Jelang Pilkada, Bawaslu Indramayu Gelar Evaluasi Pemilu 2019

Jelang Pilkada, Bawaslu Indramayu Gelar Evaluasi Pemilu 2019

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 23 September 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Indramayu menggelar refleksi dan evaluasi pengawasan partisipatif pemilu 2019 dengan melibatkan tiga unsur pemuda, yakni mahasiswa, santri dan pemuda lintas agama di Hotel Wiwi Perkasa Indramayu, Selasa(24/12/2019) kemarin.

Ketua Bawaslu Indramayu, Nurhadi mengatakan dalam melakukan tugas pengawasan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020, Bawaslu akan menghadapi tantangan yang besar. Tantangan tersebut terkait dengan potensi kerawanan yang akan muncul, misalnya mahar politik dalam pencalonan, calon pemimpin bermasalah, money politik, kampanye hitam atau negatif, manipulasi laporan dana kampanye, politisasi birokrasi dan pejabat negara, politisasi sara dan suap terhadap penyelenggara Pemilu.

Oleh karena itu, Bawaslu bertanggung jawab untuk menyampaikan hasil evaluasi proses pengawasan dan penindakan selama pelaksanaan Pemilu 2019 lalu. Hal tersebut untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususya mahasiswa, santri dan pemuda lintas agama tentang kinerja Bawaslu pada proses pemilu sebelumnya.

“Setelah mengetahui kinerja Bawaslu, diharapkan bisa menambah gairah mereka untuk membantu mengawasi pelaksanaan Pilkada nanti,” tuturnya.

Agenda yang dilaksanakan di tiga lokasi yang berbeda itu, kegiatan dikemas sebagai upaya Bawaslu Kabupaten Indramayu dalam meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat.

Dalam kegiatan ini Bawaslu juga meminta saran dan masukan konstruktif dari para peserta demi perbaikan pelaksanaan pengawasan pilkada Indramayu nanti.

Terpisah, Anggota Bawaslu Kabupaten Indramayu, Supriadi mengajak mahasiswa untuk mengawal demokrasi, karena pemilihan umum secara langsung merupakan salah satu buah reformasi.

“Sejarah perjuangan reformasi merupakan torehan tinta emas bagi pergerakan mahasiswa, untuk itu agar buah reformasi bisa berjalan sesuai dengan harapan kita bersama, mahasiswa mempunyai tugas mengawal demokrasi,” katanya saat membuka kegiatan refleksi dan evaluasi pengawasan partisipatif pemilu 2019 bersama mahasiswa di Aula Puspihat Haji Indramayu, Selasa (24/12/2019)

Ia mengajak mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif, menjadi pemantau pemilu atau menjadi bagian langsung dari penyelenggara pemilu baik menjadi pengawas pemilu maupun menjadi PPK atau PPS.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga itupun mengungkapkan, catatan pengawasan pemilu 2019 terkait rendahnya pengawasan partisipatif masyarakat, pelaksanaan teknis pemilu yang beresiko pada penyelenggara dan wacana pemilu serentak pada 2024. Untuk itu, lanjut dia pemikiran-pemikiran segar dan kritis dari mahasiswa sangat dibutuhkan untuk mengawal demokrasi.

 “Kita sudah melahirkan satu tatanan yang berubah drastis, dari pemerintahan yang otoritarian menjadi pemerintahan yang reformis dan terbuka, untuk itu kita harus terlibat langsung dalam pengawasan partisipatif,”tuturnya.

Refleksi dan Evaluasi Pengawasan Pemilu Partisipatif bersama Mahasiswa dihadiri perwakilan mahasiswa dari perguruan tinggi di kabupaten Indramayu, kegiatan ini dimaksudkan sebagai langkah koordinasi membangun kesepahaman bersama Mahasiswa terhadap proses pengawasan Pemilihan Umum Tahun 2019.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu menargetkan angka partisipasi pemilih pada pelaksanan pemilihan bupati dan wakil bupati Indramayu tahun 2020 di angka 77,5 persen. Namun, faktor pekerjaan sebagian masyarakat Kabupaten Indramayu menjadi kendala dalam pencapaian target tersebut.

"PR (yang dihadapi dalam pencapaian target partisipasi adalah) adalah masalah TKI, nelayan dan petani," ujar Ketua KPU Indramayu, Ahmad Toni Fathoni, usai menghadiri pelantikan Anggota Panwascam se- Indramayu, Senin (23/12/2019) kemarin.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive