Budidaya Bonsai Kelapa Usaha Alternatif Dimasa Pandemi Covid-19

Budidaya Bonsai Kelapa Usaha Alternatif Dimasa Pandemi Covid-19

MASA PANDEMI Covid-19 yang berlangsung lebih dari satu tahun ini, tak mematahkan semangat salah seorang pedagang keliling yang tinggal di Blok Bunder Desa/Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu. Deden Aryanto (37) warga RT. 01/01 tersebut, setelah nyaris kehilangan penghasilan akibat sering berdiam diri di rumah. Untuk menghidupi istri dan kedua anaknya, ia mencoba mengembangkan budidaya Bonsai Kelapa. 

“Kebanyakan  berada di rumah akibat pandemi covid-19 terkadang jenuh juga dan sejak satu tahun lalu saya iseng-iseng bikin bonsai kelapa menggunakan tunas kelapa sayur atau jelapa kampung dan karya perdana saya dengan model akar terbenam, maklum masih amatir," kata Deden ketika ditemui Fokuspantura.com, dikediamannya,  kemarin.

Berawal dari keisengan tersebut, Deden, malah ketagihan untuk menekuni, akhirnya serius melakoni budidaya bonsai kelapa atau kelapa minion hingga sudah berjalan hampir satu tahun dan dengan pengetahuan otodididak serta  panduan tutorial medsos dirinya mendalami tekhnik bonsai kelapa yang saat ini digeluti.

“Saya belajar dari tahapan awal program  pembentukan akar (prokar), mencoba memahami jenis bonsai kelapa gaya gurita dengan batok mengantung ke bawah di kelilingi akar ataupun cara stanting miring,” ujarnya.

Bahan dasar untuk membuat bonsai kelapa yang digunakan Deden, tidak lagi hanya benih kelapa kampung, melainkan sudah beragam seperti kelapa gading, kelapa genjah, kelapa kuning  yakni jenis-jenis kelapa dengan batok kecil (kelapa minion) dan ada juga kelapa wulung yaitu kelapa yang sabut dan pangkal batangnya warna pink, adapun jenis bonsai kelapa yang harganya cukup tinggi  adalah kelapa gading, hingga bisa mencapai 500 ribu rupiah untuk tahapan proses umur 5 sampai 7 bulan.

"Secara umum harga bonsai  bisa di kisaran antara  200 ribu  hingga 500 ribu rupiah," terang Deden sembari tersenyum.

Selain mengenal jenis-jenis kelapa yang cocok dibuat bonsai kelapa, Deden  juga mempelajari berbagai bentuk asesoris untuk menjadi daya tarik bonsai kelapa, ada beberapa jenis yang sudah menjadi bagian natural bonsai kelapa yang menjadi buah karyanya, seperti model naga, tarantula dan ayam jago, selain itu mengenal seni paludarium yakni memadukan bonsai kelapa dengan gelas kaca, dimana bonsai kelapa ketika dalam tahapan program pengakaran (prokar) ditempatkan di atas gelas kaca besar dan biasanya sistem ini dilakukan di aquarium, sehingga pertumbuhan akar menjuntai masuk ke air gelas.

"Bonsai kelapa dalam tahapan pembentukan akar disimpan  di atas stoples berisi air dan didalam toples berisi air tersebut ada ikan cupangnya, Itulah salah satu daya tarik, paludarium," ungkapnya.

Deden menceritakan, modal utama jadi pengrajin bonsai kelapa tidak cukup hanya pisau dapur, pisau raut, cutter, gunting, berbagai jenis lem, melainkan modal intinya adalah kesabaran, untuk itu guna mengisi waktu luang dimasa pandemi covid-19 dimana warga dianjurkan untuk berdiam diri diruma, kegiatan budidaya bonsai kelapa bisa menjadi salah satu alternatif usaha, mengingat di Kabupaten Indramayu masih jarang pelaku budidaya bonsai kelapa.

"Modal intinya adalah kesabaran dan mengingat masih jarang komunitas bonsai kelapa di Indramayu, saya berharap adanya perhatian pemerintah mengingat budidaya bonsai kelapa memiliki potensi usaha yang cukup baik sehingga dapat dikembangkan dalam satu wadah perekonomian berbasis kerakyatan," pungkasnya.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Robi Cahyadi
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive