Tim Densus 88 Anti Teror Amankan Terduga Teroris di Indramayu

Tim Densus 88 Anti Teror Amankan Terduga Teroris di Indramayu

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Tim Densus 88 anti teror menangkap seorang terduga teroris jaringan Bekasi di Desa Cangko, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu(28/9/2019) siang. Dari rumah terduga teroris, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa alat yang akan dijadikan bom molotov untuk melakukan teror di kantor polisi.

Dalam catatan Tim Densus 88 Mabes Polri, D merupakan terduga pelaku teror yang sudah masuk jaringan JAD kelompok Bekasi. D direkrut oleh kelompok teroris melalui jaringan media sosial yang dimanfaatkan kelompok teroris untuk merekrut pelaku teror kelompok usia muda yang masih labil dalam mencari jati dirinya.

Pantauan di kediaman terduga D, polisi melakukan penggeledahan di rumah orang tua D mulai dari ruang tidur, ruang tamu, serta gudang guna mencari barang bukti yang diduga milik terduga untuk melakukan aksi teror di kantor polisi.

Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa beleran, botol plastik, bahan bakar, kaleng, stereofoam atau busa serta toples. Barang bukti tersebut diduga rencananya akan dirakit untuk dijadikan bom molotov yang akan di lemparkan pada kantor polisi untuk melakukan aksi teror.

Warga setempat tak menaruh curiga terhadap terduga pelaku, mengingat D merupakan orang pendiam dan bekerja di jakarta sebagai tukang sate keliling. Bahkan kepala desa setempat mengaku kaget mendengar kabar jika warganya terlibat jaringan teroris yang telah ditangkap oleh tim densus 88 anti teror.

“Saya kaget tadi datang dapat info dari Babin dan Lurah, terus datang juga dari keluarga D yang dianggap sebagai tersangka oleh densus 88 kaget bahwasayanya masyarakat saya jadi tersangka densus,” tutur Kuwu Cangko Fatkhurohman kepada wartawan.

Ia mengaku kaget saat informasi Tim Densus sempat melakukan penggeledahan rumah milik warganya.

“Digeledah tadi jam 11 kurang lebih,yag ditangkap D sendiri, D dulunya sama kaya anak biasa malah dia kadang ikut komunitas musik underground dan punk kemudian dia ikut pergi kerja jualan sate dan pas lebaran pulang terus gak berangkat-berangtkat lagi,”terangnya.

Ia menjelaskan jika tabiat kebiasaan D selama ini tak mencurigakan seperti pelaku teror, mengingat D adalah pendiam tanpa ada tanda – tanda yang aneh saat bersamanya.

“Gak ada yang mencurigakan karena orangnya pendiam dan gada yang curiga, yang digeledah dibagian belakang dilemari terus dikamar juga ada barang-barangnya bapaknya dan D nya,”terang Fatkhurrohman.

Saat ini, terduga pelaku teroris D telah diamankan Tim Densus 88 beserta barang buktinya. Untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, polisi masih mendalami keterlibatan D guna membuka jaringan teroris lain yang merekrut kelompok remaja melalui media sosial sebagai alat utamanya dalam mendoktrin calon anggotanya.


Redaktur: Acep Syahril
Penulis: A. Nugraha
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive