LSM Lodra Pertanyakan Empat Komitmen Kemenhub RI

LSM Lodra Pertanyakan Empat Komitmen Kemenhub RI

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Pengawasan Jasa Kontruksi Lodra, Kabupaten Indramayu, Rudi Leounadi mendesak Kementerian Perhubungan RI untuk segera menindak lanjuti empat kesepakatan yang sudah dibangun bersama Pemkab Indramayu beberapa waktu lalu. Sikap itu disampaikan menyikapi kondisi lalu lintas perkeretaapian di wilayah Kabupaten Indramayu yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah pusat.

"Kami berdasar ketika mendesak Kemenhub RI agar menindaklanjuti rencana kerjasama dengan Pemkab Indramayu yang telah di sepakati pada bulan Juli lalu,"ujarnya, Senin(9/9/2019).

Upaya itu perlu menjadi perhatian pemerintah pusat, mengingat insiden lakalantas kereta api, kerap terjadi sekali dalam satu bulan akibat berbagai faktor.

"Salahsatunya adalah rawan palang pintu dibeberapa titik penyebrangan," katanya.

Ia menegaskan, desakan kepada Kementerian Perhubungan RI yang disampaikan sebagai bentuk perhatian publik kepada kebijakan pemerintah, agar persoalan perkeretaapian di wilayah Kabupaten Indramayu betul - betul diperhatikan sebagai tindak lanjut dari aksi pemerintah.

Sementara itu, Kabid Keselamatan lalu lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu, Esmega mengatakan di wilayah kerjanya terdapat 24 titik perlintasan kereta api yang tidak ada palang pintu otomatis.

Jumlah tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Indramayu. 24 perlintasan kereta api tersebut hanya dijaga oleh sukarelawan dengan menggunakan palang pintu manual.

Dishub Kabupaten Indramayu mengaku sudah mengajukan permohonan untuk palang pintu otomatis ke Dirjen perkereta apian Kementerian Perhubungan RI melalui PT. KAI Daop 3 Cirebon.

“Tapi hingga saat ini, belum ada realisasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemkab Indramayu dan Dirjen Kereta Api Kemenhub Jalin Kerjasama, Ini 4 Program Yang Akan Dilakukan

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub RI berencana akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu untuk menekan angka kecelakaan kereta api.

Kasubdit Rekayasa dan Peningkatan Keselamatan Perkeretaapian, Prayudi mengatakan, rencana tersebut urgen dilakukan menyikapi banyaknya terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api di Kabupaten Indramayu.

"Ada beberapa program dalam upaya peningkatan keselamatan di perlintasan kereta api yang tadi sudah kami bahas dengan Pak Bupati," ujar dia dihadapan wartawan  di Pendopo Indramayu, Kamis (18/7/2019) silam.

Disampaikan Prayudi, Kemenhub pertama kali akan mengingatkan terus melalui sosialisasi pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api. Sebagaimana diketahui, kereta api adalah transportasi yg harus di dahulukan.

"Karena dari kecepatan 100 kilometer per jam jika hendak berhenti itu harus memerlukan jarak antara 600-700 meter," ujar Prayudi.

Selain itu, daerah Kabupaten Indramayu merupakan jalur perlintasan, sehingga kereta api yang melintasi Kabupaten Indramayu akan berkecepatan tinggi.

"Lain halnya dengan Cirebon yang menjadi daerah destinasi," ujar dia.

Kedua, Kemenhub akan melakukan pelatihan bersertifikasi terhadap penjaga pintu register atau palang pintu.

Prayudi menyebut pihaknya sudah bekerjasama dengan Pemkab Indramayu terkait SDM yang akan ditugaskan nantinya. Adapun untuk petugas tersebut akan dilatih terlebih dahulu oleh Kemenhub selama satu minggu.

Ketiga, kemenhub akan memasang pintu register pada perlintasan-perlintasan yang belum terpasang.

Keempat, pihaknya juga merencanakan untuk pembuatan fly over atau underpass di beberapa perlintasan kereta api di Kabupaten Indramayu.

Terkait waktu pelaksanaannya, Prayudi belum dapat memastikan, karena harus dilakukan riset dan penelitian terlebih dahulu apakah perlu atau tidak pembuatan fly over atau underpass ini.

"Kami akan menerjunkan tim nanti, untuk pelaksanaannya kami belum tahu, di tahun 2020 juga belum tentu bisa dimulai," ujar dia.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive