Dewan Pers Investigasi Meninggalnya Wartawan di Kabupaten Mamuju Tengah

Dewan Pers Investigasi Meninggalnya Wartawan di Kabupaten Mamuju Tengah

JAKARTA,(Fokuspantura.com),- Dewan Pers turut berduka cita dan keprihatinan yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya seorang wartawan atas nama Demas Leira dari media online kabardaerah.com, sulawesion.com dan indometro.com di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Demas Laira ditemukan tewas di pinggir Jalan Poros Dusun Salibijau, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah pada Kamis (20/8) sekitar pukul 02.05 WITA.

Keterangan yang didapat dari berbagai sumber informasi menyebutkan, adanya laporan dari masyarakat yang menemukan jenazah awalnya diduga korban kecelakaan lalu lintas. Namun setelah dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah, ditemukan beberapa luka berupa luka tusuk akibat senjata tajam pada bagian dada, ketiak, dan tangan korban yang setidaknya berjumlah 21 tusukan atau terdapat 21 luka. Dugaan sementara pihak kepolisian, korban meninggal akibat dibunuh dengan cara dianiaya tusukan benda tajam.

Ketua Komisi Hukum Dewan Pers, Agung Dharmajaya, mengatakan, Dewan Pers berkoordinasi dengan jurnalis dan organisasi pers di Sulawesi Barat khususnya Kabupaten Mamuju Tengah serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum yang saat ini dalam tahap penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi.

“Kami menyesalkan jatuhnya korban dugaan tindak pidana pembunuhan tersebut yang telah merenggut jiwa seorang pendukung kemerdekaan pers di Indonesia,” kata Agung kepada Fokuspantura.com, Minggu(23/8/2020).

Ia mengingatkan, bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, dan untuk itu Dewan Pers menyatakan sikap prihatin dan mengecam serta mengutuk segala tindakan pembunuhan, penghalangan, kekerasan, intimidasi dan penganiayaan.

Dewan Pers mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dan menghukum seberat-beratnya kepada otak dan pelaku kasus dugaan pembunuhan terhadap wartawan tersebut sesuai ketentuan hukum perundang-undangan yang berlaku.

Dewan Pers juga mendesak dan mendorong kepada media dan organisasi pers untuk selalu memperhatikan keselamatan wartawan dengan sesuai Standar Perlindungan Profesi Wartawan serta melakukan pendampingan hukum terhadap wartawannya.

Ia mengingatkan kembali agar wartawan selalu memperhatikan keselamatan dan keamanan diri dalam melakukan kerja jurnalistik seperti melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila menerima ancaman dari pihak tertentu.

Ia memohon kepada semua pihak dan pemangku kepentingan untuk menunggu hasil penyelidikan dan serta menghormat hasil kerja tim penegak hukum sebelum melakukan langkah selanjutnya.

Dewan Pers mendoakan Almarhum Demas Leira mendapat tempat yang layak di sisi-Nya dan agar keluarganya diberikan kekuatan dalam musibah ini serta mendorong aparat bertindak cepat dan profesional dalam menangani kasus ini secara terbuka.

“Dewan Pers, Satgas Kekerasan Wartawan serta para Konstituen siap memberikan pendampingan untuk membantu proses penyelidikan aparat,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang wartawan di Sulawesi Barat (Sulbar), Demas Laira (28), ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah. Korban diduga tewas akibat dibunuh.

Warga sempat menduga korban tewas akibat kecelakaan. Setelah polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sejumlah luka tusuk di tubuh korban.

"Dilaporkan ke Polsek Karossa terkait penemuan mayat seorang lelaki atas nama Demas Laira di Desa Tasokko, Kecamatan Karossa. Oleh karena itu, Polsek Karossa mendatangi TKP yang dugaan awal merupakan korban kecelakaan lalu lintas, tetapi setelah ditangani Polsek Karossa ditemukan beberapa luka tusuk di tubuh korban," kata Kasat Reskrim Polres Mateng Iptu Agung Setyo Negoro kepada wartawan, Jumat (21/8/2020).


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive