Pasien PDP Covid – 19 Meninggal di RS Mitra Plumbon Indramayu

Pasien PDP Covid – 19 Meninggal di RS Mitra Plumbon Indramayu

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Managemen RS Mitra Plumbon Indramayu, dalam menjalankan intruksi Direktur Utama Mitra Plumbon Healthcare Group (MPHG) guna melakukan penanganan pasien terduga Covid – 19 sudah dilakukan dengan baik, namun tindak lanjut dalam penanganan pasien tersebut, pihak RS Mitra Plumbon Indramayu, kesulitan merujuk pasien berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terduga terjangkit virus corona ke rumah sakit rujukan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan hingga ahirnya pasien tersebut meninggal dunia, Selasa(24/3/2020) sekitar pukul 11.40 wib kemarin.

Direktur RS Mitra Plumbon Indramayu, Dedi Rohendi, mengatakan, pada dua hari yang lalu, tepatnya Senin(23/2/2020), pihaknya telah menerima pasien berstatus PDP jenis kelamin laki – laki berusia 48 tahun yang datang hanya diantar supir grab pada pukul 16.25 wib.

Pasien yang diketahui dari Bekasi asal Kabupaten Indramayu ini, datang dengan keluhan panas lebih dari 38 derajat celcius, batuk berdahak, pilek dan sesak nafas, nyeri kepala serta nyeri seluruh tubuh, dilakukan obesrvasi oleh pihak media RS Mitra Plumbon Indramayu.

Karena suhu panas yang tinggi, pasien tersebut dilakuakan screening dan pemeriksaan khusus sembari ditanyakan asal muasal pasien itu berada. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, rontgen dan laboratorium, pasien tersebut terindikasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid – 19.

“Setelah dikonsultasikan dengan dokter paru, disarankan untuk dirujuk ke RS rujukan Covid -19,” kata Dedi saat menggelar konferensi pers di ruangannya, Rabu(23/3/2020).

IMG20200325131654 copy 800x433Direktur RS Mitra Plumbon Indramayu, Dedi Rohendi, bersama Wadir Pelayanan Medis ( Foto Ihsan Mahfudz / Fokuspantura.com)

Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 169 tahun 2020 tentang penetapan RS rujukan pananggulangan penyakit infeksi emerging tertentu, tentang RS rujukan Covid – 19 dan permintaan pasien, pihaknya mencari dan berkordinasi dengan 15 RS rujukan yang ditetapkan pemerintah agar dapat menerima pasien yang sedang ditangani tersebut.

Namun, dari semua rumah sakit yang dihubungi, tidak satu pun yang bisa menampung pasien karena kondisinya rumah sakit sudah penuh.

"Kami juga sudah membentuk Satgas Covid-19 lalu menghubungi sebanyak 15 rumah sakit rujukan tapi tidak ketemu, jadi bukan nolak ya hanya saja di setiap rumah sakit itu penuh, termasuk di RSUD Indramayu," ujarnya.

Beberapa rumah sakit yang sudah dihubungi diantaranya, RSUD Indramayu, RSU Gunung Jati, RS Arjawinangun, RS Waled, RS Subang, RS Hasan Sadikin, RS Purwokerto, RS Paru Sulianti Suroso, RS Dustira Bandung, RS Fatmawati, RS Rotin Sulu, RS Persahabatan, RSPAD Gatot Soebroto dan RS Darurat Wisma Atlet.

“Karena pasien tidak dapat dirujuk dan setelah diedukasi tim medis kami, pasien bersedia masuk kamar perawatan isolasi pukul 05.30 wib,” terang mantan Kadinkes Indramayu ini.

IMG20200325140201 copy 800x454Ruang Isolasi Covid - 19 RS Mitra Plumbon Indramayu (Foto Ihsan Mahfudz/Fokuspantura.com)

Pagi harinya, Selasa(24/3/2020) pihak RS Mitra Plumbon Indramayu sudah menghubungi pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu untuk melakukan pemeriksaan tes swab yang umum dilakukan uji usap nasofaring dengan mengumpulkan cairan atau sampel dari bagian belakang hidung dan tenggorokan atau dahak untuk diperiksa kumannya di laboratorium. Namun permintaan tes Swab tidak bisa terlayani.

Saat visit dokter paru, pasien dianjurkan untuk dirujuk ke RSUD Indramayu secepatnya. Kordinasi pihak RS Mitra Plumbon Indramayu dengan RSUD Indramayu memberikan angin segar, pasalnya RSUD Indramayu menyediakan tempat untuk rujukan pasien terduga PDP Covid – 19 tersebut.

“Saat mempersiapkan proses rujukan, tiba – tiba pasien sesak nafas berat, kondisinya semakin buruk dan kemudian dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.40 wib,” terangnya.

Pasien tersebut belum bisa dinyatakan postif atau negatif Corona, karena sudah meninggal dunia pada saat proses akan dirujuk ke RSUD Indramayu dan pasien tersebut langsung di bawa pulang ke Cirebon untuk Dikremasi.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive