Proyek Urugan Tanah Pembangunan Gitet PLTU II Disoal

Proyek Urugan Tanah Pembangunan Gitet PLTU II Disoal

PATROL, (Fokuspantura.com),- Proses pembangunan Gardu Induk Tegangan Tinggi (Gitet) yang berada di areal lahan PLTU Indramayu ll, Desa Sumuradem Kecamatan Sukra, yang dilaksanakan PT. M selaku Maincont, diduga menimbulkan masalah. Pasalnya pelaksanaan pekerjaan proyek pendukung pembangunan PLTU Indramayu ll tersebut yang diawali dengan urugan lahan seluas 10 hektar dengan subcont project CV. Per dan CV. Pra pembayarannya tidak maksimal, sehingga menimbulkan kerugian warga setempat selaku pengusaha lokal.

Permasalahan itu terungkap pada acara sosialisasi rencana pekerjaan  lanjutan berupa pemancangan oleh pihak PT.M, yang dihadiri unsur Muspika Sukra dan Patrol serta sejumlah tokoh masyarakat dan pengusaha lokal selaku suplayer material urugan tanah merah, di ruang belajar pelatihan bahasa Polsek Patrol, Rabu (23/10/2019) kemarin.

"Kami minta sebelum dilakukan pelunasan pembayaran material tanah merah, pihak Multifab tidak melanjutkan pekerjaan tahap berikutnya," ujar Direktur CV. Bagir Jaya, H. Heri, selaku suplayer tanah merah.

Heri mengatakan, bukan hanya Bagir Jaya saja yang dirugikan melainkan ada beberapa pengusaha lokal yang dilibatkan pada pekerjaan urugan tanah merah dan dalam kurun waktu hampir satu tahun belum ada kejelasan pembayaran dari pihak pelaksana proyek.

"Kami merasa dirugikan untuk itu meminta pihak Multyfab agar membantu penyelesaian tunggakan pembayaran tanah merah yang mengendap slama hampir satu tahun," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Project Manager PT. M, Lintar, mengatakan,  untuk pekerjaan urugan tanah Multyfab telah menyerahkan kepada  CV. Per selaku pelaksana kegiatan sesuai hasil keputusan lelang. Adapun adanya tunggakan pembayaran kepada para pengusaha lokal selaku penyedia material itu diluar sepengetahuannya, sehingga saat ini belum  bisa diputuskan langkah yang harus dilakukan dan akan membawa permasalahan tersebut ke pihak manajemen perusahaan pusat guna dilakukan pembahasan terkait pelaksanaan tersebut.

"Kami belum bisa memutuskan dan akan menyampaikan permasalahan tersebut ke manajemen pusat," terangnya.

Kapolsek Patrol, Kompol H. Mashudi, menegaskan, nilai kerugian yang dialami para pengusaha lokal besarannya hampir 2 milyar dan permasalahan tersebut sudah dilaporkan ke penyidik Polres  Indramayu guna ditindak lanjuti sesuai prosedur hukum. Terhadap okunum yang diduga melakukan penggelapan dana pembayaran tanah merah yang mengakibatkan kerugian sejumlah pengusaha lokal menunggu proses lebih lanjut.

"Kerugian ditaksir hampir 2 milyar rupiah dan terhadap pelaku yang diduga merugikan pengusaha lokal selaku suplayer tanah merah, sudah dilaporkan ke Polrest Indramayu dan ditindak lanjuti sesuai prosedur hukum," tandasnya.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Robi Cahyadi
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive