Reses Roni Januri Dihujani Keluhan Masyarakat

Reses Roni Januri Dihujani Keluhan Masyarakat
KARANGAMPEL,(Fokuspantura.com),- Anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi PDI Perjuangan Roni Januri melakukan kunjungan reses masa persidangan I tahun 2020 di blok Waspen desa Dukuh Jeruk Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu. Jumat, (14/02/20).
 
Kehadiran anggota Komisi II di desa tersebut, dihujani keluhan-keluhan masyarakat setempat saat sesi tanya jawab. Mulai dari pertanian, pendidikan dan sosial yang merupakan bagian dari bidangnya di komisi II DPRD Kabupaten Indramayu. 
 
Tidak hanya itu, masyarakat juga menginginkan adanya kegiatan untuk masyarakat dalam rangka menguatkan rasa nasionalisme dan menjaga keutuhan NKRI.
 
Keluhan-keluhan tersebut disampaikan oleh seorang petani palawija Desa Dukuh Jeruk, Maknun. Ia menilai, petani palawija tidak ada perhatian khusus dari pemerintah. Baik dalam bantuan bibit/benih maupun penyuluhan dan program lainnya. 
 
"Tolong, petani palawija ini bisa mendapatkan program juga. Entah itu bantuan benih ataupun penyuluhan," katanya.
 
Maknun juga mengeluhkan masalah pemasaran tanaman palawija. Pasalnya, harga palawija di petani jauh lebih rendah dari harga di pasaran. Ia berharap, pemerintah bisa menyediakan koperasi untuk para petani palawija.
 
"Kami mohon, petani palawija untuk lebih diperhatikan pemerintah," pintanya.
 
Sementara di bidang pendidikan, Maknun mempertanyakan buku LKS yang masih dimintai bayaran. Ia mengaku, anaknya yang masih sekolah dikenakan biaya 15 ribu rupiah per buku LKS. 
 
"Kebetulan saya punya anak yang masih sekolah. Jadi apakah buku LKS itu masuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau memang harus beli?," tanyanya.
 
Pertanyaan juga datang dari ibu-ibu yang mempertanyakan tentang data dan kriteria penerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Pasalnya, masih terdapat masyarakat jompo yang tidak mendapatkan program tersebut.
 
"Itu datanya dari mana dan kriterianya seperti apa? Kenapa sesama jompo, yang 1 dapat tapi jompo yang satunya lagi tidak dapat," tanyanya.
 
Keluhan-keluhan masyarakat ini pun langsung ditanggapi Roni Januri dan akan mengawal aspirasi-aspirasi tersebut pada sidang paripurna nanti agar dapat terealisasi.
 
"Kita nanti akan kawal aspirasi itu di sidang paripurna. Selain itu, saya akan dorong Dinas Perdagangan untuk mengawasi. Karena inilah sisi kelemahan kita tidak ada bagian pengawasan terkait harga palawija," ucapnya.
 
Terkait dengan gagasan dari masyarakat untuk menanamkan jiwa nasionalisme, Roni Januri akan menyampaikan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Indramayu untuk di buatkan Perda terkait sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Yakni Pancasila, NKRI dan UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika. Dengan harapan, masyarakat lebih toleran dan berani melawan radikalisme. 
 
"Nanti saya sampaikan dan usulkan untuk dibuatkan perda yang namanya sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Karena itu penting dilakukan untuk menanamkan kesadaran kepada publik tentang konsep berbangsa. Dimana Pancasila menjadi ideologi dan dasar negara. Sementara UUD 1945 adalah konstitusi negara dan NKRI merupakan bentuk negara serta Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan negara." Tandasnya.

Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Abdul Jaelani
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive