Dampak Satu Tewas, Dua Desa di Indramayu Nyaris Tawuran

Dampak Satu Tewas, Dua Desa di Indramayu Nyaris Tawuran

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Masyarakat Desa Segeran Lor Kecamatan Juntinyuat dan Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder, nyaris terjadi tawuran antar desa akibat salah satu warga Desa Segeran Lor meninggal dunia setelah dikeroyok oleh sejumlah pemuda Desa Cangkingan, Senin,(11/1/2021) kemarin. Peristiwa tindak pidana pengeroyokan tersebut terjadi sekira pukul 04.00 wib di Blok Karanganyar Rt 018, Rw 008, Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu.

Akibat kejadian tersebut, dua pemuda asal Desa Segeran Lor yakni Erwanto Alias Ato Bin Waryono(33), warga Blok Sipukang Rt.016/008, Desa Segeran Lor Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu meninggal dunia, sementara Yaskuri Alias Maman Bin Misti,(35), warga Blok Sipukang Rt.016 / 008, Desa Segeran Lor, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu masih mendapat penanganan serius dari tim medis. Pelaku melakukan pengeroyokan di duga menggunakan benda tajam.

Informasi yang diperoleh Fokuspantura.com menyebutkan, bahwa pada saat sebelum tindak pidana pengeroyokan itu terjadi sekira pukul 03.00 wib, korban datang ke Kafe milik J di blok Karanganyar RT. 018 RW. 008, Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder untuk hiburan. Pada saat korban sedang hiburan datang dua orang masuk ke dalam kafe yaitu HEN Bin SUK dan HAD alias COD namun beberapa saat keluar lagi dan duduk di depan Kafe tersebut. Kemudian sekira pukul 04.00 Wib korban pamit pulang meninggalkan kafe dengan mengunakan sepeda motor ke arah Utara.

Beberapa saat kemudian Ino dan Firman mendengar adanya orang berteriak "itu ada orang ribut" dan kedua saksi langsung mendatangi lokasi yang letaknya kurang lebih 30 meter dari Kafe. Pada saat di tempat kejadian perkara (TKP), kedua saksi melihat korban Yaskuri Alias Mamang sedang dipukuli oleh kedua pelaku, selanjutnya kedua saksi melerai dan membawa korban Yaskuri Alias Maman ke Kafe. Ketika berasa di Kafe yang dituju, korban mengeluh sakit pada bagian bawah ketiak sebelah kiri. Selanjutnya kedua Saksi membawa korban ke Puskesmas Kedokanbunder untuk mendapatkan perawatan.

Kapolres Indramayu, AKBP Hafidz Susilo Herlambang, melalui Kasat Reskrim AKP Luthfi Olot Gigantara, membenarkan peristiwa tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan salah satu korban meninggal dunia. Bahkan pihaknya sudah mengirimkan anggota polisi ke wilayah perbatasan kedua desa guna menghalau potensi terjadinya bentrok massa kedua desa.

“Situasi masih kondusif anggota Polres sudah siaga di lokasi dan tidak ada tawuran antar desa,” kata Luthfi saat dikonfirmasi.

Untuk pengungkapan kasus tersebut, dalam waktu yang tidak terlalu lama, jajaran Satreskrim Polres Indramayu sudah mengamankan satu pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, sementara satu pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran.

Sementara itu pada Senin malam, puluhan pemuda Desa Segeran Lor, melakukan penyerangan ke wilayah Desa Cangkingan dengan menggunakan kendaraan sepeda motor. Tuntutan para pemuda datang ke Desa Cangkingan minta pertanggung jawaban pelaku supaya menyerahkan diri dan harus tertangkap.

Kuwu Desa Cangkingan, Yudi Wahyudi, mengatakan jika pelaku yang merupakan warganya sudah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian diantarkan oleh orang tuanya. Bahkan ia meminta kepada warga masyarakat untuk bisa menahan diri dan tidak terpancing oleh isu – isu yang mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan warga.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive