KNPI Indramayu Tanggapi Issu Embarkasi Haji

KNPI Indramayu Tanggapi Issu Embarkasi Haji

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Ketua DPD KNPI Indramayu, Yoga Rahadiansyah  menilai proses dan tahapan rencana pembangunan embarkasi haji di kabupaten indramayu telah dilaksanakan, sesuai dengan kentuan aturan dan kebijakan pembangunan. Pihaknya mendukung penuh Kementerian Agama RI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam optimalisasi proses rencana pembangunan embarkasi haji yang telah di berjalan saat ini.

"Kebijakan Gubernur Jawa Barat dalam menempatan lokasi embarkasi haji di Kabupaten Indramayu sudah tepat dalam rangka pemerataan dan pengembangan pembangunan yang saat ini menjadi prioritas pembangunan jawa barat. sehingga pembangunan embarkasi haji di Kabupaten Indramayu menjadi sangat relevan untuk masyarakat Jawa Barat," katanya dalam rilis yang diterima, Senin(11/11/2019).

Terkait dengan pernyataan anggota DPR RI dari Fraksi PKB, KH Maman Immanul Hak, yang menyampaikan aspirasi agar pembangunan embarkasi haji dipindahkan ke kabupaten asal daerah pemilihannya, ia menilai itu merupakan suatu sikap yang wajar dilakukan oleh dewan dan konstitusional berdasarkan ketentuan perundang-undangan dalam rangka menyuarakan aspirasi daerah pemilihannya.

Namun perlu di garis bawahi bahwa apa yang disampaikan oleh Kang Maman merupakan objek yang telah ditetapkan sebelumnya dan secara psikologis serta sosiologis mengganggu stabilitas emosional mayoritas masyarakat Jawa Barat, khususnya Kabupaten Indramayu. Jadi sudah sepatutnya KH.Maman Imanul Hak  sebagai salah satu tokoh Jawa Barat menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Jawa Barat dan khususnya masyarakat Kabupaten Indramayu.

Yoga menilai bahwa keputusan penetapan lokasi embarkasi haji di Kabupaten Indramayu telah melalui proses di tingkat daerah secara konstitusional yang juga melibatkan persetujuan seluruh fraksi di dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu yang dengan bulat menyetujui pembangunan tersebut di Kabupaten Indramayu. sehingga tidak tepat jika kementerian agama akan berlawanan dengan kebijakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai partainya Kang Maman, karena seluruh fraksi di DPRD  Kabupaten Indramayu, termasuk Fraksi Kebangkitan Bangsa telah menyetujuinya.

"Alangkah bijak juga kita tidak mendeskreditkan salah satu partai yang akhirnya akan menjadi konflik horizontal di daerah," katanya.

Ia menanggapi adanya wacana pertemuan antara pimpinan Pemerintah Daerah Indramayu dan atau anggota DPR RI asal dapil indramayu dengan KH. Maman Imanulhaq,  bukan suatu hal yang memiliki urgensi. karena semua telah berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga : http://www.fokuspantura.com/fokus-indramayu/3060-plt-bupati-indramayu-tanggapi-pernyataan-maman-imanulhaq#.XcVsSGeiVqc.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PKB Propinsi Jawa Barat, M.Sidqon Jampi mengatakan pihaknya sudah menyampaikan persoalan gejolak tanggapan dan perhatian khusus kepada KH.Maman Imanul Hak terkait keinginan untuk memindahkan Embarkasi Haji yang sudah di planning kan di Kabupaten Indramayu.

" Kemarin sudah kita sanggah secara internal ke kang Maman. Statemen di atas saya forward ke beliau. Senada dengan protes saya atau pengurus DPW," katanya saat dikonfirmasi.

Berbeda, Wakil Sekretaris PWNU Jabar Barat Adlan Daie, pernyataan KH Maman Imanulhaq harus diambil sisi positifnya saja agar Kabupaten Indramayu lebih siap dalam rencana pembangunan tersebut.

"Ambil sisi positifnya saja. Kabupaten Indramayu harus lebih siap dalam banyak hal diantaranya adalah mulai kelengkapan dokumen lahan untuk lokasinya, dukungan administratifnya, kajian pendukungnya, dan intensitas koordinasinya dengan instansi dan pihak-pihak terkait untuk mempercepat realisasinya," katanya, Sabtu (9/11/2019) dalam rilis yang diunggah Kumparan.com.

Adlan menambahkan, pernyataan anggota Komisi VIII DPR RI itu seharusnya tidak dimaknai secara lurus, namun harus bisa dicerna dari sisi lainnya. Ia pun mengaku siap memfasilitasi pertemuan Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat dengan Kiai Maman.

"Tidak  usah ditanggapi dengan cara-cara adu kuat, bisa dengan musyawarah. Dan saya siap jika diminta dan diperlukan untuk memfasilitasi pertemuan Pak Taufiq dengan Kiai Maman. Cara-cara silaturahmi dan musyawarah lebih arif dan lebih mampu menyelesaikan masalah," pungkasnya.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive