Diduga Tercemar Limbah, Tanaman Padi Mati Mendadak

Diduga Tercemar Limbah, Tanaman Padi Mati Mendadak
SUKRA, (Fokuspantura.com),- Sejumlah petani Desa Sumuradem Kecamatan Sukra, merasa kecewa. Pasalnya tanaman padi yang berada diareal lahan sekitar PLTU Indramayu, mati. Hal itu diduga akibat tercemar limbah perusahaan pembangkit listrik yang berbahan bakar batubara tersebut.
 
Seperti diungkapkan Kepala Desa Sumuradem, H. Tasmarih, ketika ditemui diruang kerjanya, Senin (21/10/2019), mengatakan, beberapa petani penggarap merasa kaget sekaligus kecewa karena tanaman padi yang baru berusia beberapa minggu tiba - tiba terlihat layu dan mati, kejadian  tersebut baru pertama kali dialami petani selama bercocok tanam, kalaupun pernah terjadi tanaman mati hingga mengakibatkan gagal panen biasanya disebabkan oleh kelangkaan air atau hama tertentu, sedangkan untuk saat ini ketersediaan air untuk areal tersebut bisa dibilang aman, sehingga mereka menduga matinya tanaman padi tersebut akibat pencemaran limbah PLTU.
 
"Karena posisinya berdekatan dengan PLTU sehingga petani menduga tanaman padinya mati akibat tercemar limbah PLTU," ungkapnya.
 
Menanggapi pemasalahan tersebut, GM. PT. PJB UBJOM PLTU Indramayu, yang disampaikan Manager Administrasi dan Keuangan, M.Najib, melalui pesan Whataps, mengatakan, belum bisa dipastikan bahwa matinya tanaman padi tersebut akibat tercemar limbah PLTU dan untuk saat ini pihaknya bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Sukra sedang dilakukan evaluasi, dengan tahapan sebagai berikut, cek lokasi yang dianggap oleh petani dampak debu batu bara bersama Polsek Patrol,  lalu mengundang PPL Pertanian Kecamatan untuk meneliti penyebab kematian, kemudian pihak PPL Pertanian bersama Desa dan Kecamatan akan menyampaikan hasil penelitian adapun waktunya belum ditentukan oleh pihak PPL Pertanian.
 
"Belum bisa dipastikan penyebab matinya tanaman padi tersebut, saat ini tengah dilakukan evaluasi lalu pihak PPL Pertanian Kecamatan Sukra akan menyampaikan hasil penelitan bersama Pemdes, pihak Kecamatan dan Polsek, adapun waktunya belum ditentukan," terangnya.
 
Sementara, PPL Pertanian Kecamatan Sukra, Darsono, diruang kerjanya, mengatakan, dari hasil uji petik di sejumlah titik didapati kadar PH tanah diareal tersebut rendah, yakni dibawah 5,5. Sedangkan untuk taman padi dapat tumbuh pada kondisi lahan dengan PH tanah 5,5 - 6,5, jadi untuk kesimpulan sementara matinya tanaman tersebut akibat PH tanah rendah sehingga perlu penanggulangan dengan aplikasi olah lahan guna menaikan PH tanah sesuai kebutuhan tanaman padi.
 
"Alat yang kami miliki sebatas PH meter sehingga hanya mampu mengukur kadar PH saja, adapun mengenai kadar pencemaran kami tidak memiliki instrumen untuk menguji tingkat pencemaran batubara baik limbah yang ada dibawah ataupun debu batubara itu sendiri," tandasnya.

Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Robi Cahyadi
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive