Survei LSI, Kecenderungan Perilaku Pemilih di Indramayu Pragmatis

Survei LSI, Kecenderungan Perilaku Pemilih di Indramayu Pragmatis
INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Analisis hasil survei Citra Komunikasi Lingkas Survei Indonesia (Cikom-LSI) dengan preferensi pemilih pada Pilkada Indramayu, kecenderungan Bakal Calon Bupati yang tak memiliki modal kuat bakal tak dilirik oleh pemilih. Mengingat dua hal yang memiliki daya rusak pilihan publik terhadap calon yakni Money Politik dan Tsunami Politik masih menjadi tren pada Pilkada Indramayu 9 Desember 2020 mendatang.
 
Temuan LSI, dalam paparan yang disampaikan di Grand Hotel Trisula, Kamis(9/7/2020) kemarin, mengisyaratkan jika ada kecenderungan perilaku pragmatis pemilih di Indramayu yang menganggap Money Politik masih sangat wajar sekitar 6,8 persen dan cukup wajar sebesar 50 persen. Data analisis tersebut jika digabungkan lebih dari 50 persen publik di Indramayu menganggap wajar terjadinya Money Politik pada pelaksanaan Pilkada mendatang.
 
"Dengan kata lain,  mayoritas pemilih dan warga Indramayu senang dan suka jika ada yang melakukan Money Politik," kata Direktur Eksekutif Cikom LSI Network Denny JA, Toto Izul Fatah, dalam paparan bertajuk "Peta Prefelensi Pemilih Jelang Pilkada Indramayu 2020" ini.
 
Menurutnya, gambaran pengakuan publik atas pengaruh Money Politik sangat berpengaruh 14,8 persen dan cukup berpengaruh 38 persen sebagai kekuatan dalam memberikan keyakinan kepada publik melalui goodnews sebagai calon dengan kapitalis besar dan akan menjadi Badnews bagi calon yang bermodal pas Pasan.
 
"Diluar kontek cara - cara kotor tersebut akan merusak tatanan demokrasi yang sehat dan kuat," terangnya.
 
Data analisi LSI tersebut, sangat mendekati kebenaran, jika perilaku masyarakat Indramayu saat ini masih pragmatis menghadapi hampir setiap gelaran pemilu termasuk yang mungkin tak kalah seru saat Pilkades mendatang.
 
Pada momentum politik apapun, belum ditemukan sosok kandidat yang tak menebar amplop untuk pemilih kemudian terpilih, walaupun secara kebetulan garis tangan sosok langka tersebut ada diantara para kandidat yang mengikuti proses pemilu dan terpilih dengan modal seadanya, kendati angkanya masih relatif kecil. Tetapi fakta kecenderungan pragmatis masih mendara daging dan membutuhkan ekstra keras Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar dapat mencegah dan meminimalisir gerakan kotor Money Politik yang selalu hadir ditengah-tengah masyarakat saat kontestasi pemilu digelar.

Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive