Polisi Beberkan Asal Pupuk Bersubsidi yang Diseludupkan

Polisi Beberkan Asal Pupuk Bersubsidi yang Diseludupkan

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Penyidik Reskrim Polres Indramayu berhasil membongkar sindikat penyeludupan pupuk bersubsidi yang saat ini menjadi keluhan petani di setiap Kecamatan. Pengintaian yang dilakukan selama dua pekan ini ahirnya membuahkan hasil dengan mengamankan dua pelaku penyeludupan saat mendistribusikan pupuk di wilayah Kecamatan Tukdana kemarin.

Informasi yang berhasil dihimpun, penyelundupan pupuk terbongkar saat polisi mencurigai adanya kegiatan bongkar muat disebuah gudang. Lokasinya disebuah gudang Desa Mekarsari Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu.

Saat diperiksa, surat jalan yang ditunjukkan awak truk ternyata berasal dari Kabupaten Subang. Atas temuan itu, truk bernomor polisi T-9154-E bermuatan 10 ton pupuk beraubsidi jenis NPK Phonska diamankan polisi.

BACA JUGA : Polisi Amankan Dua Pelaku Pengedar Pupuk Bersubsidi

Dua orang warga Kabupaten Indramayu ikut diamankan yakni SJR (47) warga Desa/Kecamatan Bangodua dan BG (42) seorang pedagang pupuk asal Kecamatan Tukdana.

Kapolres Indramayu AKBP Hafidh Susilo Herlambang menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terungkap kedua tersangka memesan pupuk bersubsidi itu dari wilayah Kabupaten Subang. Mereka lalu berencana menjual kepada petani dengan harga jauh di atas HET (Harga Eceran Tertinggi).

“Tersangka memanfaatkan situasi saat petani membutuhkan pupuk. Tetapi pupuk bersubsidi yang kami amankan ini, bukan peruntukan wilayah edar Kabupaten Indramayu,”ungkap Hafidh didampingi Wakapolres dan Kasat Reskrim.

Dari keterangan para tersangka, mereka membandrol pupuk selundupan itu di harga Rp.330.000 per kwintal. Harga itu jauh di atas HET pemerintah dimana jenis NPK ditetapkan sebesar Rp.230.000 per kwintal.

Sementara itu, kondisi dilapangan, saat ini petani masih menjerit karena belum tersedianya kebutuhan pupuk bersubsidi, sementara usia taman sudah sampai 30 HST, namun tanaman padi petani belum diberikan pemupukan awal karena stok pupuk bersubsidi di kios kios pertanian belum tersedia. Bahkan yang lebih sedih lagi, tanaman padi petani di beberapa wilayah DAS Cibuaya terendam banjir sudah hampir dua pekan ini, mengakibatkan tanaman layu dan mati.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive