Cabup Populer Indramayu Versi PolMark Indonesia

Cabup Populer Indramayu Versi PolMark Indonesia

JELANG PILKADA Indramayu, lembaga survei nasional Polmark Research Center (PRC) PolMark Indonesia telah merilis Calon Bupati (Cabup) Indramayu, Jawa Barat yang memiliki tingkat popularitas dan kedisukaan oleh responden. Lembaga survei yang digawangi oleh Eep Syaefulloh Fatah ini, telah melakukan survei di Kabupaten Indramayu guna melakukan riset dan survei respon masyarakat terhadap kandidat para Bacabup yang ramai dibicarakan masyarakat.

Informasi yang diperoleh Fokuspantura.com, menyebutkan, hasil survei PolMark Indonesia  melalui penjajagan kepada responden dengan pertanyaan apakah mendengar tokoh dibawah ini, kalau kenal ibu/bapak/ saudara suka atau tidak suka dengan nama tersebut. Hasilnya adalah Bacabup Taufik Hidayat dikenal 35 persen disukai 19.3 persen, disusul Daniel Muttaqien Syafiudin, dikenal 34,5 persen, disukai 19,3 persen. Ahmad Syatori dikenal 24,5 persen, disukai 17 persen, Dedi Rohendi dikenal 18,4 persen, disukai 12,7 persen, Syaefudin, dikenal 17 persen, disukai 13,6 persen, Edy Masyhudi dikenal 16,6 persen, disukai 8 persen,  Abas Ayasfah Abdul Jalil dikenal 13 persen, disukai 7,5 persen. Amy Anggraeni dikenal 13 persen, disukai 8,4 persen. Toto Sucartono dikenal 12,7 persen, disukai 7,7 persen, Hilal Hilmawan dikenal 12 persen, disukai 7 persen, Suwarto dikenal 11,8 persen, disukai 9,3 persen, Abdul Thalib dikenal 11,6 persen, disukai 7,7 persen dan Mohamad Solihin dikenal 7,8 persen, disukai 4,3 persen.

Sementara dalam kuisioner responden yang ditawarkan PolMark Indonesia kenal dekat dengan beliau - beliau hanya 6,2 persen, sosok merakyat peduli dengan warga masyarakat hanya 3,9 persen. Terbukti berpengaruh hanya 3 persen, diyaniki mampu memimpin hanya 2,1 persen sementara pilihan responden terhadap figur populer yang jujur dan tidak korupsi hanya 1,5 persen dan masih rahasia atau tertutup untuk mengutarakan pendapat 10 persen.

Adapun hasil survei tingkat elektabilitas tertutup Bacabup Indramayu yang sudah dilakukan penjajagan, sepuluh besar,  nama Daniel Muttaqin Syafiudin memperoleh 10 persen, Taufik Hidayat 5,7 persen, Syaefudin 3,2 persen, Ahmad Syatorih 3 persen, Dedi Rohendi 2,3 persen, Mohamad Solihin 2,3 persen, Abas Asyafah  1,6 persen, Amy Anggraeni 1,6 persen, Cecep Ferdi 1,6 persen dan Toto Sucartono 1,1 persen, dengan undecided voter 62,5 persen, tingkat rahasia 18 persen dan tidak tahu 44,5 persen.

Tingkat elektabilitas dan kemantapan responden terhadap 10 tokoh dan Bacabup Indramayu, responden memilih  Daniel Muttaqin Syaefudin sebesar 10 persen dan tingkat kemantapan 3,9 persen. Memilih Taufik Hidayat 5,7 persen, tingkat kemantapan 2,3 persen, memilih Syaefudin 3,2 persen, mantap memilih 1,1 persen, memilih Ahmad Syatorih 3 persen, mantap memilih 1,6 persen, memilih Dedi Rohendi 2,3 persen, mantap memilih 0,7 persen, memilih Mohamad Solihin 2,3 persen, mantap memilih 1,8 persen. Memilih Abas Asyafah 1,6 persen, mantap memilih 0,5 persen. Memilih Toto Sucartono 1,1 persen dan mantap memilih 0,7 persen.

Yang menjadi perhatian publik dari hasil survei khusu untuk Bacabup Partai Golkar itu, ada beberapa nama diluar Bacabup Golkar yang masuk nominasi, seperti Mohamad Solihin, Edy Masyhudi, Toto Sucartono dan Abas Asyafah Abdul Jalil ikut dalam bursa survei.

Sementara itu, ada nama yang melejit masuk nominasi tokoh Bacabup populer dan tingkat elektabilitas lumayan bagus yakni mantan Kadinkes Indramayu Dedi Rohendi, sosok yang belum melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat justru menduduki posisi lima besar sebagai tokoh populer.

Plt.Ketua DPD Partai Golkar, Sukim Nur Arif mengatakan, DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu menyampaikan hasil survei sementara Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Indramayu yang dilakukan oleh lembaga survei Polmark Indonesia.

Berdasarkan survei itu, dari 16 balon bupati dan wakil bupati yang mengikuti penjaringan di Partai Golkar (PG) Indramayu sesuai mekanisme telah tersaring 10 nama. Namun 10 nama itu belum bisa disampaikan ke publik.

“Hasil survei sementara sudah diketahui para kandidat balon bupati dan wakil bupati namun hasilnya belum bisa disampikan ke publik. Nama-nama 10 kandidat akan dibahas oleh tim penjaringan. Kemudian akan diplenokan. Hasilnya akan diusulkan ke DPD PG Provinsi Jawa Barat,” katanya dalam konferensi pers kemarin.

Menurutnya, tugas DPD PG bukan hanya mengantarkan elektabilitas para balon bupati tetapi juga meningkatkan elektabilitas Partai Golkar di Indramayu.

Soal pilkada kata Sukim, ada juklaknya. Dalam juklak itu disebutkan salah satu mekanisme yang dipakai adalah harus dilakukan survei oleh lembaga survei. Lembaga survei yang ditunjuk DPP PG diantaranya Polmak Indonesia.

“Polmark sudah merilis hasilnya. Namun hasilnya belum bisa disampaikan ke publik. Kita tunggu pleno tim penjaringan,” katanya.

Sementara siapa (balon) yang akan direkomendasi itu diserahkan kepada Tim Pilkada PG Indramayu, tentunya disesuaikan dengan aturan partai yang sudah ditetapkan oleh DPP PG.

 

 


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive