PC Ansor Indramayu Soal Penuntaskan Kasus Islamic Center

PC Ansor Indramayu Soal Penuntaskan Kasus Islamic Center

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Dua insiden yang terjadi di Masjid Raudhatul Jannah yang berada di kompleks Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya penyelesaian hukum atas robohnya salah satu menara dan ambruknya plafon masjid tersebut belum ada kabarnya hingga saat ini.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Indramayu, Edi Fauzi, mengatakan, pihaknya mempertanyakan kinerja Polres Indramayu yang dinilai lamban dalam menangani kasus tersebut. Bahkan belum tuntas pengusutan menara yang roboh pada 6 Desember tahun lalu, ternyata menyusul lagi ambruknya plafon masjid tersebut pada 24 Januari kemarin.

"Kasus menara itu sudah berjalan dua bulan lebih. Sampai hari ini belum ada penjelasan sama sekali dari Polres Indramayu. Sekarang menyusul pula plafon yang ambruk. Ini semacam pertanda kalau polisi lambat bekerja," ungkap Edi kepada media, saat dirinya berkunjung ke kompleks Islamic Center Indramayu, Sabtu (6/2/2021).

BACA JUGA : Menara Islamic Center Indramayu Patah Mulai Diperbaiki

Menurutnya, sejak robohnya menara yang kebetulan terjadi pada 3 hari menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Indramayu 2020, GP Ansor Indramayu sudah menyikapi dan mendukung penyidik Polres Indramayu agar profesional dalam mengungkap dan mengusut dua kasus tersebut. Bahkan ia memberikan apresiasi saat polisi dengan sigap segera mengusut kasus tersebut. Sayangnya apresiasi itu ternyata bertepuk sebelah tangan. Sebab kasus tersebut belum ada kejelasan.

"Kami hanya ingin mengetahui apa penyebab sebenarnya dari dua insiden yang hanya berjarak kurang dari dua bulan itu. Sehingga Polres Indramayu seharusnya bisa dengan sigap untuk mengusut kasus ini dan mengumumkan hasilnya kepada publik secara transparan dan akuntabel," ungkap Edi.

BACA JUGA : PC NU Indramayu Dukung APH Usut Kasus Islamic Center

Ia menegaskan, jangan sampai lambatnya Polres Indramayu dalam melakukan penyelidikan kasus tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pasalnya selain uang rakyat yang dipakai sangat besar, yakni mencapai Rp122 miliar, kompleks Islamic Center ini juga setiap hari dipakai sebagai sarana ibadah oleh masyarakat Indramayu dan para peziarah dari daerah lainnya yang melakukan transit.

"Silakan dibayangkan saja, jika teman-teman beribadah di sebuah masjid yang bangunannya bisa roboh dan ambruk tiba-tiba. Bukankah selain memalukan kita semua sebagai warga Indramayu, ini juga sangat berbahaya," tegasnya.

GP Ansor bersama Ketua LBH Ansor Indramayu, Afif Rahman, dan jajaran pengurus lainnya meminta Polres Indramayu untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Sehingga status insiden yang terjadi di Islamic Center Indramayu ini memiliki kejelasan di mata hukum.

BACA JUGA : Plafon Dalam Masjid Islamic Center Indramayu Ambruk

Menurutnya kasus ini harus segera diselesaikan, sehingga bisa segera diambil kesimpulan apakah robohnya menara dan ambruknya plafon di masjid tersebut murni karena faktor alam ataukah ada tindakan korupsi dari pihak tertentu. Semuanya harus jelas dan pasti secara hukum.

Senada, Ketua LBH Ansor Indramayu, Afif Rahman, menambahkan, jika kasus tersebut harus disikapi dengan sangat serius. Menurutnya kasus ini sudah viral kemana-mana dan menyedot perhatian publik yang sangat luas. Dan ini sudah menyangkut nama baik masyarakat Indramayu secara umum.

"Tapi jika penanganan kasus yang sudah viral kemana-mana dan mendapat perhatian publik ini saja tidak ditangani dengan serius, lantas kita bisa membayangkan bagaimana dengan kasus-kasus yang menimpa rakyat kecil yang membutuhkan keadilan," pungkas Afif.

Sementara itu, Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasat Reskrim, AKP Luthfi Olot Gigantara, mengatakan, penyelidikan kasus insiden di wilayah Islamic Center Indramayu hingga saat ini masih berjalan dan belum ditutup. Pihaknya mengaku, masih terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti - bukti terkait perkara penanganan yang didalami saat ini.

"Penanganan perkara hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan masih berusaha untuk mengumpulkan bukti-bukti lain untuk membuat terang suatu peristiwa pidana," kata Luthfi saat dikonfirmasi awak media ini.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active