Angka Swing Voter Penentu Kemenangan Pilkada Indramayu

Angka Swing Voter Penentu Kemenangan Pilkada Indramayu

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Beberapa lembaga survei telah mengeluarkan hasil survei yang dilakukan pada 12-16 Oktober 2020 lalu atas dinamika politik yang terjadi jelang pelaksanaan Pilkada Indramayu 9 Desember 2020 mendatang.

Indopolling Network misalnya, menunjukkan kondisi saat ini masih ditemukan angka 22 persen Swing Voter yang belum menentukan sikap kepada empat kandidat Paslon perhelatan Pilkada Indrmayu. Jika asumsikan angka partisipasi pemilih 65 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 1,3 juta pemilih, ditemukan angka sekitar 845 ribu hak pilih,  maka angka 22 Swing Voter tersebut berkisar sekitar 185,9 ribu pemilih mengambang dan belum menentukan sikap.

Masih tingginya angka pemilih mengambang ini disebabkan oleh adanya kondisi internal Partai Golkar yang belum selesai dan menunggu keputusan DPP. Fakta itu menunjukkan jika mesin politik partai penguasa Indramayu itu tidak berjalan secara efektif dan berpotensi gagal menghantarkan kader pilihan partai menuju singgasana pendopo Indramayu.

"DPP seharusnya segera bersikap untuk menyelamatkan Partai Golkar Indramayu atas konflik internal antara Panitia Musda X dengan DPD Golkar Jawa Barat yang saat ini akan ditentukan oleh Mahkamah Partai," kata Sesepuh Partai Golkar Ahmad Djahidin saat memberikan penjelasan kepada awak media, Selasa,(10/11/2020).

Menurutnya, saat ini mesin konsolidasi internal partai tidak secara maksimal bekerja  untuk memenangkan Paslon yang diusung, mengingat status kepengurusan baik DPD tingkat 2 maupun Pimpinan Kecamatan sudah tidak berlaku, sehingga kondisi internal Golkar Indramayu saat ini hanya mengandalkan Tim Pemenangan Paslon beserta relawan tanpa melibatkan infrastruktur partai secara totalitas.

Maka, membaca kondisi Partai Golkar saat ini, seharusnya segera dilakukan tindakan dan langkah cepat untuk menyelamatkan suara Golkar yang saat Pileg 2019 kemarin, mampu menghantarkan kader terbaik dengan perolehan 22 kursi DPRD atau sekitar 368 ribu suara capaian tertinggi Partai Golkar secara nasional.

Akan tetapi, jika elit partai pusat tidak segera memutuskan terhadap kondisi Indramayu saat ini, maka diyakini suara mengambang akan dimanfaatkan oleh lawan politik dan endingnya jawara Pilkada Indramayu tidak bisa kembali direbut di kota mangga ini.

"Jika hari ini kekuatan politik kubu Syaefudin tidak bergerak, maka bisa menyumbang angka swing voter itu, harusnya DPP jeli dan segera putuskan untuk menguatkan barisan," tuturnya.

Senada, Wanhat Partai Golkar Indramayu, Amir Syafrudin, mengungkapkan, Partai Golkar Indramayu harus segera melakukan rekonsiliasi guna menetralisir kondisi politik internal yang saat ini sedang kurang baik. Dengan rekonsiliasi tersebut menjadi kunci kejayaan Partai Golkar dalam menghadapi Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

"Jika kondisinya masih seperti hari ini, bisa saja angka 22 persen Swing Voter bagian dari suara Golkar, ini harus kita cegah agar tidak terjadi," tuturnya.

Seperti diketahui, istilah Swing Voters selalu dipakai dalam proses demokrasi yakni sebuah istilah untuk para pemilih rasional yang dapat berubah pilihan sesuai dengan ide atau gagasan tertentu. Dinamika demokrasi Indonesia di era digital ibarat dua sisi mata uang bagi swing voters, bisa berdampak positif maupun negatif.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active