Bantah Terima Suap, Menpora Hormati Proses Hukum

Bantah Terima Suap, Menpora Hormati Proses Hukum

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi angkat bicara perihal namanya yang disebut-sebut dalam sidang tindak pidana korupsi, kasus suap dana hibah untuk KONI dan Kemenpora. Politkus asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Kita akan ikuti proses hukum yang ada," kata  Imam usai membuka Turnamen Sepak Bola se-Wilayah III Cirebon, di Ponpes Darul Ma'arif, Kampus Putih, Kaplongan Indramayu, Sabtu(23/3/2019).

Menurutnya, penyebutan dirinya dalam persidangan tersebut jangan dibuat opini yang sengaja dienduskan tidak sesuai fakta yang sebenarnya.

"Yang penting kita akan lihat fakta hukum bukan asumsi, bukan opini, tapi betul - betul fakta hukum, kita akan lihat, akan ikuti perkembangannya," terangnya.

Seperti diketahui, nama Imam Nahrowi disebut - sebut saat persidangan dalam pembacaan berita acara pemeriksaan (BAP) seorang saksi atas nama Suradi yang merupakan Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI.

Suradi menyebutkan bahwa Imam, yang ia asumsikan berinisial M, dijanjikan menerima jatah uang sebesar Rp 1,5 miliar.

Selain Imam, satu orang staf Kemenpora berinisial UL yang disinyalir disebut juga terlibat. UL disebut menerima jatah sebesar Rp 500 juta.

Mengomentari hal tersebut, Imam dengan tegas mengatakan tidak tahu-menahu apapun soal kasus itu. Ia pun terperangah mendengar namanya disebut-sebut.

“Kita akan melihat nanti antara fakta dan opini yang dibangun. Saya pastikan saya tidak terlibat dan saya tidak tahu. Saya akan menghargai proses hukum, tapi jangan bangun opini yang tidak sesuai dengan fakta hukum,” ujar Imam kepada wartawan, Jumat (22/3/2019).

Mengomentari asumsi Suradi yang menyebut bahwa inisial M yang menerima Rp 1,5 miliar itu adalah dirinya, Imam mengaku bingung. Ia mengatakan bahwa Suradi salah tafsir.

“Tentu saya juga tidak tahu siapa yang membuat inisial-inisal itu dan siapa yang menafsirkan inisial itu,” kata Imam.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive