan kebesaran partai Golkar di Indramayu berkaitan dengan  agenda politik selanjutnya. 
 
" DPP seharusnya tidak bisa tinggal diam atas kejadian di daerah, ini ada peran pengurus pusat yang terus membuat Indramayu tidak ada legitimasi kepengurusan," tandasnya.
 
Sementara itu, Sesepuh Partai Golkar Indramayu, Soekarno Ermawan, mengutarakan hal yang sama, dimana saat ini kepengurusan DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu di jabat oleh pelaksana tugas. Bahkan jabatan pelaksana tugas tersebut terjadi hingga pada tiga orang ini dan salah satu tugas pelaksana tugas saat itu menghantarkan terselenggaranya Musda X Partai Golkar Indramayu, meskipun dalam perjalanannya terlalu banyak dinamika dan kepentingan tokoh elit pusat hingga sampai pada kontestasi Pilkada serentak tahun 2020 dan Partai Golkar mengalami kekalahan. 
 
Sebagai orang tua yang berada di daerah, ia tidak bisa berkata banyak bahkan kadang tidak dianggap oleh kader yang baru saja menduduki jabatan atas senioritas dan faktanya dalam insiden kemarin di Sekretariat DPD Partai Golkar Indramayu keberadaannya tidak menjadi penghalang pengusiran Plt Ketua DPD Partai Golkar Kusnadi.
 
"Saya sangat terpukul dengan kejadian kemarin dan sebagai sesepuh Partai tidak bisa berbuat banyak hanya berdoa semoga elit DPP segera turun tangan memperbaiki kondisi Indramayu saat ini," tuturnya.

Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive