Hantu Pocong Resahkan Warga Jagapura

Hantu Pocong Resahkan Warga Jagapura

CIREBON,(Fokuspantura.com),– Beberapa waktu belakangan warga Desa Jagapura Lor dan Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, digegerkan ulah hantu pocong yang sering berkeliaran pada malam hari diperkampungan warga.

Akibatnya seorang ibu muda, Tika (23) dan perempuan separuh baya, Rukiah (nama samaran) (48) pingsan. Pasalnya Rukiah yang saat itu ikut nongkrong bersama warga lainnya di teras rumah salah seorang warga yang baru selesai mendak (tahlil seribu hari almarhum). Tiba-tiba Rukiah melihat sosok bayangan putih seperti pocong melintas diantara mereka, sontak Rukiah menjerit dengan keras menyebut “pocong”! Setelah itu Rukiah tak sadarkan diri.

Selang beberapa menit dari rumah sebelahnya terdengar jeritan Tika, setelah itu tak terdengar lagi. Kontan warga yang masih kebingungan menyadarkan Rukiah sebagian yang lain menerobos ke rumah Tika yang sudah tergeletak pingsan di ruang tengah.

Posisi rumah Tika dan Rukiah persis di belakang tajug komplek pemakaman warga, Blok Baridin, Desa Jagapura Kulon. Ketika disambangi koran ini, Bu Rukiah enggan bercerita banyak soal insiden yang dialami semalam, pukul 23.30 Wib Rabu (5/7/2017), dan dia juga tidak mau diberitakan dengan alasan tidak mau bikin orang resah.

Berbeda dengan Tika yang juga warga Desa Jagapura Kulon ini, dia justru hanya mencium bau wangi yang begitu keras di rumahnya, ketika mendengar teriakan Rukiah di luar rumah. Menurut Ibnu (32) warga sekitar, kalau Tika sebenarnya hanya tersugesti dan takut, karena dia punya anak bayi.

“Kalau Tika seperti pengakuannya hanya mencium bau bunga dan minyak orang meninggal, selain itu dia juga sedang punya bayi. Jadi dia hanya takut ada apa apa dengan anaknya,” jelas Ibnu.

Dijelaskan Ibnu, memang beberapa waktu belakangan di desa Jagapura seringkali orang membicarakan soal hantu pocong yang berkeliaran tengah malam. Bahkan menurutnya ada beberapa anak muda yang sedang nongkrong sampai larut malam, diantara mereka pernah mendengar suara sapaaan seseorang, “kita ora bisa balik”. Tapi wangi bunga dan minyak orang mati itu sangat terasa sekali baunya, tutur Ibnu lagi.

Kata Ibnu, seperti cerita yang dia dengar dari warga sekitar kalau pocong yang sering berkeliaran itu, diantaranya ada yang jadi-jadian (orang nyupang). Dan ada juga hatu pocong asli, karena meninggalnya tidak diterima bumi, kata Ibnu.

“Saya sih lebih banyak mendengar cerita orang saja, kata teman saya yang pernah ikut mengejar hantu pocong bersama tema-temannya setelah ribut-ribut melihat sekelebat bayangan putih disekitar mereka yang lari ke arah pemakaman,” jelas Ibnu lagi.

Hal yang sama juga dikatakan Riyan (34), kalau selama beberapa waktu ini benar warga Desa Jagapura Lor dan Jagapura Wetan sering membicarakan soal hantu pocong yang berkeliaran tengah malam.

“Kalau ada yang sampai melihat wujudnya, saya juga belum bisa percaya sepenuhnya, tapi kalau soal wangi bunga dan bau minyak orang mati mungkin saya percaya. Masalahnya kalau sudah bicara hantu (pocong), sama halnya dengan bicara ghoib. Dunia ghoib itu bukan dunia kita jadi kecil kemungkinan kalau ada orang yang bisa melihatnya,” papar Riyan.

Lain lagi Sutara (58), warga Desa Susukan Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, pedagang keliling di pasar Jum’atan Desa Jagapura. Sutara dengan nada emosi langsung merespon pertanyaan koran ini.

“Cuma orang gila yang percaya dengan hantu pocong itu. Hantu pocong dipercaya, sementara kepercayaan pada Allah ora jelas. Saya bertahun-tahun dagang keliling seperti ini dan kalau pulang sampai larut malam, malah tidak jarang lewat daerah pemakaman, tapi tidak pernah saya ketemu dengan yang namanya hatu pocong,” jelas Sutara.(Acep).


Penulis: A. Nugraha

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive