BUMDes Ujunggebang Kembangkan Usaha Kerajinan Bambu

BUMDes Ujunggebang Kembangkan Usaha Kerajinan Bambu

SUKRA, (Fokuspantura.com),- Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Maju Desa Ujunggebang Kecamatan Sukra, kembali melakukan langkah inovasi pemberdayaan warga, setelah sebelumnya sukses membuka usaha Kan Gen Water dan pengelolahan obyek wisata Pantai Plentong, kali ini peraih BUMDes tingkat Propinsi Jabar mencoba pengembangan usaha kerajinan bambu.

Konsep pengembangan kerajinan bambu yang dipandu langsung Indonesian Bamboo Comunity (IBC) Bandung dan difasilitasi Tim Pengabdian Masyarakat (TPM) Universitas Khatolik Parahiyangan (Unpar), disambut baik warga setempat dengan mengikuti pelatihan membuat berbagai bentuk kerajinan berbahan baku bambu, di Kantor Desa Ujunggebang sejak pekan lalu.

"Alhamdulillah kelihatannya warga sangat antusias mengikuti pelatihan kerajinan bambu yang dipandu langsung  pihak IBC," ujar Direktur Bumdes Maju Desa Ujunggebang, Taripan, kemarin.

Ia mengatakan, kehadiran tim pengabdian Unpar, telah memberi nuansa baru bagi masyarakat Ujunggebang tentang limbah bambu yang sebelumnya terbengkalai begitu saja, kemudian diolah menjadi bentuk tertentu  yang memiliki nilai ekonomis tinggi bahkan mampu menembus pasar ekspor sehingga bisa membuka peluang usaha guna mendorong pertumbuhan perekonomian baru sebagai daya dukung peningkatan kesejahteraan warga.

"Untuk pemasaran lokal dijajakan kepada para pengunjung Pantai Plentong adapun untuk keluar wilayah ataupun ekspor akan difasilitasi oleh IBC," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pengabdian Unpar, Nina Septina, mengatakan, kegiatan pengabdian merupakan agenda rutin setiap tahun yang diselenggarakan oleh pihak kampus dengan tujuan untuk menggali sumber daya yang ada dimasyarakat dan kemudian dilakukan pemberdayaan serta pendampingan terhadap potensi yang ada dilingkungan masyarakat setempat dimana kegiatan pengabdian tesebut dilaksanakan.

Untuk Desa Ujunggebang sendiri, lanjut Nina, dari kegiatan survey yang dilakukan tim pengabdian didapati bambu sisa kegiatan proyek sehingga pihaknya menggandeng IBC guna memberikan pelatihan kepada warga agar bambu - bambu tersebut dapat diolah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai jual yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

"Dari survey yang kami lakukan terdapat limbah bambu diberbagai tempat sehingga kami menginisiasi untuk menggandeng IBC guna memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Ujunggebang," terangnya.

Sementara itu, Ketua Indonesian Bambbo Comunity (IBC), Adang Muhidin, manambahkan, IBC yg berdiri sejak 8 tahun lalu melakukan produk inovasi dari bambu dengan produk unggulan alat musik dari bambu, dimana IBC adalah yang pertama menciptakan gitar, biola, bass dan beberapa alat musik lainnya dari bambu.

Untuk kali ini, Unpar bekerja sama dengan BUMDes mencoba membuka work shop di Desa Ujunggebang dengan harapan bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat dan mampu memenuhi kebutuhan ekspor, adapun bentuk produk yang dihasilkan disesuaikan dengan jenis bambu yang ada di Desa Ujunggebang jenisnya bambu gombong dan bambu tali.

"Dari kegiatan work shop masyarakat Desa Ujunggebang sudah mampu membuat gelas dan cangkir dari bambu dari situ mereka akan mampu mengembangngkan jenis produk tertentu seperti kelengkapan dekorasi termasuk life style misal jam tangan ataupun model lainnya, untuk pemasaran 80 - 90 persen eskpor termasuk yang dihasilkan warga Ujunggebang akan bisa melengkapi pemenuhan kebutuhan ekspor tersebut," tandasnya 


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Robi Cahyadi
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive