BBPOM Temukan Ikan Asin Mengandung Boraks di Pasar Karangampel

BBPOM Temukan Ikan Asin Mengandung Boraks di Pasar Karangampel
KARANGAMPEL,(Fokuspantura.com),-  Dalam rangka menjalankan program intervensi pasar aman dari bahan berbahaya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung, mengintervensi pasar di Kabupaten Indramayu menjadi pasar aman dari bahan berbahaya. Salah satunya di pasar Karangampel Kabupaten Indramayu. Selasa pagi, (19/11/2019).
 
Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi BBPOM di Bandung, Rusyana mengatakan, program tersebut nantinya menjadikan pasar bebas dari bahan berbahaya. Bahan berbahaya yang sering muncul adalah borak, formalin, Rhodamin B dan pewarna tekstil yang terdapat didalam produk makanan.
 
"Produk makanan yang mengandung bahan tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat," ucapnya. 
 
Terkait dengan hasil monitoring makanan dan minuman di pasar Karangampel, pihak BBPOM masih mendapati produk pangan ikan asin yang positif mengandung bibit gendar atau boraks yang didapat dari salah satu pedagang di pasar Karangampel.
 
"Ada beberapa sempel yang kita uji. Dan dari hasil uji rapid test pada sampel ikan asin, kami dapati positif mengandung boraks," ungkapnya.
 
Terkait dengan masih adanya temuan tersebut, pihaknya belum bisa mengamankan produk tersebut. Namun pihaknya melakukan langkah pembinaan terhadap petugas-petugas pasar untuk nantinya menyampaikan informasi tersebut kepada pedagang ikan asin bahwa ikan asin yang dijualnya mengandung bahan berbahaya.
 
"Kami hanya dari bidang komunikasi dan informasi BBPOM. Nanti ini akan diinformasikan dan dibahas ditingkat atas bahwa ada temuan di sini (pasar Karangampel-red). Diharapkan produk makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya bisa terus menurun. Dan pedagang bisa merubah produk yang dijualnya," katanya.
 
Temuan ini menjadi perhatian pihaknya dan sekaligus informasi awal bahwa masih adanya produk pangan yang mengandung bahan berbahaya.
 
"Disini kita sudah Monev (Monitoring dan Evaluasi). Ini menjadi bahan referensi BBPOM. Nanti akan dilihat bagaimana yang harus dilakukan," pungkasnya.
 
Sementara Kepala pasar Karangampel Agus Royani melalui staff nya Epi Kunaepi mengaku akan melakukan pengawasan lebih ketat lagi dan memberikan penjelasan terhadap pedagang yang menjual produk yang mengandung bahan berbahaya.
 
"Adapun nanti kalau masih membandel, kami akan melaporkannya untuk ditindak tegas. Tapi mudah-mudahan dengan memberikan penjelasan, nantinya pedagang bisa mengerti tentang bahaya nya produk yang ia jual dan bisa merubah produknya," ucapnya.
 
Epi menjelaskan, ciri-ciri ikan asin yang mengandung bahan berbahaya yakni, warna lebih putih, tidak bau ikan asin, kenyal dan berminyak.
 
"Kami menghimbau kepada masyarakat yang hendak membeli makanan, untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Misalnya, makanan berwarna merah kalau merahnya tidak merata berarti ada indikasi mengandung bahan berbahaya," tandasnya.

Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Abdul Jaelani
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive