Jelang Akhir Masa Jabatan, Kuwu Kedungwungu Pamitan

Jelang Akhir Masa Jabatan, Kuwu Kedungwungu Pamitan
INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Kepala Desa Kedungwungu, Ahmad Fuadi berpamitan dengan masyarakatnya sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan pada tanggal 15 Januari 2021 nanti. 
 
Ia menceritakan pengalamannya dari proses awal maju menjadi Kepala Desa Kedungwungu hingga diujung masa jabatannya.
 
Menurutnya, sebelum proses Pemilihan Kuwu pada enam tahun yang lalu, dirinya tidak pernah memiliki bayangan menjadi seorang kuwu di desanya. Karena baginya, jabatan seorang kuwu adalah amanah yang berat. Namun karena dorongan dari berbagai pihak dan rasa ingin mengabdi, hingga akhirnya memilih untuk melangkah maju.  
 
Meski demikian, ia mengakui langkahnya itu bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi, ia harus berkompetisi dengan seorang ulama di kampunya yang paling ia hormati. 
 
"Wajar jika ada percikan konflik saat proses pemilihan kala waktu itu. Saya meyakini semua adalah proses politik yang harus saya jalani," ucapnya.
 
Hingga akhirnya, Pemilihan kuwu pada enam tahun yang lalu atau pada Rabu, (10/12/2014), dirinya dipercaya masyarakat untuk bisa memimpin di Desa Kedungwungu periode 2015-2021.
 
"Mayoritas masyarakat telah memilih saya. Amanah akhirnya datang di pundak ini. Berat? Itu pasti seorang yang masih muda harus memimpin ribuan orang itu bukan persoalan mudah. Ada banyak hal yang harus saya pelajari dan adaptasi," tuturnya.
 
Tanggung jawab besar pun mulai ia pikul di pundaknya setelah resmi dilantik menjadi kuwu pada 15 Januari 2015 lalu, untuk bisa menangani persoalan tentang desanya agar bisa lebih maju lagi.
 
"15 Januari 2015 saya dilantik hari itu juga semua persoalan tentang desa dan segala hiruk pikuknya menjadi tanggung jawab saya. Perlahan tapi pasti saya mulai tahu tentang arti pengabdian. Tentang keluh kesah masyarakat tentang pentingnya infrastruktur. Dan banyak hal lain yang menurut saya memerlukan penyelesaian," katanya.
 
Ia pun menyadari betul, bahwa membangun desa menjadi lebih baik itu tidaklah mudah. Dan jabatannya sebagai kuwu di desanya, bukan untuk memuaskan kekuasaan pribadinya. Sehingga dirinya berpegang teguh dengan prinsip desa.
 
"Saya sadar membangun desa bukan seperti membuat istana dari tanah liat. Desa bukan sekadar tempat untuk memuaskan kekuasaan pribadi namun desa adalah sumber kehidupan. Dari sinilah saya mulai menjalani amanah itu dengan benar-benar berpegang teguh atas prinsip desa adalah kehidupan," akunya.
 
Jabatan dan amanah dari masyarakat untuk memimpin Desa Kedungwungu, ia tak sia-siakan untuk terus membangun dan melayani masyarakatnya semaksimal mungkin sebagai wujud pengabdiannya kepada masyarakat.
 
"Pembangunan dan pelayanan telah saya maksimalkan. Meski orang lain menganggap itu biasa biasa saja. Tapi bagi saya itu adalah capaian yang penuh kerja keras," ungkapnya.
 
Hingga akhirnya, pengabdiannya selama enam tahun menjadi kuwu akan segera berakhir pada 15 Januari 2021 nanti. Meski nanti dirinya tidak lagi menjadi seorang kuwu didesanya, namun dirinya akan terus mengabdi untuk desanya. 
 
"Nanti, 15 Januari 2021 saya harus meletakkan amanah Kuwu. Masa pengabdian saya telah usai. Namun bukan berarti saya akan diam dan berpangku tangan. Arah juang saya tetap sama. Saya akan tetap mengabdi untuk desa meski bukan seorang Kuwu. Selagi, Kuwu hanya simbol saja. Siapapun bisa untuk mengabdi untuk desanya," katanya.
 
Di masa akhir jabatannya yang tinggal sepekan lagi, dirinya menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Desa Kedungwungu jika selama menjabat sebagai kuwu yang telah berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja sebaik-baiknya, belum bisa mewujudkan semua keinginan masyarakat.
 
"Kepada masyarakat Kedungwungu, saya sadar sekali bahwa saya bukan pemimpin yang sempurna. Saya bukan pemimpin yang jauh dari kata memuaskan. Namun, di hati yang paling dalam saya telah berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja sebaik baiknya. Maafkan segala kesalahan saya jika itu membuat hati bapak/ibu dan saudara-saudari terluka," pintanya.
 
Ia mengajak kepada seluruh masyarakat Desa Kedungwungu selepas kepemimpinannya sebagai Kuwu, untuk tetap mengawal dan mensukseskan program desa bersama-sama.
 
"Akhir kata, tidak ada pemimpin yang terlatih namun adanya adalah pemimpin yang terus berlatih. Siapapun yang akan menjadi Pj di desa kita nanti mari kita kawal dan sukseskan bersama." Tutupnya.

Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Abdul Jaelani
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive