Jembatan Pulutan Ambrol, Warga Waspada Kecelakaan Lalin

Jembatan Pulutan Ambrol, Warga Waspada Kecelakaan Lalin

GABUSWETAN,(Fokuspantura.com),- Pengguna jalan yang ingin melintasi jalan wilayah Desa Manggungan menuju Desa Kedokangabus, Kecamatan Gabuswetan, akan menemukan kondisi jembatan pulutan yang sudah tidak layak pakai bagi pengendara lalu lintas (lalin). Kondisi jembatan ambrol hampir menutup badan jalan tersebut, sangan membahayakan para pengguna jalan saat melintas di waktu malam hari.

Pantauan Fokuspantura.com dilokasi tersebut, kondisi jembatan sudah ambrol selebar sekitar 120 meter persegi, sisi jalan yang dipergunakan untuk kendaraan roda empat harus ditopang oleh plat besi yang disediakan warga setempat. Sementara sebelahnya hanya dapat dilintasi oleh pengguna kendaraan roda dua. Tampak penjagaan warga setempat saat siang hari untuk menghindari kecelakaan pengguna jalan yang tidak mengetahui kondisi jembatan tersebut ambrol. Kendati terpasang rambu – rambu “Awas Jembatan Ambrol “, tulisan peringatan itu hanya bisa dibaca pengguna jalan saat siang hari, sementara ketika malam hari sangat rawan kecelakaan, maka dibuthkan kewaspadaan warga masyarakat yang akan melintasi jembatan perbatasan Kecamatan Terisi dan Gabuswetan tersebut.

“Jembatan ini ambrol sudah lama terjadi, namun belum ada tindakan cepat dari Pemkab Indramayu,” kata warga penjaga jembatan tersebut.

Ia berharap, para pihak yang sudah mengetahui kondisi jembatan tersebut, segera melakukan langkah konkrit perbaikan, guna menghindari bertambahnya korban kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan yang melintas jalur alternatif Indramayu tersebut.

“Sudah ada korban kecelakaan, kalau dibiarkan terus bisa bertambah,” kata warga menambahkan.

Pertanyaan yang cukup menggelitik dari warga setempat, siapakah yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan keberadaan jembatan ambrol Pulutan di wilayah tersebut, ketika kondisi jembatan ambrol dibiarkan berbulan – bulan tanpa tindakan penanganan secara nyata oleh pemerintah, baik pusat, daerah maupun desa.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive