Luapan Air Laut di Desa Eretan Wetan Rendam 2.000 Rumah

Luapan Air Laut di Desa Eretan Wetan Rendam 2.000 Rumah
KANDANGHAUR,(Fokuspantura.com),- Bencana banjir yang menimpa warga Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, kemarin malam, bukan merupakan banjir rob (air pasang-red) biasa. Pasalnya air laut meluap secara tiba - tiba dan dalam waktu singkat surut kembali, akibatnya ribuan rumah terendam dan sejumlah warga menafsirkan peristiwa tersebut adalah mirip tsunami.
 
Kepala Desa Eretan Wetan, Edi Suhaedi, mengatakan, fenomena alam yang terjadi pada malam itu baru kali pertama dialami warga Desa Eretan Wetan, karena jika itu adalah banjir rob, air naik secara perlahan - lahan, begitupun proses surutnya dan itu kerap dialami warga, akan tetapi pada kejadian tersebut air laut meluap secara memdadak dengan arus cukup deras sehingga tidak jarang warga yang menyimpulkan peristiwa tersebut adalah mirip tsunami atau tsunami kecil.
 
"Air laut meluap secara mendadak dengan arus cukup deras, sehingga kami menyebutnya tsunami kecil," ujarnya.
 
Edi juga mengatakan, pada peristiwa tersebut sekitar 2.000 rumah terendam dengan ketinggian yang berbeda, untuk Blok Karang Baru, Pangpang hingga Blok Condong dan sebagian kecil di Blok Prempu, ketinggian air mencapai 50 centian, sedangkan untuk areal pemukiman yang dekat dengan perempangan ketinggian air mencapai kisaran 1,5 meter, adapun kerugian belum dapat dilakukan penafsiran, yang pasti perangkat elektronik rusak seperti kulkas, mesin cuci, pompa air serta sepeda motor turut terendam sehingga perlu dilakukan perbaikan.
 
 
"Kami belum melakukan pendataan secara pasti, hanya diperkirakan 2.000 rumah terendam dan rusaknya perangkat elektronik pada masing - masing rumah warga serta sepeda motor yang juga terendam dan perlu perbaikan," terangnya.
 
Edi berharap, atas kondisi tersebut pihak Pemerintah Daerah melalui institusi terkait  dapat mengeluarkan kebijakan guna membantu masyarakatnya pasca musibah banjir yang disebabkan luapan air laut dengan fenomena mirip tsunami dalam skala kecil, karenaa bisa dipastikan warga menderita kerugian atas musibah tersebut.
 
"Kerugian belum dapat kami taksir, kendati begitu berharap ada kebijakan Pemda guna membantu masyarakatnya yang tertimpa musibah," imbuhnya.

Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Robi Cahyadi
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive