Suara Koalisi Pecah, Taufik Hidayat Melenggang Wabup Indramayu

Suara Koalisi Pecah, Taufik Hidayat Melenggang Wabup Indramayu

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Hasil pemilihan Wakil Bupati Indramayu oleh 47 anggota DPRD periode 2014 – 2019 kemarin, telah menghantarkan Mantan Ketua DPRD Indramayu, Taufik Hidayat memperoleh dukungan secara aklamasi oleh lima Fraksi di DPRD sebagai Wakil Bupati Indramayu terpilih menumbangkan calon nomor urut 2 Agung Mardianto.

Proses pemilihan yang berlangsung,Rabu(7/8/2019) di Ruang Utama DPRD Indramayu ini menjadi catatan sejarah bagi perpolitikan daerah pasca Pemilihan Legislatif (Pileg)2019 kemarin, dimana kekuatan partai pemenang pemilu di kota mangga, telah mampu menggerakkan lawan – lawan politik dalam bingkai koalisi Paslon Anna – Supendi (ANDI) untuk pecah dan memperoleh dukungan dari partai lain yang pada ahirnya Partai Golkar tetap mejadi jawara perpolitikan daerah saat ini.

“Sudah diprediksi dari awal, bahwa Taufik Hidayat akan memenangkan proses pemilihan dan menempati jabatan sebagai wakil bupati Indramayu,” kata Wakil Dekan FISIP Unwir Indramayu, Iman Sholeh menanggapi kondisi politik Indramayu saat ini.

Menurutnya, keberhasilan Taufik Hidayat, tidak lepas dari pasca pilpres 2019 serta hasil putusan MK yang memenangkan pasangan 01. Putusan ini otomatis akan membentuk peta politik baru pasca Pilpres hingga jelang pelantikan presiden dan wakil presiden pada Oktober nanti.

“Ini otomatis berkorelasi pada peta politik lokal khususnya di Indramayu berkaitan penentuan wakil bupati pasca naiknya H. Supendi sebagai bupati Indramayu,”tuturnya.

Ia menjelaskan, kemenangan yang signifikan pasangan 01 pada Pilpres 2019 kemarin, diakui atau tidak adalah keberhasilan mesin politik Golkar dan menunjukkan dominasi suara Golkar di Kabupaten Indramayu. Ini berdampak pada semakin percaya dirinya Golkar pada peta politik mutakhir kabupaten Indramayu dalam perspektif penetapan calon wakil bupati kabupaten Indramayu.

Dengan kata lain, jika memungkinkan Golkar harus yang menjadi posisi penentu siapa yang layak menjadi calon wakil bupati, dan itu tampaknya menjadi signal bagi partai pengusung dan partai pendukung agar lebih intens melakukan komunikasi politik dengan Golkar.

“Tak bisa dipungkiri lobby politik H. Supendi untuk menggolkan Taufik Hidayat tak lepas dari pemetaan politik mutakhir di tingkat pusat pasca Pilpres, sehingga tidak aneh jika terjadi peralihan suara koalisi ANDI dalam proses Pemilihan wakil bupati Indramayu.”imbuhnya.

Pecahnya koalisi ANDI pada saat – saat terakhir tampaknya sudah dipersiapkan dengan matang sebelumnya terutama suara dari Fraksi Gerindra dan Demokrat. Hasil ini tentunya akan membuat peta baru politik Indramayu jelang Pilkada Kabupaten Indaramayu Tahun 2021.

Ia menegaskan, pasca Pemilihan Wakil Bupati sebetulnya adalah masa krusial dimana tak lama lagi anggota dewan hasil pemilu 2019 dilantik. Walau secara faktual Golkar adalah pemenang pemilu 2019 di kabupaten Indramayu, tetapi komunikasi politik dan lobby untuk pembentukan koalisi baru jelang Pilkada Indramayu 2021 belum terbentuk.

Maka, sisa masa pemerintahan yang tinggal dua tahun, bisa jadi akan berjalan dengan mulus atau bahkan koalisi oposisi malah terbentuk dari anggota baru DPRD kabupaten Indramayu hasil pemilu 2019.

“Yang ditunggu publik adalah kerja nyata pasangan H. Supendi - Taufik Hidayat untuk melakukan perubahan - perubahan signifikan yang positif bagi masyarakat Indramayu.”pungkas Direktur Pusat Kajian dan Politik FISIP Unwir Indramayu ini.

Sementara itu pantauan dilapangan, Agung Mardiantor kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang semestinya mengantongi dukungan aklamasi dari Partai Demokrat dan Gerindra kandas dipersimpangan. Dalam tubuh koalisi yang dibangun ahir – ahir ini pecah ditengah jalan. Suara wakil rakyat dari partai Demokrat dan Gerindra memilih berlabuh dengan Fraksi PDI Perjuangan dan PKB diperkuat oleh sikap politik wakil rakyat dari Nasdem dan Hanura meninggalkan Fraksi PKS yang hanya dihadiri oleh tiga wakilnya di parlemen meloloskan politisi Partai Golkar Taufik Hidayat menjadi Wakil Bupati Indramayu sisa masa jabatan tahun 2016 - 2021.

Fraksi PDI Perjuangan Logis Memilih Kader Golkar

Terpilihnya Taufik Hidayat sebagai Wakil Bupati Indramayu menduduki posisi Supendi yang naik tahta menjadi Bupati Indramayu didukung oleh Fraksi PDI Perjuangan kabupaten Indramayu. Sikap politik fraksi parlemen yang selalu inten menyoroti kinerja pemerintahan, saat penentuan sikap politik pada pemilihan Wabup ini lunak dan tidak berseberangan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Sirojudin mengatakan dukungan partainya untuk memilih Taufiq Hidayat merupakan kesepakatan partainya dalam menentukan pilihan dan berpedoman pada hal- hal yang logis, lebih terukur dan trek record Taufik Hidayat sudah bisa difahami oleh sikap Fraksi.

“Pilihlah pemimpin yang terbaik di antara yang terbaik, Pililah yang terkenal dari yang kenal” tuturnya.

Menurut Sirojudin, selama ini partainya tidak pernah menjadi oposisi pemerintahan, tetapi PDI Perjuangan memposisikan sebagai partai yang selalu bersinergi dengan pemda. Terkait adanya rumor jual beli suara, Sirojudin membantahnya, Karena menurut Sirojudin tidak ada pilihan lain selain memilih Taufiq Hidayat, Sementara Agung Mardiyanto belum di ketahui trek recrod nya

“ Tidak mungkin membeli kucing dalam karung” terang Sirojudin


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Aripin
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive