Banjir Kandanghaur BPBD Indramayu Dinilai Lamban

Banjir Kandanghaur BPBD Indramayu Dinilai Lamban

KANDANGHAUR, (Fokuspantura.com),- Warga masyarakat korban banjir rob dan luapan air sungai perawan di wilayah Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, mengeluhkan belum ada respon cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Indramayu.  Meski bencana yang menimpa tiga desa tersebut yakni Desa Eretan Wetan,  Eretan Kulon dan Kertawinangun,  sudah berlangsung tiga hari, namun kondisi sosial masyarakat semakin tidak menentu.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Eretan Wetan, Abdul Na'im, mengeluhkan sikap Pemerintah Daerah yang dinilai tidak responsip terhadap musibah yang menimpa warga Eretan Wetan dan dua desa lainnya, sebab permasalahan banjir rob yang berlangsung setiap air pasang tidak pernah tersolusikan, bahkan yang lebih parah lagi saat ini, hampir seluruh rumah tergenang air namun pihak BPBD Indramayu belum juga hadir untuk melakukan tindakan penanganan bencana.

"Kami kesulitan air bersih dan tidak jarang kekurangan makanan, namun dalam kondisi darurat seperti ini BPBD belum juga turun," keluhnya.

Sementara itu, pihak Pemdes setempat sudah kewalahan untuk menangani musibah yang menimpa warganya, diperhadapkan pada kondisi dapur umum yang ada atas upaya Pemdes tidak mampu mengcover kebutuhan warga secara keseluruhan. 

Kepala Desa Eretan Wetan, Edi Suhaedi, mengatakan,  banjir yang menimpa desanya kerap terjadi berulang - ulang setiap air pasang,  namun untuk kali ini berbarengan dengan musim penghujan baik di wilayah setempat ditambah kiriman air pembuang dari wilayah selatan sehingga permukaan air naik dan merendam hampir seluruh pemukiman warga. 

"Banjir rob kerap terjadi pada saat air pasang dan air laut masuk ke sebagian pemukiman warga, namun untuk banjir di musim penghujan hampir seluruh pemukiman tergenang, " ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu,(13/1/2021). 

Edi mengakui,  bencana yang menimpa warga saat ini sudah berlangsung tiga hari akan tetapi pihak BPBD belum juga turun,  sehingga untuk penanggulangan sementara pihaknya menyediakan secara pribadi membuka dapur umum, meskipun begitu hanya mampu mensuplay sebagaian warga saja. 

"Banjir sudah berlangsung tiga hari BPBD masih belum turun,  selama itu pula kami secara pribadi membuka dapur umum namun karena keterbatasan anggaran sehingga tidak dapat mengcover warga secara keseluruhan,"ungkapnya. 

Terpisah,  Plt Sekertaris BPBD kabupaten Indramayu,  Caya, mengatakan, untuk mengatasi permasalah banjir di tiga Desa wilayah Kecamatan Kandanghaut, butuh penanganan serius karena berkaitan dengan air pasang dari laut.

Menyikapi hal itu pihaknya bersama anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan sudah meninjau potensi lokasi bencana rob guna mengetahui kondisi yang sebenarnya pada bulan Desember 2020 lalu, hingga kemudian dilakukan diskusi bersama Kuwu Eretan Wetan, Kuwu Eretan Kulon dan Kuwu Kertawinangun serta Desa Ilir, guna membahas permasalahan teknis penanggulangan banjir rob tersebut. 

"Untuk penanggulangan sementara diawali dengan perbaikan tanggul penahan gelombang oleh pihak BBWSC yang bersifat emergency, adapun untuk selanjutnya akan dibuat penataan secara tekhnis dan pada saat itu pula diberikan bantuan berupa sembako untuk masyarakat setempat, " terangnya. 

Terkait musibah banjir di musim penghujan,  Caya menambahkan,  bencana banjir bukan hanya di wilayah Kandanghaur yang berada di bagian hilir saja melainkan melanda beberapa wilayah kecamatan  lain di Kabupaten Indramayu dan tim BPBD sedang mengatasi permasalahan banjir di bagian hulu untuk kemudian ke bagian hilir. 

"Nanti setelah dihulu teratasi kami akan ke wilayah hilir, mudah2an hari ini kami bisa ke Eretan," imbuhnya. 


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Robi Cahyadi
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive