Pasangan TORA Kembali Berlaga Pilkada 2020

Pasangan TORA Kembali Berlaga Pilkada 2020

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Kontestasi Pilkada Indramayu tahun 2020 semakin menghangat dengan hadirnya dua kandidat Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu yang dahulu pesaing berat petahana pada ajang Pilkada 2015 silam. Pasangan Toto Sucartono – Rasta Wiguna (TORA) pada Pilkada 2020 nanti sudah mulai menampakkan diri untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup).

Toto Sucartono latar belakang profesional resmi dilamar untuk maju Cabup lewat Partai Gerindra Indramayu, sementara Rasta Wiguna Politisi PKB resmi mendaftar lewat Desk Pilkada PKB Indramayu. Kedua sosok yang pernah mendulang perolehan suara 44 persen lewat dukungan koalisi PDI Perjuangan, PKB dan Nasdem pada Pilkada 2015 silam, akankah menjadi satu kekuatan baru melawan incumben dan petahana yang diusung oleh Partai Golkar dan koalisi partai lain.

Kendati perjalanan tahapan Pilkada 2020 masih panjang menuju tiket resmi siapa yang bakal manggung pada kontestasi pesta demokrasi lima tahunan, namun upaya sosialisasi dan pencitraan masing – masing kandidat semakin meyakinkan masyarakat dengan jargon perubahan.

Wakil Sekretaris DPW PKB Jawa Barat, Adlan Daie, mengatakan kehadiran kembali H. Rasta Wiguna dalam kontestasi Pilkada Indramayu 2020, sinyal baru perlawanan rezim ditengah kondisi politik Indramayu pasca OTT KPK, kendati merekonstruksi peta elektoral H.Rasta Wiguna dalam proyeksi Pilkada Indramayu nanti masih terlalu jauh untuk membaca proses internal masing-masing partai untuk menjalin aliansi taktis dalam suatu kerjasama koalisi politik.

“Dinamika proses koalisi inilah yang sulit di deteksi dan dibaca kemungkinannya, tak terjangkau oleh metode survei sekalipun tentang komposisi koalisi dan paket pasangan calon bupati dan wakli bupatinya,”katanya dalam rilis yang ditulis Inikoran.com.

Menurutnya, membaca H. Rasta Wiguna dalam konteks Pilkada Indramayu 2020, diletakkan secara elektoral dalam peta keikutsertaannya pada Pilkada Indramayu tahun 2015. Sebuah modal sosial dan elektoral dimana H.Rasta sebagai calon wakil bupati Indramayu  berpasangan dengan Toto Sucartono dalam poros koalisi PDIP, PKB dan Nasdem dengan modal sangat minimalis mampu meraih angka elektoral sebesar 44%, terpaut 11%, dibawah angka elektoral pasangan Hj. Ana Shopanah-Supendi (ANDI),  pasangan pemenang Pilkada Indramayu 2015 yang diback up jaringan raksasa lingkar petahana dalam suasana tegak lurus, tidak diterpa angin puting beliung kasus OTT KPK yang sangat memalukan, merusak marwah dan martabat masyarakat Indramayu.

Pertanyaannya, mampukah H.Rasta Wiguna mempertautkan koalisi besar sehingga terulang kembali kontestasi head to head dengan petahana, setidaknya minimal koalisi PDIP dan PKB serta menemukan sosok calon wakil bupati pasangannya kelak yang mampu mendesain orkestrasi politik yang saling menambal sisi logistik dan elektoral satu sama lain dengan di back up tim pemenangan bukan saja menguasai kerja-kerja teknis lapangan melainkan dari hulu dipandu tim GPS, proyektor pemetaan potensi pemenangan elektoral dan branding isu isu kontekstualnya?

“Inilah pertanyaan-pertanyaan tersisa yang harus dijawab H. Rasta Wiguna untuk menapak dan mendaki proses tahapan pilkada dalam kerangka memperkuat modal dan elektoral yang telah dimilikinya di atas menuju sukses kontestasi Pilkada Indramayu 2020,” tuturnya menambahkan dalam rilis tersebut.

Dewan Penasehan Partai Nasdem Kabupaten Indramayu, Suyatno Kancil mengungkapkan, sampai dengan saat ini, pihaknya belum memunculkan figur yang bakal diusung partainya. Namun pihaknya memiliki sebuah komitmen besar terhadap perubahan Indramayu. Kondisi Indramayu yang sedang krisis figur, dibutuhkan sosok pemimpin yang memilki ketokohan, kinerja , aspiratif , SDM dan wawasan luas.

Pasca peristiwa OTT Bupati Indramayu Nonaktif yang juga ketua partai, menyebabkan iklim demokrasi di Indramayu tak semasiv perjalanan Pilkada 2015 lalu, lalu kemanakah arah kebijakan Partai Nasdem menangkap situasi saat ini, dimana partai besutan Surya Paloh lebih jeli dalam menangkap sosok figur baru yang bakal diusung ? apakah dalam lingkaran petahana atau sosok suasana batin yang pro perubahan.

Namun yang jelas, pihaknya mengembalikan komitmen figur Pilkada 2020 nanti, adalah pada sosok yang sudah memiliki elektabilitas, popularitas dan integritas dalam membawa Indramayu lima tahun kedepan kearah lebih baik. Toto Sucartono merupakan sosok yang dulu pernah dia usung dan kans elektabilitas hingga lima tahun berjalan masih diatas figur – figur yang hari ini muncul sebagai kandidat Bacabup Indramayu dari seluruh parpol yang sudah melakukan proses penjaringan.

“Kecuali jika muncul figur baru yang memiliki elektabilitas diatas Toto dan mempunyai visi misi yang sama dengan Partai Nasdem, namun kecenderungan saat ini Toto Sucartono masih kuat,” tuturnya saat dimintai pendapat terkait konstelasi politik jelang Pilkada, Kamis (20/11/2019).

Momentum Pilkada Indramayu 2020 yang dihentak dengan kasus OTT KPK telah merubah strategi politik petahana yang sebelumnya sudah diumumkan untuk mengusung duet Supendi – Taufik dari Partai Golkar saat pertemuan para pengurus dan kader partai di Padalarang beberapa bulan kemarin kikis ditengah jalan. Akankah pasangan TORA akan kembali berlaga pada Pilkada 2020 nanti dengan kemasan utuh dan gaya stategi lebih masif. Di tangan para tokoh dan politisilah tugas dan tanggungjawab untuk benar-benar mewujudkan hadirnya perubahan melalui mekanisme konstitusional Pilkada Indramayu 2020. 


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive