Bahas Pilwu, Tiga Kali Rapat, Tiga Kali Rubah Ada Apa ?

Bahas Pilwu, Tiga Kali Rapat, Tiga Kali Rubah Ada Apa ?

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Pembahasan Penentuan kapan pelaksanaan Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak yang bakal digelar bagi 171 Desa di Kabupaten Indramayu masih belum ada kejelasan. Bahkan tiga kali DPRD Indramayu mengundang eksekutif, tiga kali pula perubahan jadwal dan tahapan yang sudah disampaikan dalam pembahasan rapat, hingga mengundang tanda tanya apa dibalik ini semua.

Ketua Komisi 1 DPRD Indramayu, Lyana Listia Dewi, mengungkapkan, beberapa waktu lalu Komisi 1 mendorong Pilwu Serentak bisa dilaksanakan pada tanggal 7 April 2021, sebagaimana hasil rapat dengan DPMD pada tanggal 23 Desember 2020. Bahkan hasil rapat tanggal 5 Januari 2021 lalu, DPMD menyampaikan Pilwu Serentak bisa dilaksanakan tanggal 19 Mei 2021.

Tetapi, hasil rapat hari ini ternyata pihak DPMD menjadwalkan Pilwu Serentak rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2021 dengan beberapa pertimbangan. Seperti adanya hari libur, cuti bersama dan lainnya.

"Kesimpulan hasil rapat hari ini, Komisi 1 DPRD Indramayu tetap mendorong Pilwu serentak dapat dilaksanakan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2021. Setelah dilakukan evaluasi, Komisi 1 berkeinginan Pilwu Serentak bisa dilaksanakan tanggal 5 Mei 2021 dan tahapannya dapat dimulai tanggal 19 Januari 2021," tuturnya kepada wartawan.

Belum adanya kesepakatan kapan waktu pelaksanaan Pilwu serentak, disebabkan pihak DPMD akan melaporkan ke Plt Bupati dan Sekda.

Menurutnya, Komisi 1 DPRD Indramayu, menjadwalkan secepatnya bisa dilaksanakan berdasarkan aspirasi dari masyarakat, mengingat manakala Pilwu Serentak dilaksanakan tanggal 2 Juni 2021 maka jabatan pejabat (Pj) kuwu terlalu lama.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah jangan terlalu lama dalam menentukan jadwal Pilwu.Sehingga, berimbas terhadap jabatan Pj kuwu akan lama. Sementara salah satu tugas Pj adalah mengantarkan pelaksanaan Pilwu.

"Berharap, kepada masyarakat maupun para calon kuwu yang akan mengikuti Pilwu Serentak 2021 agar bersabar. Karena, baik eksekutif maupun legislatif akan memikirkan yang terbaik," ungkapnya.

Terpisah Kepala DPMD setempat, Sugeng Heryanto melalui Plt Sekretaris, Kadmidi mengatakan, masalah jadwal Pilwu bukan persoalan mundur karena pihaknya mengacu pada surat Kemendagri Nomor : 172, intinya pelaksanaan pilwu serentak di masa pandemi Covid-19 harus mematuhi aturan protokol kesehatan.

Dengan demikian, harus dilakukan pengkajian kembali, terkait masalah biaya pelaksanaan pilwu semula dianggarkan sebesar Rp 26 miliar, sebab mengacu pada surat Kemendagri maka pelaksanaan tidak bisa dilakukan satu titik dan sesuai rapat badan anggaran (Banggar DPRD-Red) tanggal 30 Desember 2020. Biaya pilwu ada tambahan sebesar Rp 10 miliar, sehingga jumlah total mencapai Rp 36 miliar.

"Terkait jadwal pelaksanaan pilwu yang belum ada titik temu, memang harus dikaji kembali mengingat tahapan penyelenggaraannya apakah bisa dijadwalkan sebelum lebaran sesuai jadwal dari Komisi 1. Tetapi, jika tahapan pilwu sampai bulan Mei 2021 ternyata tahapannya tidak terjangkau maka alternatif lain yakni pada bulan Juni 2021. Soal waktu harus dikaji ulang, karena tidak bisa dilakukan pada satu titik dan pihak panitia pilwu harus menyediakan tempat pemungutan suara (TPS) sekitar 1.807 unit," katanya. 


Penulis: A. Nugraha
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive