Tim P2WKSS Provinsi Jawa Barat Kunjungi Desa Tanjungsari

Tim P2WKSS Provinsi Jawa Barat Kunjungi Desa Tanjungsari
KARANGAMPEL,(Fokuspantura.com),- Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, mewakili Kabupaten Indramayu mengikuti lomba desa, Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Jawa  dari Barat. Melalui kunjungan tim evaluator dan penilai Provinsi Jawa Barat dilakukan penilaian akhir di desa setempat, Kamis, (28/11/2019). 
 
Kedatangan 6 orang tim verifikasi Provinsi Jawa Barat,  dipimpin  Wakil Ketua  TP PKK Propinsi Jawa Barat, Lina Marlina dengan didampingi 2 orang dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan TP PKK Provinsi Jawa Barat ini, disambut langsung oleh Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda II) Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Maman Kostaman didampingi Camat Karangampel, Dadang Oce Iskandar beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Karangampel.
 
Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda II) Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Maman Kostaman saat membacakan sambutan Plt. Bupati Indramayu, H. Taufik Hidayat menyampaikan, Desa Tanjungsari Kecamatan Karangampel yang saat ini mewakili Kabupaten Indramayu sebagai wakil untuk mengikuti evaluasi P2WKSS tingkat Provinsi Jawa Barat, memiliki salah satu item yang membanggakan dalam bidang pertanian. Karena merupakan salah satu desa di Kecamatan Karangampel yang dianggap sebagai kawasan pertanian palawija yang tentu saja berimbas pada beberapa produk buah-buahan dan sayur-sayuran yang memang ada hubungannya dengan bidang pertanian.
 
"Dengan pelaksanaan evaluasi P2WKSS ini, saya mengharapkan agar semua komponen masyarakat, dari semua unsur yang ada di desa, dapat bahu membahu dan melibatkan diri guna mewujudkan tingkat kemajuan dan partisipasi masyarakat secara utuh," ungkapnya.
 
Dijelaskannya, evaluasi P2WKSS dilaksanakan sebagai upaya untuk mengetahui efektivitas tingkat perkembangan desa, kemajuan, kemandirian, keberlanjutan pembangunan, kesejahteraan masyarakat serta daya saing desa melalui pembangunan Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atas dasar tekad dan kekuatan.
 
Disamping untuk menilai keberhasilan pembangunan di desa, evaluasi akhir P2WKSS juga dimaksudkan untuk mendorong usaha percepatan pembangunan masyarakat yang di dukung dengan pendanaan yang cukup besar baik yang bersumber dari APBD maupun dana CSR (Corporate Social Responsibility), memacu dan memotivasi desa untuk mengutamakan tertib administrasi dalam rangka memberikan pelayanan dan pengayoman dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat, meningkatkan aktifitas dan kreativitas perangkat desa dalam membina masyarakat sebagai sumber daya manusia yang potensi segala bidang, meningkatkan pengelolaan keuangan desa termasuk pendayagunaan dana pembangunan desa yang bersumber dari pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten agar lebih mendorong pelaksanaan pembangunan dan pelayanan umum kepada masyarakat dan untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.
 
"Salah satu komitmen pemerintah sekarang adalah mendorong percepatan pembangunan di desa. Karena indikator keberhasilan pembangunan suatu daerah tertentu, dilihat dari keberhasilan pembangunan di desa. Kemajuan suatu daerah sangat tergantung dari kemajuan desa. Tetapi komitmen pemerintah ini tentunya tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap pembangunan tanpa dukungan dari seluruh komponen yang ada di desa terutama peranan wanita," jelasnya.
 
Hal lain yang sangat penting untuk dilakukan yaitu meningkatkan peranan organisasi lokal. Seperti organisasi pemuda, kelompok-kelompok kesenian, keagamaan terutama kelompok organisasi kewanitaan yang ada di tiap tingkatan. Nilai sosial budaya lokal atau kearifan juga harus kelembagaan dengan baik dalam masyarakat. Sehingga dengan keberadaan organisasi yang telah tumbuh dan berkembang pada masyarakat lokal, dapat menjadi alternatif mekanisme pemecahan masalah. 
 
"Sehubungan dengan itu, organisasi kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di masyarakat lokal, perlu diberikan ruang gerak yang luas agar dapat mengekspresikan dan mengartikulasikan berbagai kebutuhan masyarakat lokal khususnya untuk meningkatkan pembangunan di pedesaan", tuturnya. 
 
Dengan demikian, organisasi masyarakat lokal diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan dengan sasaran yang strategis untuk berkurangnya desa tertinggal, berkurangnya indeks kemiskinan, meningkatnya pendapatan masyarakat yang ditandai dengan terciptanya lapangan kerja dan kesempatan kerja, berkembangnya perekonomian lokal masyarakat, kuatnya jaringan informasi dan ekonomi serta meningkatkan kapasitas kelembagaan pemerintahan dan masyarakat.
 
"Undang-undang No 6 tahun 2014 tentang desa, pastinya akan memberi dan membuka ruang yang begitu luas bagi kelembagaan partisipasi masyarakat desa dalam membentuk kemitraan dengan pemerintah dalam rangka pemberdayaan masyarakat dengan jumlah fungsi dan tugas yang lebih luas kepada masyarakat dan pemerintah desa dalam menyusun perencanaan implementatif pembangunan di desa secara partisipasi," tandasnya.
 
Sementara Ketua Tim Verifikasi P2WKSS Provinsi Jawa Barat, Lina Marlina menjelaskan, program P2WKSS Provinsi Jawa Barat sudah berjalan selama 10 tahun dan tercatat mengalami peningkatan IPG (Indeks Pencapaian Gender) di Jawa Barat yang signifikan. Yakni dari 86,94 persen di tahun 2010 menjadi 89,19 persen di tahun 2018 atau terjadi peningkatan sebesar 2,6 persen secara khusus. 
 
Capaian aspek kesehatan perempuan di Jawa Barat juga cukup baik. Data terakhir tahun 2018 menunjukkan angka harapan hidup perempuan adalah berada di atas laki-laki. Angka harapan hidup perempuan 74,62 tahun sementara laki-laki 70,76 tahun. Angka harapan hidup perempuan ini dibarengi oleh kesehatan perempuan yang cukup baik.
 
"Alhamdulillah, perempuan di Jawa Barat termasuk Kabupaten Indramayu angka harapan hidupnya lebih tinggi dari laki-laki. Perempuan di Jawa Barat makin sadar akan kesehatan, semakin menyadari bagaimana menjaga kesehatan dengan ilmu yang diberikan oleh seluruh lapisan berbagai dinas, organisasi, PKK, Sekoper Cinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita), DP3A dll," ucap Wakil Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat.
 
Tetapi rata-rata lama sekolah laki-laki di Jawa Barat lebih tinggi di bandingkan perempuan yang rata-rata hanya sampai kelas 2 SLTP. Tidak hanya itu, pengeluaran perempuan juga lebih rendah atau jauh tertinggal dibandingkan pengeluaran laki-laki. Pengeluaran perempuan hanya mencapai 7,91 juta per tahun sementara laki-laki mencapai 15,26 juta per tahun.
 
"Maka perempuan di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Indramayu, lewat Program P2WKSS ini harus menjadi perempuan yang luar biasa. Supaya nanti pendapatannya sama dengan laki-laki," ucapnya.
 
Potret kiprah perempuan jawa barat dalam pembangunan jauh tertinggal dibandingkan laki-laki, menjadi salah satu dasar pentingnya inovasi dalam pelaksanaan P2WKSS. Tentu saja kolaborasi dalam pelaksanaan program P2WKSS ini dari berbagai pemangku kepentingan berbasis prinsip pentahelik. Yakni akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah dan media menjadi kunci keberhasilan program P2WKSS. Sehingga mampu memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
 
"Sudah saatnya seluruh elemen masyarakat menguatkan barisan untuk menjadi pintar bersama dan maju bersama. Hal ini sejalan dengan visi Jawa Barat yakni terwujudnya Jabar Juara lahir bathin, inovasi dan kolaborasi," ajak isteri Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.
 
Salah satu bentuk inovasi dan kolaborasi adalah pelaksanaan program unggulan Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta). 
 
"Mudah-mudahan Sekoper Cinta ini menyempurnakan program yang sudah berjalan setiap tahunnya di lokasi P2WKSS. Semoga kolaborasi dan komitmen steakholder di tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai Desa ini menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut," tandasnya.
 
Sebelumnya, Desa Tanjungsari Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu siap menjadi peserta lomba desa Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2019. Keikutsertaan Desa Tanjungsari dalam lomba tersebut,  karena berhasil menjuarai tingkat Kabupaten Indramayu.
 
Untuk lebih memantapkan lagi dalam lomba P2WKSS, pemerintah desa Tanjungsari mengadakan Rapat Koordinasi di aula kantor kuwu desa setempat yang dipimpin langsung oleh Camat Karangampel, Dadang Oce Iskandar yang didampingi Ketua PKK Kecamatan Karangampel Daona yang merupakan isteri Camat. Selain dihadiri oleh Kuwu Tanjungsari, Sopiyan, ibu PKK, Kelompok PKK, bidan, instansi terkait dan masyarakat.
 
Camat Karangampel, Dadang Oce Iskandar menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan semua pihak yang terlibat dalam program P2WKSS. Ia berharap kepada seluruh pihak yang terlibat untuk dapat bersinergi bersama masyarakat dan berupaya melakukan yang terbaik dalam menyukseskan penilaian tingkat Provinsi Jawa Barat di Desa Tanjungsari Kecamatan Karangampel.
 
"Ibu-ibu PKK sangat antusias dan semangat mengikuti rapat koordinasi dalam menghadapi lomba P2WKSS ini. Sehingga kita optimis mampu mengharumkan nama Indramayu di tingkat Provinsi. Kita sudah siap dan dan yakin seluruh elemen masyarakat juga siap untuk memberikan yang terbaik," ucapnya.
 
Sementara Kuwu Tanjungsari, Sopiyan menyampaikan terimakasih kepada semua pihak baik dari Dinas yang terlibat dalam lomba P2WKSS tingkat Provinsi Jawa Barat maupun dari masyarakat untuk mensukseskan lomba P2WKSS. 
 
"Terimakasih semuanya sudah berkontribusi baik waktu, tenaga maupun pikiran dalam menghadapi dan mensukseskan lomba ini. Mudah-mudahan kerja keras kita membuahkan hasil. Sehingga bisa membawa nama harum desa Tanjungsari Kecamatan Karangampel dan Kabupaten Indramayu," pungkasnya.
 

Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Abdul Jaelani
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive