Sungai Cimanuk Meluap, Banjir Rob Terus Terjang Pantura Eretan

Sungai Cimanuk Meluap, Banjir Rob Terus Terjang Pantura Eretan

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Dalam beberapa pekan ini, wilayah Kabupaten Indramayu terus dilanda musibah banjir dimana – mana. Luapan Sungai Cibuaya yang sempat menenggelamkan ratusan rumah di tiga Desa wilayah Kecamatan Widasari beberapa pekan kemarin belum usai, disambung dengan banjir pasang Rob melanda beberapa desa di Kecamatan Kandanghaur, kini kondisi Sungai Cimanuk meluap dan menerpa wilayah pusat ibu kota Indramayu.

Pantauan dilapangan, banjir Rob di wilayah Kecamatan Kandanghaur saat ini berhasil menerobos pemukiman warga hingga fasilitas pendidikan ikut terkena dampak. Akibat musibah itu, belum ada upaya penanganan serius dari pemerintah yang bersifat serius, menyebabkan musibah banjir Rob hadir laksana konsumsi vitamin yang dibutuhkan tubuh manusia setiap saat disaat menghadapi Pandemi Covid – 19. Assesmen yang dilakukan BPBD Indramayu saat ini baru sebatas tindakan preventif atas penetapan kawasan kedaruratan oleh Pemkab Indramayu, tak lebih dari hanya upaya evakuasi, pemberian bantuan dan tindakan sosial lainnya, sementara rakyat dan masyarakat wilayah Kecamatan Kandanghaur sudah capek dengan kondisi musibah yang hadir tanpa melihat situasi dan waktu.

Sementara, luapan Sungai Cimanuk yang terjadi, Jum’at,(15/1/2021) kemarin bermula kondisi induk DAS Cimauuk tepatnya di kawasan Bendungan Karet Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, mendapat kiriman air dari bendung rentang, menyebabkan debit air di kawasan tersebut naik hingga lima meter lebih, menyebabkan air harus dibuang ke intek Cimanuk – Waledan dan Cimanuk – Bojongsari. Belum siapnya kondisi tanggul sepanjang hilir intek Bojongsari, menyebabkan air meluap dan menerjang beberapa kawasan permukiman warga, termasuk persoalan sampah yang menumpuk di pintu DAM Bojongsari sebagai penyebab utama ditambah banyaknya kanal pembuang yang tidak dilengkapi pintu air, menyebabkan kawasan Desa Babadan, Kecamatan Sindang dan sekitarnya turut terdampak luapan air.

“Sejak kemarin akibat curah hujan tinggi diwilayah Hulu Cimanuk, menyebabkan debit air Cimanuk Indramayu meningkat,” kata Plt Sekretaris BPBD Indramayu, Caya dalam keterangan persnya.

Muhasabah di Tengah Musibah

Terkadang, perlu sesekali merenung dan berpikir sejenak. Mengapa dihadapkan pada fenomena alam dengan musibah seperti ini? Apa sebabnya? Dan mengapa tidak kunjung selesai? Terus apa yang salah dalam diri manusia ?.

Bagi mereka yang beriman dan berpikir, musabab seperti apa dari fenomena musibah yang terjadi hari ini nyatanya merupakan cerminan dari perilaku manusia, sehingga terjadilah kondisi seperti ini dimana petani menjerit akibat kelangkaan pupuk bersubsidi belum juga usai, ratusan hektar sawah terendam banjir dan fenomena alam lainnya yang menguras energi berfikir manusia tersita.

Muhasabah di tengah musibah, banyak yang berharap baik tanpa berperilaku baik mungkin itu akar masalah yang belum disadari oleh semua.

Atau musibah sebagai cara yang ditempuh Allah SWT guna pengampunan dosa. Sebagaimana Nabi SAW bersabda: Tidak ditimpa seseorang duri dalam perjalanannya kecuali dihapus Allah dosanya. Allah SWT berfirman dalam QS Ali Imron ayat 140 :

“Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim,” terjemahan QS. Ali Imron : 140.

Atau musibah ini sebagai pembalasan atas kesalahan, sebagaimana dalam fitman Nya.

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri.” Terjemahan QS Al Ankabut : 40.

Akhirnya perlu digarisbawahi bahwa ada musibah yang merupakan kebaikan bagi manusia. Kisah pemilik perahu yang dibocorkan Nabi Musa adalah orang-orang miskin, pembocoran tersebut padahal tidak menyenangkan para pemilik itu musibah bagi mereka.

Namun, pada hakikatnya tidak demikian: Adapun perahu itu (yang saya bocorkan) maka ia adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut dan aku bertujuan memberi aib (membocorkan sehingga nampak tidak sempurna) karena di hadapan mereka ada raja (penguasa) yang mengambil perahu-perahu (yang baik) secara paksa (QS al-Kahfi: 79).

Mudah-mudahan musibah yang dihadapi saat ini adalah jenis musibah ini. Wallahu a'lam.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive