PSBB Diperpanjang, Positif Covid-19 di Indramayu Terus Naik Hingga 22 Orang

PSBB Diperpanjang, Positif Covid-19 di Indramayu Terus Naik Hingga 22 Orang
INDRMAYU, (Fokuspantura.com),- Pemkab Indramayu, melalui Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten, Jawa Barat, kembali mengumumkan perkembangan kasus Covid-19 baru-baru ini pasca perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ke 2 hingga 12 Juni 2020 mendatang.
 
Bahkan,  sumber Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyebutkan, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada masa PSBB tersebut berjumlah 5 orang meliputi satu keluarga sebanyak 4 orang warga Kecamatan Tukdana serta satu orang  berprofesi sebagai perawat di RSUD Indramayu. Hingga kini kasus positif Covid-19 di Kabupaten Indramayu menjadi 22 kasus 
 
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, menjelaskan, penambahan kasus terkonfirmasi positif tersebut sebanyak 5 orang  yang didapatkan dari hasil Labkesda Provinsi Jawa Barat pada Hari Selasa, 02 Juni 2020 jam 14.35 WIB. 
 
Kasus pertama yang terkonfirmasi positif tersebut yakni Ny. K (30 tahun) dari Kecamatan Tukdana, beliau adalah seorang perawat yang bertugas di ruang isolasi rumah sakit. Kondisi sampai saat ini baik dan sudah dalam perawatan RSUD Indramayu. Saat ini sudah dilakukan tracing dan akan dilakukan pemeriksaan swab terhadap orang yang kontak erat sebanyak 7 orang.
 
Deden menambahkan, selain seorang perawat, sebanyak 4 orang juga telah terkonfirmasi positif Covid-19 yang merupakan hasil dari tracing kontak erat dari PDP yang telah meninggal dan terkonfirmasi positif seblumnya yakni Tn. TJ dari Kecamatan Tukdana.
 
data covid 22 orangUpdate Data Kasus Covid-19 di Indramayu Hingga, 3 Juni 2020
 
Ke-4 orang tersebut yakni Ny. M (40 tahun) Kecamatan Kramatjati – Jakarta Timur (Istri TJ), Tn. K (20 tahun) Kecamatan Kramatjati – Jakarta Timur, Anak KR (10 tahun) Kecamatan Kramatjati – Jakarta Timur, dan Anak KSF (2 tahun) Kecamatan Kramatjati – Jakarta Timur.
 
“Dari empat orang tersebut, tiga orang sudah dalam perawatan ruang isolasi RSUD Indramayu sejak tadi malam dan satu orang sejak minggu lalu berangkat ke Jakarta dan kami akan lakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan sesuai KTP pasien,” tegas Deden saat Konferensi Pers,Rabu(3/6/2020).
 
Sementara untuk pasien TJ yang telah meninggal sudah dilakukan tracing sebelumnya yaitu pada tanggal 23 Mei 2020 dan dilakukan rapid test terhadap orang yang kontak erat sebanyak 14 orang dengan hasil negative. 
 
“Dari kasus terkonfirmasi tersebut, telah terjadi kasus imported case dan kami akan lakukan tracing ulang dan pemeriksaan swab terhadap kontak erat dari 4 orang tersebut,” jelas Deden.
 
Deden menegaskan, dari 22 total pasien terkonfirmasi positif tersebut sebanyak 9 orang adalah ber KTP domisili Jakarta yang berasal dari Indramayu.
 
Pada kesempatan itu juga, dalam rangka menyambut adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal maka seluruh masyarakat wajib menggunakan masker kemanapun pergi. Masker saat ini harus menjadi kebutuhan masyarakat agar tidak terpapar oleh Covid-19.
PSBB Diperpanjang, Positif Covid-19 di Indramayu Terus Naik Hingga 22 Orang
Watch the video

PSBB Diperpanjang, Positif Covid-19 di Indramayu Terus Naik Hingga 22 Orang
INDRMAYU, (Fokuspantura.com),- Pemkab Indramayu, melalui Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten, Jawa Barat, kembali mengumumkan perkembangan kasus Covid-19 baru-baru ini pasca perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ke 2 hingga 12 Juni 2020 mendatang.
 
Bahkan,  sumber Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyebutkan, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada masa PSBB tersebut berjumlah 5 orang meliputi satu keluarga sebanyak 4 orang warga Kecamatan Tukdana serta satu orang  berprofesi sebagai perawat di RSUD Indramayu. Hingga kini kasus positif Covid-19 di Kabupaten Indramayu menjadi 22 kasus 
 
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, menjelaskan, penambahan kasus terkonfirmasi positif tersebut sebanyak 5 orang  yang didapatkan dari hasil Labkesda Provinsi Jawa Barat pada Hari Selasa, 02 Juni 2020 jam 14.35 WIB. 
 
Kasus pertama yang terkonfirmasi positif tersebut yakni Ny. K (30 tahun) dari Kecamatan Tukdana, beliau adalah seorang perawat yang bertugas di ruang isolasi rumah sakit. Kondisi sampai saat ini baik dan sudah dalam perawatan RSUD Indramayu. Saat ini sudah dilakukan tracing dan akan dilakukan pemeriksaan swab terhadap orang yang kontak erat sebanyak 7 orang.
 
Deden menambahkan, selain seorang perawat, sebanyak 4 orang juga telah terkonfirmasi positif Covid-19 yang merupakan hasil dari tracing kontak erat dari PDP yang telah meninggal dan terkonfirmasi positif seblumnya yakni Tn. TJ dari Kecamatan Tukdana.
 
data covid 22 orangUpdate Data Kasus Covid-19 di Indramayu Hingga, 3 Juni 2020
 
Ke-4 orang tersebut yakni Ny. M (40 tahun) Kecamatan Kramatjati – Jakarta Timur (Istri TJ), Tn. K (20 tahun) Kecamatan Kramatjati – Jakarta Timur, Anak KR (10 tahun) Kecamatan Kramatjati – Jakarta Timur, dan Anak KSF (2 tahun) Kecamatan Kramatjati – Jakarta Timur.
 
“Dari empat orang tersebut, tiga orang sudah dalam perawatan ruang isolasi RSUD Indramayu sejak tadi malam dan satu orang sejak minggu lalu berangkat ke Jakarta dan kami akan lakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan sesuai KTP pasien,” tegas Deden saat Konferensi Pers,Rabu(3/6/2020).
 
Sementara untuk pasien TJ yang telah meninggal sudah dilakukan tracing sebelumnya yaitu pada tanggal 23 Mei 2020 dan dilakukan rapid test terhadap orang yang kontak erat sebanyak 14 orang dengan hasil negative. 
 
“Dari kasus terkonfirmasi tersebut, telah terjadi kasus imported case dan kami akan lakukan tracing ulang dan pemeriksaan swab terhadap kontak erat dari 4 orang tersebut,” jelas Deden.
 
Deden menegaskan, dari 22 total pasien terkonfirmasi positif tersebut sebanyak 9 orang adalah ber KTP domisili Jakarta yang berasal dari Indramayu.
 
Pada kesempatan itu juga, dalam rangka menyambut adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal maka seluruh masyarakat wajib menggunakan masker kemanapun pergi. Masker saat ini harus menjadi kebutuhan masyarakat agar tidak terpapar oleh Covid-19.

Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active