Tim Irjen Kemensos Sambangi KPM Lobener Lor

Tim Irjen Kemensos Sambangi KPM Lobener Lor

JATIBARANG,(Fokuspantura.com),- Tim Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Sosial RI menyambangi puluhan warga Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, guna mengkonfirmasi warga Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH),Jum’at(29/11/2019).

Kedatangan dua orang Tim Irjen tersebut dalam rangka menggali informasi terkait kebenaran adanya dugaan pemotongan sebesar 50 persen dana yang diterima KPM oleh oknum mantan pendamping KPH desa, sebagaimana yang sudah dilansir media Fokuspantura.com, 26 Oktober 2019 kemarin.

“Beritanya ada di kami, Informasi sementara sedang kami himpun ketemen – temen ini, lewat KPM, Pemerintah Desa dan pendamping PKH desa, yang ditugaskan di Kecamatan Jatibarang,” ujar Tim Irjen Kemensos RI, Hernowo usai menemui KPM di Kantor Desa Lobener Lor.

Menurutnya, para KPM dalam menikmati dana bantuan program KPH, semestinya ditransfer melalui nomor rekening dan dapat diambil lewat bank atau ATM. Pada kontek masalah di Desa Lobener Lor, kartu ATM yang semestinya menjadi hak KPM secara utuh, telah disalahgunakan oelh IKS, selanjutnya uang tersebut tidak diserahkan sepenuhnya.

Ia menjelaskan, dari hasil tatap muka dengan KPM, bantuan tersebut diambilkan oknum pada tahap 1,2 dan 3, secara kebetulan ditahap ke 3 tersebut, data penerima manfaat PKH terdapat kesalahan, sehingga bantuan tahap ke 3 belum ada satupun yang dicairkan, terutama mereka yang memiliki balita.

“Pengakuan oknum, memang dia mengambil dan memotong untuk pinjam, dengan alasan uang tersebut untuk anaknya yang sedang dirawat di rumah sakit,”terangnya.

Baca Juga : http://www.fokuspantura.com/kriminal/3104-puluhan-kpm-lobener-lor-mengeluh-potongan-bansos-pkh

Disinggung dengan telah terjadinya praktek pengumpulan ATM yang terjadi di desa tersebut, sangat jelas, langkah oknum tersebut telah melanggar ketentuan dan pedum PKH. Karena secara aturan tidak diperkenankan, kartu harus dipegang oleh KPM, tidak ada alasan apapun karena pihak pendamping hanya bisa memfasilitasi atau mengedukasi

“Ayu kalau mau di ambil, ke bank atau ATM, jika ada yang rusak, bisa difasilitasi oleh pendamping PKH,” tuturnya.

Ia menambahkan, dari hasil penelusuran pula, pihaknya telah menemukan pengakuan dari oknum tersebut, yang dieksekusi beberapa minggu kemarin, bahkan oknum telah melakukan pemotongan mencapai Rp10 juta.

“Ini nanti kami bukan investigasi, kami hanya klarifikasi awal, kami diperintahkan pimpinan untuk mengkonfirmasi, mengklarifikasi dilapangan, tindak lanjut menjadi kewenangan ranah pimpinan,” pungkasnya.

Pantauan dilapangan, para KPM telah didata dan dikumpulkan di ruang Kantor Desa Lobener Lor disaksikan Kuwu setempat untuk dimintai keterangan klarifikasi sebagai bahan acuan temuan di wilayah Kabupaten Indramayu. Bahkan informasinya, dari jumlah uang hasil pemotongan KPM sebesar Rp10 juta, oleh oknum akan dikembalikan secepatnya, kendati beberapa warga penerima program tersebut menerima dikembalikan secara utuh.

“Saya bertanggung jawab, uang yang diperoleh dari potongan dana PKH, secepatnya akan dikembalikan,”tutur oknum saat dikonfirmsi.

Ia mengaku, saat pencairan tersebut, hanya mengelola sekitar 38 ATM, sementara sisanya 5 kartu dikelola oleh orang lain.

Kasus temuan adanya pemotongan uang PKH tersebut, sedang ditindak lanjuti oleh penyidik Kejaksaan Negeri Indramayu yang akan dimulai pada pekan depan dengan memanggil para saksi.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive