KPK Periksa Beberapa Saksi Kasus Suap Bupati Indramayu

KPK Periksa Beberapa Saksi Kasus Suap Bupati Indramayu

JAKARTA, (Fokuspantura.com),- Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) secara maraton terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus suap proyek Dinas PUPR Indramayu, dengan tersangka Bupati Indramayu Nonaktif Supendi dan tiga tersangka lainnya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, belum lama ini, penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap  tujuh orang saksi dalam perkara dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang melibatkan Bupati Indramayu Supendi.

Tujuh orang itu diperiksa di Polres Cirebon dan beberapa tempat lainnya, Kamis (31/10/2019). Ketujuh saksi yang diperiksa berasal dari jajaran Pemkab Indramayu. Mereka adalah Ajudan Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Wimbawan dan Kasubid Prasarana Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Omat.

Selanjutnya, Kabid Tata Bangunan M. Krisdiantoro, Kabid Tata Teknis Irigasi Heru Purwanto, Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Anggota Rizal Helmi, Kasubag Keu DPUDK Abdullah Zaini, dan Kabid Jembatan Ramaserina.

"KPK melakukan pemeriksaan tujuh orang saksi bertempat di Polres Cirebon Kota, Jawa Barat, dalam perkara TPK dugaan suap terkait pengaturan proyek pada tahun 2019," ujarnya kepada wartawan di Jakarta.

Sebelumnya, KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang saksi yang berasal dari sejumlah unsur, di antaranya anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, ketua kelompok kerja Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), pejabat pelaksana teknis pemeliharaan jalan, serta pejabat di SKPD Kabupaten Indramayu, Jabar.

"Selama 3 hari kemarin, pada para saksi didalami informasi dugaan pengaturan proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, aliran dana, fee proyek, dan informasi lain terkait dengan perkara," ucap Febri.

KPK mengingatkan para saksi agar bersikap kooperatif dan memberikan keterangan secara jujur karena penyampaian informasi yang tidak benar oleh saksi memiliki risiko pidana.

Dalam kasus dugaan suap terkait dengan pengaturan proyek di lingkungan Pemkab Indramayu, KPK menetapkan empat tersangka, yakni tiga orang sebagai penerima masing-masing Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu OMS, dan Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu,WT dan seorang lagi sebagai pemberi, yakni CRS dari pihak swasta.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan pemberian yang dilakukan CRS pada SP dan pejabat Dinas PUPR diduga merupakan bagian dari komitmen fee 5 sampai 7 persen dari nilai proyek.

"SP diduga menerima total Rp200 juta, yaitu pada bulan Mei 2019 sejumlah Rp100 juta yang digunakan untuk THR, 14 Oktober 2019 sejumlah Rp100 juta yang digunakan untuk pembayaran dalang acara wayang kulit, dan pembayaran gadai sawah," kata Basaria.

Kedua, Kadis PUPR, OMS diduga menerima uang total Rp350 juta dan sepeda dengan perincian dua kali pada bulan Juli 2019 sejumlah Rp150 juta, dua kali pada bulan September 2019 sejumlah Rp200 juta, dan sepeda merek NEO dengan harga sekitar Rp20 juta.

"WT diduga menerima Rp560 juta selama lima kali pada Agustus dan Oktober 2019," ujar Basaria lagi.

Ia menyatakan uang yang diterima OMS dan WT diduga juga diperuntukkan kepentingan SP, pengurusan pengamanan proyek, dan kepentingan sendiri.

Sebagai penerima, SP, OMS  dan WT disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pemberi, CRS disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Hingga berita ini ditulis, KPK belum menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut, kendati dari hasil pendalaman bakal menetapkan tersangka baru. Namun hingga kini rilis resmi belum disampaikan.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive