Pabrik Pemecah Nafta Siap Dibangun di Indramayu

Pabrik Pemecah Nafta Siap Dibangun di Indramayu

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Kabupaten Indramayu memiliki kesiapan untuk menyukseskan berberapa proyek nasional yang ada di Indonesia, karena sudah tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) 2015 - 2035 dan Kabupaten Indramayu masuk dalam Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI).

Menindaklanjuti hal itu, Bupati Indramayu Supendi selanjutnya memberikan presentasi dihadapan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, sebagai daerah yang memiliki label Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Tindak lanjut dari pertemuan dengan Menperin RI, Bupati Indramayu melakukan kunjungan langsung ke Taiwan untuk menarik investor ke Indramayu.

Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian RI, Doddy Rahadi, mengatakan investasi yang akan masuk ke Kabupaten Indramayu yakni CPC Corporation Taiwan dan rencananya proyek investasi itu, berlokasi di sekitar Balongan dengan nilai investasi sekitar 5,4 miliar USD hingga dapat menyerap ribuan tenaga kerja.

Investasi ini merupakan kerjasama PT.Pertamina dengan CPC Taiwan melalui mekanisme busines to busines (b to b) yang dilakukan dalam bentuk pembangunan pabrik pemecah nafta (naphtha cracker) dan unit pengembangan sektor hilir petrokimia berskala global di Indonesia.

"Selama ini, sebagian besar nafta masih diimpor oleh Indonesia. Dengan terbangunnya pabrik napfhta crackers, Indonesia nantinya dapat mensubstitusi impor," kata Doddy disela sela kunjungan kerja di Pendopo Indramayu, Rabu, (31/07/2019).

Sementara itu Bupati Indramayu, Supendi mengungkapkan, pemerintah daerah siap membantu pelaksanaan investasi di daerahnya termasuk hal lain yang dibutuhkan untuk kemudahan dalam berinvestasi untuk mendukung program nasional.

Investasi CPC Corporation Taiwan tersebut membutuhkan lahan ratusan hektar dan harus dekat dengan lokasi Pertamina. Selanjutnya, yang menjadi perhatian serius adalah akses jalan, kereta api, sumber air, dan kelistrikan.

"Kita siapkan semuanya, dan mudah-mudahan tidak ada halangan. Pemerintah dan masyarakat siap menyambut datangnya investor ini," tegas Supendi.

Pada kunjungan kerja di Kabupaten Indramayu tersebut, selanjutnya dilakukan peninjauan secara langsung di sekitar rencana proyek.

Turut mendampingi Dirjen, Direktur Perwilayahan Industri (Warsito), Kepala Bidang Perindustrian di Taiwan (Syahroni), Direktur Ketahanan dan Iklim Usaha Industri (Reni Yanita), Kasubdit Kebijakan Fiskal (Renni Meilani), dan 2 orang perwakilan Pertamina.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Abdul Jaelani
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive