Tim Satgas DD Tindak Maladministrasi Temuan Pemdes

Tim Satgas DD Tindak Maladministrasi Temuan Pemdes

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Kehadiran Tim  Satuan Tugas Dana Desa (Satgas DD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pada monitoring dan evaluasi (monev) penggunaan dana desa di Kabupaten Indramayu pada 11-15 Juni 2019 mendatang merupakan upaya tindak lanjut temuan  Tim Monev Satgas Kemendes PDTT pada tahun 2018 lalu di wilayah Kecamatan Sukagumiwang, pasalnya salah satu desa yang menjadi obyek pemeriksaan saat itu hingga sekarang belum menyelesaikan kewajiban bahkan diduga maladministrasi.

Informasi yang diterima Fokuspantura.com menyebutkan, Tim Monev pada kunjungan kedua kali dihari pertama, 11 Juni 2019 nanti, akan diterima langsung oleh Bupati Supendi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Rinto Waluyo didampingi Kadis DPMD Kabupaten Indramayu Sugeng Heryanto dan Kabid Pemdes Ahmad Sulaeman

Dalam rencana pertemuan nanti, Tim Monev Satgas DD menyampaikan kunjungan tersebut  merupakan tindak lanjuti mal administrasi dan mendorong penyerapan dana desa secara maksimal  dimana anggaran Dana Desa (Dandes) setiap tahun semakin naik.

Baca juga : http://www.fokuspantura.com/fokus-indramayu/2146-audit-bpk-ri-168-desa-ditemukan-tanpa-spj-dana-desa#.XPWCRU0kHc8.link

"Kami berharap manfaatnya dan peruntukannya kepada masyarakat akan lebih banyak lagi," ujar Koordinator tim Satgas.

Selain itu, tujuan kehadiran Satgas DD adalah dalam rangka mempersempit ruang gerak para pelaku tindak pidana korupsi terutama menyangkut pengelolaan dana desa.

Koordinator tiem juga menyampaikan kepada publik dan masyarakat Kabupaten Indramayu tentang informasi pengaduan dan pelaporan dana desa agar dapat segera disampaikan melalui call centre 1500040 atau via email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

Sesuai arahan Menteri Desa PDTT, Tim mengingatkan agar penyerapan dana desa lebih optimal dan memperkecil sumber kebocoran, sehingga Satgas DD yang di pimpin mantan pimpinan komisi anti rasuah ini akan melakukan audit random secara masif dan tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam melaksanakan tugasnya, Satgas DD akan menggandeng atau bekerja sama dengan unsur Kepolisian, Inspektorat Daerah dan Kejaksaan. Dalam melaksanakan audit, jika temuan ada indikasi kuat, tindak pidana antara lain mark up, pekerjaan fiktif, maka pelaku diserahkan kepada Aparat Penegak Hukum(APH) untuk diproses lebih lanjut. Akan tetapi, bila temuan administrasi karena ketidakmampuan perangkat desa, maka akan diberikan pendampingan dalam penyelenggaraan dana desa sesuai dengan UU Desa dan Permendes No.19 tahun 2018. 

Selain itu, penyerapan dana desa menjadi syarat penting. Karena, BPK dalam menetapkan kualifikasi Wajar Tanpa Pengecualian(WTP) juga dilihat dari penyaluran dana desanya terutama yang tidak cair atau tidak mentaati peraturan yg daerah muat.

Sementara itu, Kadis DPMD Kabupaten Indramayu Sugeng Heryanto menyambut baik kunjungan dari Tim Monev Satgas Dana Desa Kemendes PDTT ke Kabupaten Indramayu, untuk lebih memperbaiki dan meningkatkan kualitas penggunaan dana desa di 309 desa yang ada di Kabupaten Indramayu.

Senada, Kabid Pemdes DPMD  Kabupaten Indramayu, A Sulaeman juga mengarahkan dengan adanya kunjungan satgas ini sebagai motto cerminan kedepan bahwa perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan harus lebih baik lagi (transparan dan akuntabel) sehingga masyarakat pada umumnya akan lebih percaya pada penggunaan dana desa, sehingga dapat melahirkan penggunaan uang negara secara baik dan benar.

Tim Satgas DD Fokus di Desa Sukagumiwang

Kordinator Lapangan Tim Ahli Kemendes RI, Wahyudi mengatakan Tim Satgas DD akan mengunjungi kembali Desa Sukagumiwang, Kecamatan Sukagumiwang karena dianggap Pemdes tersebut belum memenuhi kewajiban atas temuan yang disarankan oleh Tim saat kunjungan dan Monev pada tahun 2018 lalu.

"Kedatangan Satgas yg kedua kalinya ini ke desa Sukagumiwang dlm rangka monitoring dan klarifikasi atas kesiapannya memperbaiki SPJ yg masih perlu perbaikan perbaikan yang sudah disepakati saat kunjungan Satgas sebelumnya," tutur Wahyudi

Ia berharap, kehadiran Tim Satgas DD yang kedua kalinya dapat menumbuhkan semangat dan peran serta masyarakat terutama keberadaan lembaga desa seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan  Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dapat di fungsikan sebagaimana mestinya.

"Kita menyambut positif atas kehadiran Satgas di Indramayu , semoga kinerja pemerintah desa lebih baik lagi dari mulai proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan dan pelaporan. Yang paling penting adalah peran aktif masyarakat dalam pengawasan penggunaan dana desa meningkat, minimal lembaga BPD aktif melakukan pengawasan di desa, karena pengawas utama pelaksanaan pembangunan desa itu adalah masyarakat yg diwakili lewat lembaga BPD," terangnya.

Disinggung, desa mana lagi selain Sukagumiwang, ia menyarankan sepenuhnya kepada Tim Satgas, karena tidak menutup kemungkinan dari olahan informasi di Medsos jika ditemukan informasi maraknya temuan di desa yang menjadi poin penting pengaduan masyarakat akan ditindak lanjuti dengan segera.

"Tak terpaut pada Desa Sukagumiwang saja, bisa saja Monev ke desa yang lain," pungkasnya.

Sementara itu, Kuwu Sukagumiwang, Jaelani menganggap kehadiran Tim Satgas DD tidak akan kembali ke wilayahnya, mengingat dirinya sudah dilakukan Monev dari Tim Satgas DD pada tahun sebelumnya.

"Sudah saya mah lagi tahun kemarin," tutur Jaelani dengan nada santai, kendati saat ini dirinya harus mempersiapkan dan menyuguhkan data laporan atau SPJ pelaksanaan DD Tahun 2018 lalu.

Pantauan di kantor DPMD Indramayu,Minggu(3/6/2019)  tim pengelola keuangan DD Desa Sukagumiwang sedang mempersiapkan penyusunan SPJ pengelolaan Dandes yang nanti akan diserahkan kepada Tim Satgas.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive