Siapa Pengganti E2, Elit Parpol Berhitung

Siapa Pengganti E2, Elit Parpol Berhitung

INDRAMAYU, (Fokuspantura.com),- Pasca mundurnya Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah, digantikan H. Supendi sebagai Bupati Indramayu yang sudah resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Barat kemarin, dinamika politik mulai bergeser kepada permasalahan pengisian jabatan Wakil Bupati Indramayu.

Publik dibuat penasaran, siapakah pengganti Wakil Bupati Indramayu. Hal ini menjadi menarik ketika pemilihan wakil bupati sesuai dengan PERPPU No. 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Pemilihan Bupati/Wakil Bupati, serta Pemilihan Walikota/Wakil Walikota, dilakukan oleh DPRD yang di prakarsai oleh Panitia Pemilih (Panlih).

Direktur Pusat Kajian Sosial dan Politik Fisip Unwir Indramayu, Iman Soleh mengatakan ditengah - tengah kesibukan para anggota dewan dan partai politik berkampanye untuk pemilu legislatif l pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.  Hal kedua yang menarik bahwa pemilihan Wakil Bupati Indramayu akan dilakukan menjelang Pemilu Presiden yang hanya tinggal kurang dari 70 hari lagi dan tentunya akan berdampak pada pemilihan Wakil Bupati Indramayu semakin dinamis.

"Jika memperhatikan dinamika yang berlangsung, maka tampaknya partai politik pengusung dan pendukung ataupun partai-partai diluar itu mulai saling berhitung dan memunculkan nama-nama calon," katanya dalam pernyataan tertulis baru - baru ini.

Menurutnya,  secara aturan dan etika politik partai politik pengusung yakni Gerindra, PKS, dan Demokrat lebih berpeluang untuk mengisi jabatan wakil bupati Indramayu. Tetapi kalkulasi politik tidak selalu linear dengan realitas politik di lapangan. 

"Terpilihnya Ketua Fraksi Golkar H. Syaefudin sebagai Ketua Panitia Pemilihan Wakil  Bupati Indramayu, ada porsi tawar positif bagi Partai Golkar," katanya.

Selain itu, mulai beredar nama ketua DPRD Kabupaten Indramayu H. Taufik Hidayat sebagai calon kuat Wakil Bupati Indramayu menggantikan H. Supendi, bagian dari aspirasi politik yang harus dikawal. 

"Jika melihat dinamika di lapangan seperti itu, maka tampaknya Partai Golkar mulai unjuk gigi untuk memenangkan kontestasi ini dengan mengabaikan partai pengusung pada Pilkada 2015 yaitu Gerindra, PKS, dan Demokrat," imbuhnya.

Disisi lain partai pengusung pada Pilkada 2015 juga merasa lebih berhak memunculkan calon, katakanlah Gerindra dengan H. Kasan Basari, PKS dengan H. Suwarto, dan Demokrat dengan H. Sri Budihardjo. Pemunculan nama oleh masing2 partai pengusung dan pendukung akan memunculkan dinamika dan konflik kepentingan yang tinggi jelang pemilihan wakil bupati Indramayu.

Apalagi, jika kontestasi ini dikaitkan dengan kepentingan Pemilu Serentak 2019 baik pemilu legislatif, terutama pemilu presiden.  Betapa tidak partai pengusung dan pendukung pada 2015 sekarang secara kebetulan berada pada kubu koalisi yang berbeda. Partai Golkar berada pada koalisi 01 dan Partai Gerindra, PKS, dan Demokrat berada pada koalisi 02.

" Ini akan semakin menarik ketika PDIP dan PKB akan menjadi suara penentu pada pemilihan wakil bupati nantinya," pungkasnya.

Sementara itu, komunikasi politik sosok H.Taufik Hidayat yang digadang bakal mendampingi H.Supendi kien hangat bersama PDIP dan PKB, kendati itu semua sangat mungkin terjadi jika manuver partai koalisi pengusung Andi menerima tanpa syarat dan bisa didaftarkan kepada Panitia Pemilihan Wakil Bupati Indramayu nanti. Namun sinyal ketiga parpol pengusung sudah mengantongi beberapa nama yang akan didaftarkan sebuah tantangan baru bagi Taufik Hidayat agar dapat lenggang menabuk posisi E2.

Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra, H.Kasan Basari menyikapi dinamika politik pasca pelantikan Bupati Supendi menganggap adanya kepentingan para elit untuk merebut peluang partai pengusung dinili sangat wajar bisa terjadi, namun bording pass dari persoalan siapa pengganti E2 ada pada keputusasaan dan rekomendasi ketiga partai pengusung.

"Hari ini kami masih fokus untuk konsentrasi pada persiapan Pileg April nanti, toh nanti juga Pak Pendi meminta kepada kita untuk mengusulkan nama, jika membutuhkan pendamping,"katanya.

Artinya,kata Kasan, bagaimanapun alasannya, Bupati Indramayu H.Supendi tak bisa serta merta menyodorkan sosok pendamping tanpa  persetujuan dan rekomendasi dari ketiga Parpol, karena memang itu sudah diatur oleh UU. Kendati beberapa pihak ada yang sudah melakukan manuver politik sebagai pengalihan isu untuk kepentingan figur tertentu. Namun pihaknya sangat meyakini jika Tiga partai pengusung Andi masih memiliki satu komitmen untuk mengusung figur yang sudah disepakati.

"Pada saatnya Pak Pendi akan minta ke kita sebagai partai pengusung untuk berdiskusi,"tuturnya.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive