Kuwu Telukagung Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kuwu Telukagung Ditetapkan Sebagai Tersangka

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Penyidik Satreskrim Polres Indramayu, telah menetapkan Kuwu Telukagung, SHJ alias Jojo bersama anaknya LKM sebagai tersangka pada 16 Maret 2020 kemarin. Keduanya dinaikkan statusnya sebagai tersangka usai penyidik melakukan penyelidikan, penyidikan, pemeriksaan para saksi dan gelar perkara atas tindak lanjut dari laporan warga masyarakat Desa Telukagung, Kecamatan/ Kabupaten Indramayu nomor LP/B/349/XII/2019/ Polda/Res.Imy pada tanggal 16 Desember 2019 silam.

Kapolres Indramayu, AKBP Suhermanto, melalui Kasat Reskrim, AKP Hamzah Badaru, membenarkan jika perkara yang ditanganinya melibatkan Kuwu Telukagung SHJ alias Jojo bersama anaknya LKM, status keduanya sudah naik menjadi tersangka atas dugaan terjadinya tindak pidana, menguasai, membawa, menyimpan dan atau menggunakan senjata api atau amunisi tanpa izin dan atau melakukan pengancaman dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam pasal 1 UU Darurat RI nomor 12 tahun 1951 dan atau pasal 135 KUHP.

“Setelah dilakukan gelar perkara, ahirnya Tim Penyidik Polres Indramayu, telah menaikkan status SHJ alias Jojo dan LKM sebagai Tersangka,” tutur  Hamzah, Kamis,(19/3/2020) membenarkan dalam surat pemberitahuan perkembangan penyidikan yang dibuat pada 16 maret 2020 tersebut.

Pihaknya akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap kedua tersangka dalam waktu dekat guna melengkapi berkas perkara dan mengkonsultasikan kepada pihak Kejaksaan Negeri Indramayu untuk dilimpahkan.

“Sampai saat ini, penyidik belum menemukan kendala dari perkara yang dilaporkan,”tuturnya.

Penyidik belum bisa memastikan, apakah kedua tersangka akan dilakukan penahanan, melihat situasi dan kondisi selanjutnya.

Baca Juga : http://www.fokuspantura.com/fokus-indramayu/3154-tak-terima-ditodong-softgun-warga-telukagung-lapor-polisi

Sementara itu, Kuwu Telukagung, SHJ alis Jojo saat dikonfirmasi,menaggapi perkembangan perkara yang dilaporkan warganya mengaku sebagai seorang mantan polisi tidak ada kata gentar dalam menghadapi perkara yang saat ini ditangani Polisi, karena mereka (pelapor red) yang telah mendahului mendzolimi.

“Saya sudah berusaha sebagai manusia membantu, katanya mereka orang miskin, justru saya dengan lemah lembut berusaha membantu keterpurukan mereka dengan upaya dan perjuangan,” tuturnya.

Menurutnya, dana bantuan yang sudah diperjuangkan tersebut turun tidak sekonyong konyong turun, tetapi ada usaha seorang kuwu, sehingga jangan bilang kuwu jahat kalau belum tahu duduk permasalahan.

“Sudah dibantu bukannya terima kasih malah melakukan pembunuhan karakter, reputasi saya hancur, rakyat mencibir, mencemooh,” ujarnya.

Ia menegaskan, dalam kasus yang dihadapi, ada upaya Tar bersama pihak ke 3 untuk melengserkan jabatan kuwu aktif yang dipilih rakyat secara sah dan juga adanya persekongkolan terselubung serta makar.

Baca Juga : http://www.fokuspantura.com/kriminal/3159-kuwu-telukagung-akui-softgun-disita-penyidik

“Didunia manapun sebagai manusia akan meradang dan marah ketika sudah berbuat yang terbaik malah dizolimi,” ungkap Jojo.

Ia masih teringat, pada Tahun 2018 silam, ada upaya dari lawan politik yang melaporkan kepada kejaksaan Negeri Indramayu bahwa tahun 2016 dan tahun 2017, Pemdes Telukagung tidak ada pembangunan, tapi ternyata dicek secara administrasi DD dan ADD lengkap.

“Dan pa Jaksa langsung cek di lapangan ternyata yang dilaporkan mereka tidak terbukti, pembangunan sesuai anggaran, saya langsung ke Pa Kajari siapa yang fitnah saya, tapi pa Kajari tidak memberitahu pelapor, saya paham seorang pelapor dilindungi UU tapi kasus ini menyisakan kekecewan seorang kuwu,” pungkasnya.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive