Diduga Tsunami, Dua Desa di Kecamatan Kandanghaur Terdampak.

Diduga Tsunami, Dua Desa di Kecamatan Kandanghaur Terdampak.

KANDANGHAUR, (Fokuspantura.com),- Isu  Tsunami bersama gelombang tinggi disertai angin kencang, mengakibatkan banjir besar dan rusaknya pemukiman warga di areal Pantai Pondok Bali Desa Mayangan, Kecamatan Legon Kulon, Kabupaten Subang,  ternyata berimbas kepada wilayah Desa Eretan Wetan dan Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, hingga hampir merendam seluruh pemukiman warga. 

Peristiwa yang terjadi, Rabu (20/5/2020) malam, dimana warga usai menunaikan ibadah shalat tarawih itu, telah menimbulkan kepanikan warga yang menduga datangnya tsunami. Pasalnya air laut naik ke permukaan secara tiba - tiba dengan arus sangat deras dan ketinggian air Rob sekitar 50 centimeter hingga lebih dari 1 meter atau sebatas dada orang dewasa dan secara spontan warga berhamburan keluar guna menyelamatkan diri.

"Selesai shalat taraweh kami dibikin panik karena air laut naik kepemukiman begitu cepat dengan arus sangat deras, warga menduga datangnya tsunami," ujar salah seorang warga Blok Pangpang Desa Eretan Wetan, Ori Fathori, sembari membersihkan sisa air didalam rumah.

IMG 20200520 WA0096

Dikatakannya, peristiwa tersebut berlangsung singkat, sebab hanya berlangsung kisaran 2 jam air sudah surut, sementara perabotan rumah tangga termasuk perangkat elektronik milik warga terdampak tidak dapat terselamatkan dan itu menimpa hampir semua tempat tinggal warga.

"Ditempat kami ketinggian 50 centian sedangkan di blok lainnya sebatas dada orang dewasa, hingga perabotan rumah tidak bisa terselamatkan," terangnya.

Dia menambahkan,  meski sebelumnyan Desa Eretan kerap mengalami banjir rob dimana air naik secara perlahan begitupun proses surutnya, akan tetapi ketinggian air hanya merendam dibagian luar pemukiman, sedangkan untuk kejadian saat ini air naik secara cepat hingga  menyisahkan beberapa rumah warga saja yg tidak terendam.

IMG 20200521 WA0006"Untuk pemukiman di sebelah utara jalan raya pantura hanya tersisa beberapa rumah sedangkan dibagian selatan jalan relative lebih banyak yang selamat, karena datangnya air terbendung jalan dan hanya melalui sungai saja," imbuhnya.

Sementara itu, informasi yang diperoleh, akibat kejadian tersebut sedikitnya 270 rumah warga terendam, meliputi 12 RT dan 2.000 jiwa terdampak. Saat kejadian warga dievakuasi di Kantor Desa Eretan Wetan untuk menyelamatkan diri dari genangan air, sementara kerugian akibat peristiwa tersebut belum bisa ditaksir.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Robi Cahyadi
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive