KPU Indramayu Umumkan Tahapan Pilkada 2020

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sudah memulai tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak pemilihan bupati dan wakil bupati pada 23 September 2020. Salah satu agenda perdana yang digagas adalah Sosialisasi Kepada Media tentang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Tahun 2020.

Komisioner KPU Kabupaten Indramayu, Dewi Nurmalasari, meminta peran serta media untuk menyampaikan informasi kepada publik dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi menggunakan hak pilihnya.

"Tahapan Pilkada Serentak 2020 saat ini sudah dimulai,"ujarnya disela – sela acara sosialisasi bersama awak media, awal pekan kemarin, Selasa (17/12/2019).

tahapan pilkada indamayu

Ia menjelasakan tahapan Pilkada Indramayu diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat sejak 1 November 2019 – 22 September 2020, pemberitahuan dan pendaftaran pemantau pemilihan 1 November 2019 – 16 September 2020, dan pengumuman syarat minimal dukungan pasangan calon perseorangan pada 3 – 16 Desember 2019.

Tahapan lainnya adalah pembentukan PPK pada 15 Januari – 14 Februari 2020 dan pembentukan PPS pada 15 Februari – 14 Maret 2020, penyerahan syarat dukungan bakal pasangan calon perseorangan bupati dan wakil bupati kepada KPU kabupaten/kota pada 19 – 23 Februari 2020.

Selain itu, pembentukan PPDP pada 26 Maret – 15 April 2020, penyerahan perbaikan syarat dukungan calon perseorangan pada 29 April – 1 Mei 2020, pendaftaran pasangan calon pada 16 – 18 Juni 2020, penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati dan masa kampanye 11 Juli – 19 September 2020.

"Untuk pemungutan dan penghitungan suara di TPS akan dilakukan pada 23 September 2020," ujar Dewi.

Dewi meminta agar masyarakat di Kabupaten Indramayu bisa menggunakan hak pilihnya pada 23 September 2020 mendatang. Dia berharap, tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak nanti bisa tinggi. 

Target Angka Partisipasi Pemilih Pilkada Indramayu 77,5 Persen

tahapan pilkada 2

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu menargetkan angka partisipasi pemilih pada pelaksanan pemilihan bupati dan wakil bupati Indramayu tahun 2020 di angka 77,5 persen. Namun, faktor pekerjaan sebagian masyarakat Kabupaten Indramayu menjadi kendala dalam pencapaian target tersebut.

"PR (yang dihadapi dalam pencapaian target partisipasi adalah) adalah masalah TKI, nelayan dan petani," ujar Ketua KPU Indramayu, Ahmad Toni Fathoni, usai menghadiri pelantikan Anggota Panwascam se- Indramayu, Senin (23/12/2019) kemarin.

Kendala yang selama ini dihadapi dalam menaikkan angka partisipasi pemilih pada pemilu sebelumnya, disebabkan banyak warga Kabupaten Indramayu selama ini menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Mereka tidak bisa pulang untuk menyalurkan suaranya dalam pilkada.

Selain itu, tak sedikit pula warga Kabupaten Indramayu yang bekerja sebagai nelayan di kapal-kapal besar. Mereka biasa melaut hingga berbulan-bulan lamanya ke berbagai perairan di Indonesia, seperti Sumatera, Kaimantan dan Papua.

Para nelayan itu juga tak bisa mendadak pulang untuk mencoblos dalam pilkada. Padahal, mereka terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Begitu pula dengan petani, terutama buruh tani. Mereka biasanya memilih tetap bekerja di sawah jika pilkada bertepatan dengan musim tanam atau musim panen.

"Kami akan koordinasi dengan juragan-juragan kapal dan petani untuk menghadapi kondisi itu," kata Toni.

Selain itu, Toni juga akan berkoordinasi dengan Disnaker dan Bawaslu dalam menghadapi banyaknya warga yang menjadi TKI. Pihaknya pun akan memastikan apakah TKI itu masuk dlm DPT atau DPTb.

“Kendala – kenala itu yang akan kami urai satu persatu,” tandas Toni.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive