Sosok Pembuang Diduga Barbuk Diperiksa KPK

Sosok Pembuang Diduga Barbuk Diperiksa KPK

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menemukan sosok yang membuang sejumlah dokumen diduga ada keterkaitan dengan tersangka suap Proyek Dinas PUPR Indramayu beberapa hari usai OTT berlangsung di Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Informasi yang diperoleh, pemeriksaan terhadap sosok pembuang jenis dokumen itu adalah wanita berjilbab diduga salah satu staf perusahaan milih tersangka CRS, belum diungkap secara pasti motif dari upaya membuang diduga barang bukti sebuah dokumen peruhaan milik tersangka.

“Kemarin pembuang dokumen sudah diperiksa tim KPK, dia seorang wanita berjilbab,” kata sumber yang mendampingi Tim KPK.

Pemeriksaan itu dilakukan di Indramayu, Senin(28/10/2019) kemarin dan selanjutnya sejumlah dokumen tersebut diangkut oleh penyidik KPK untuk bahan pendalaman lebih lanjut.

Seperti diketahui, Sejumlah dokumen penting diduga barang bukti (barbuk) tercecer ditemukan warga di Tempat Pembuangan Sampah(TPS)  kawasan pesisir pantai Lombang, Blok RT 01/01 Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu,(19/10/2019).

Beberapa dokumen penting salah satu milik perusahaan yang saat ini sedang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, diduga dibuang oleh orang yang mungkin dengan sengaja akan menghilangkan jejak dokumen proyek pelaksanaan dari Dinas PUPR Kabupaten Indramayu usai KPK mencokok oknum pengusaha kontraktor CRS belum lama ini.

Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, dokumen penting yang terdiri atas  buku kontrak kerja, sertifikat penting perusahaan jasa kontruksi, koop surat dan dokumen penagihan salah satu bank di Indramayu,  kondisinya tertumpuk di pinggir TPS Desa setempat. Tumpukan dokumen tersebut mulai ditelusuri setelah salah satu pembaca mengirimkan foto - foto yang diduga Barbuk lewat WhatsApp kepada redaksi Fokuspantura.com, Kamis malam (18/10/2019). Setelah dilakukan analisa dan pendalaman ternyata foto dalam kiriman WA tersebut, tercatat di sampul map warna biru salah satu paket pekerjaan dari Dinas PUPR Indramayu yang disebutkan oleh Komisi Antirasuah serta koop surat perusahaan milik tersangka CRS. Seketika itu pula , dilakukan pendalaman dan menyampaikan informasi tersebut kepada pihak kepolisian sektor Juntinyuat dan Kapolres Indramayu.

Usai mendengar informasi tersebut, jajaran Polsek Juntinyuat melakukan penyelidikan di lokasi yang menurut sumber informasi berada di Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat. Namun belum diketahui dimana dokumen tercecer yang tersebar lewat medsos tersebut berada. Pagi harinya, Sabtu(19/10/2019), warga sekitar TPI digegerkan oleh penemuan dokumen dimaksud yang sebelumnya sempat dicari oleh pihak Pemdes Lombang dan jajaran Polsek Juntinyuat, akibat kesigapan aparat dan jajaran setempat, dokumen yang ditemukan warga tersebut ditemukan dan diamankan oleh warga di salah satu warung di Blok TPI Desa Lombang. Selanjutnya warga menyampaikan informasi penemuan dokumen yang diduga Barbuk kepada aparat pemerintah setempat.

"Setelah kami menemukan dokumen yang diinformasikan jajaran kepolisian, selanjutnya dokumen tersebut diamankan jajaran polisi," kata Lurah Lombang, Darkum kepada wartawan.

Lurah Darkum enggan untuk menjelaskan dokumen yang ditemukan warganya itu menyangkut hal apa, namun karena sejak semalam ia diamanati oleh jajaran Polsek Juntinyuat, pihaknya tidak mau ambil pusing untuk mengamankan dokumen yang tercecer di tempat pembuangan sampah tersebut.

Sementara itu, dari salah satu sempalan lembar dokumen tersebut tercatat salah satu perusahaan milik tersangka suap Bupati Indramayu CRS. Entah belum diketahui motif apa yang dilakukan oleh orang yang dengan sengaja membuang dan atau hendak menghilangkan barang bukti tersebut masih dilakukan pendalaman oleh pihak kepolisian setempat.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active