Pengamat Politik ; Kekuatan Suara Golkar Diprediksi Pecah

Pengamat Politik ; Kekuatan Suara Golkar Diprediksi Pecah

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Dinamika politik jelang Pilkada Indramayu semakin menghangat, geliat mesin partai politik terus bergerak menyapa pundi-pundi suara pemilih, namun kondisi kepengurusan DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu saat ini berpotensi terpecah pasca sikap DPP Partai Golkar merekomendasikan Paslon nomor  3 Danil - Taufik sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Indrmayu pada ajang kontestasi Pilkada serentak 9 Desember 2020 nanti.

Kubu Musda X Partai Golkar Indramayu, Syaefudin Cs, masih terganjal dengan sikap DPP Golkar yang belum memutuskan keabsahan Musda X dalam perkara gugatan di Mahkamah Partai saat ini. Kondisi ini menjadi sinyal jika suara Golkar pada Pilkada 2020 nanti tidak utuh sebagaimana perolehan kemenangan pada Pileg 2019 lalu yang telah menghantarkan 22 kader terbaik menuju parlemen.

Pengamat Politik dan Hukum, Sugiyanto, mengatakan, para elit DPP Partai Golkar, seharusnya tidak mengabaikan kekuatan politik Syaefudin yang merupakan tokoh militan kader Golkar. Sebab tidak bisa dipungkiri ia salah satu kader yang mempunyai jabatan strategis sebagai Ketua DPRD Indramayu dan menguasai grass root suara golkar. Basis militansi kader dan pengurus karang taruna yang dikomandoi seharusnya tidak dipandang sebelah mata oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Menurutnya, dalam membangun komunikasi politik, sikap arogansi dan tidak mau berbagi dalam politik hanya akan merusak citra Partai Golkar Kabupaten Indramayu secara kelembagaan. Apalagi penundaan keputusan Musda X yang sedang berproses di Mahkamah Partai tidak harus terjadi jika membaca kondisi kekinian untuk keutuhan suara Golkar menghadapi Pilkada nanti.

"Saya tidak bisa membayangkan dengan 22 kursi anggota DPRD Kabupaten Indramayu tetapi pasangan calon yang diusungnya kalah dalam kontestasi pilkada serentak tahun ini," ungkap Sugianto.

Dalam logika politik, lanjut Sugianto  konflik dan dinamika internal itu adalah suatu keniscayaan. Oleh karena nya konflik ini seharusnya bisa diselesaikan secara elegan dan bisa mengesampingkan ego sektoral yang berkepanjangan untuk kejayaan partai. Mekanisme Mahkamah Partai ini adalah mekanisme yang benar dan elegan. Sayangnya independensi Mahkamah Partai Golkar terindikasi diintervensi oleh Elit DPP Partai Golkar sehingga menunda sidang putusan keabsahan Musda dilakukan pasca Pilkada.

"Makanya ketika elit DPP Partai Golkar berbuat demikian, maka saya meyakini kalau pasangan Daniel-Taufik akan gagal melangkah jadi E-1," ujar Sugianto.

Sebagaimana diketahui, konflik Kepengurusan DPD Partai Golkar Indramayu mengemuka pasca penyelenggaraan MUSDA X tanggal 16 Juli 2020 oleh DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu yang tidak diakui keabsahannya oleh DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.

Saling klaim soal keabsahan Musda tersebut akhirnya masuk dalam perkara Mahkamah Partai Golkar teregister nomor  12/PI.Golkar/2020 dan telah berjalan secara normatif sampai pada sidang pemeriksaan saksi saksi. Sementara itu satu agenda lagi belum terlaksana, yakni sidang putusan yang informasinya akan diputuskan pasca Pilkada.

"Semestinya Sidang Putusan Mahkamah Partai Golkar ini bisa dilaksanakan pada akhir oktober kemarin. Tetapi Mahkamah Partai Golkar justru menunda putusannya setelah pilkada. Hal inilah yang menyebabkan rusaknya suara Partai Golkar Kabupaten Indramayu dan akan berimbas pada perolehan suara paslon nomor 3," tutur Sugiyanto.

Sementara itu, Ketua DPRD Indramayu, Syaefudin,  kembali terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Indramayu untuk periode kedua, seharusnya menjadi pertimbangan elit DPP Partai Golkar yang diputuskan oleh Mahkamah Partai. Kalau kondisi situasi politik dan kondisi internal Partai Golkar Kabupaten Indramayu tidak ada kejelasan terkait pengesahan MUSDA X Partai Golkar Kabupaten Indramayu,  maka indikasi paslon no 3 akan kalah pada Pilkada 2020 nanti dapat diprediksi oleh beberapa kalangan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Paslon Daniel - Taufik, Yoga Rahardiansyah, membantah dan tetap optimis, jika kerja - kerja politik timses dalam memenangkan Paslon Mantap akan semakin nyata dari mesin politik yang selama ini dibangun. Baginya, konflik internal Partai Golkar Indramayu saat ini, masih bisa memberikan rasa optimis bagi Paslon Mantap sebagai jawara Pilkada Indramayu 9 Desember 2020 mendatang.

"Kami sudah bergerak melakukan soliditas kantong - kantong suara Golkar dan saya masih yakin jika Paslon Mantap masih menang sekalipun kemenangannya selisih tipis dari Paslon lain," tuturnya di sela - sela acara Temu Karya IV Karang Taruna Kabupaten Indramayu kemarin.

Informasi yang diperoleh, kebenaran penundaan keputusan Mahkamah Partai Golkar terhadap keabsahan Musda X mendekati kebenaran, mengingat permasalahan Musda ini membutuhkan waktu.

" Sumut ini hampir 10 bulan baru clear dan hari ini Musda ulang," ungkap salah satu Panitera MPG.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive