Bupati Indramayu Pertegas MoU Embarkasi Haji

Bupati Indramayu Pertegas MoU Embarkasi Haji

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Pemkab Indramayu masih menyimpan beberapa dokumen penting terkait keseriusan sebagai daerah yang akan ditempati pembangunan Embarkasi Haji dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Salah satu dokumen yang dibeberkan orang nomor satu di Indramayu itu adalah bukti nota hibah daerah dan nota kesepahaman dengan Kemenag RI terkait kesiapan Kabupaten Indramayu sebagai lokasi Embarkasi Haji di wilayah Kecamatan Lohbener.

Bupati Indramayu, Supendi mengatakan, proses kesiapan Pemkab Indramayu sebagai daerah yang ditetapkan Kemenag untuk lokasi Embarkasi sejak awal 2018 lalu, bahkan kesiapan itu ditindaklanjuti dengan kunjungan lapangan oleh Dirjen PHU Kemenag RI di wilayah Kecamatan Lohbener, lokasi yang semula akan di bangun Madrasah Aliyah Internasional.

"Tahapan kesiapan Pemkab Indramayu sudah di tempuh, ini dokumen penting yang sudah ditandatangani bersama antara Pemkab Indramayu dengan Kemenag RI," katanya dalam konferensi pers di ruang kerja , Senin(20/5/2019).

Menurutnya, dokumen Momerandum Of Understanding (MoU) merupakan dokumen resmi yang diketahui oleh kedua belah pihak atas keseriusan tujuan yang akan dicapai secara bersama-sama, salah satunya adalah penetapan Embarkasi Haji di wilayah Kabupaten Indramayu.

Ia menyayangkan, pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum yang berencana akan memindahkan lokasi Embarkasi di wilayah Kabupaten Indramayu adalah langkah yang bisa melukai Pemkab dan masyarakat Kabupaten Indramayu.

Oleh karenanya,dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menyampaikan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait pernyataan orang nomor dua di Jabar yang dinilai tidak logis.

"Saya yakin pak Gubernur Emil masih punya komitmen dengan Pemkab Indramayu atas persoalan lokasi Embarkasi ini, karena sebelumnya beliau menyampaikan hargai proses yang sudah berjalan," tandas Supendi.

Sementa itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu, Sofandi memastikan lokasi bangunan Embarkasi Haji akan di pusatkan di Kabupaten Indramayu. Penegasan itu disampaikan menjawab informasi yang ramai diberitakan media dan tanggapan para netizen rencana pemindahan Embarkasi Haji di Kabupaten Majalengka.

"Besok pagi saya mengawal anggota DPRD Indramayu untuk bertemu Dirjen PHU Kemenag RI memastikan informasi yang beredar saat ini," Kata Sofandi ketika menghubungi Fokuspantura, Minggu(19/5/2019).

Dikatakannya, proses dan tahapan rencana pembangunan Embarkasi Haji sudah pada usulan proposal yang dibuat oleh Kementerian Agama Propinsi Jawa Barat dan rencananya akan masuk APBN tahun 2020 nanti,  bahkan sebelumnya penyediaan lahan hibah dari Pemkab Indramayu seluas sekitar 7,8 hektar sudah di sertifikat kan melalui Kantor BPN Indramayu, survei dari Tim Kemenag RI serta Bappenas sudah dilakukan.

"Jadi yang menentukan itu kami dari Kementerian Agama bukan Pemprov Jabar, mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indramayu semoga usaha kita semua mendapat hasil yang maksimal," tutur Sofandi.

Keyakinan dirinya terhadap finalisasi lokasi Embarkasi di Kabupaten Indramayu adalah dengan adanya surat permohonan dari DPR RI melalui Kemenag Propinsi Jawa Barat untuk melakukan kunjungan lapangan bagi 11 lokasi yang akan dijadikan Embarkasi di seluruh Indonesia pada tahun 2020, termasuk Kabupaten Indramayu salah satunya masuk dalam daftar inventaris usulan tersebut.

Disamping itu pula, penandatanganan MoU dengan Kemenag Pusat juga sudah dilakukan, dengan demikian tahapan yang sudah dilakukan sejak awal 2018 itu sudah pada tahap finalisasi, bahkan dalam kunjungan lapangan dari Bappenas dan Dirjen PHU Kemenag RI, lokasi Kabupaten Indramayu sangat strategis untuk dibangun Embarkasi Haji.

Ia menginginkan,  pembangunan Embarkasi Haji bisa dilakukan secara cepat, jika Pemprov Jabar bisa memberikan bantuan APBD  seperti Masjid atau Aula dengan memperhatikan site plan yang sudah disetujui oleh Kemenag RI.

Ia menegaskan, pada pekan kemarin pembahasan di Bandung terkait rencana fasilitas pemondokan sementara mengingat pelaksanaan pembangunan Embarkasi baru akan dilakukan pada tahun 2020. Ia berharap masyarakat Kabupaten Indramayu memahami kondisi yang berkembang saat ini dan diminta untuk mendukung langkah - langkah yang sedang dilakukan Kemenag Indramayu bersama Pemkab Indramayu atas ikhtiar hadirnya Embarkasi di Kabupaten Indramayu.

"Insyaallah rencana ini terus kami perjuangkan dan prosesnya masih berjalan," pungkas Sofandi.

Terpisah, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengaku terkejut atas tuduhan kepada dirinya terkait penetapan Kabupaten Indramayu sebagai daerah yang akan dibangun Embarkasi Haji oleh Kementerian Agama RI dalam waktu dekat ini. Menyikapi fenomen yang terjadi akhir - akhir ini pasca kunjungan kerja di Kabupaten Majalengka saat meninjau lokasi persiapan pemondoka Calon Jemaah Haji tahun 2019 yang rencana akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Kertajati, Majalengka. Ia mengaku tak pernah melontarkan pernyataan berkaitan dengan lokasi dan perihal pembangunan Embarkasi Haji di Kabupaten Indramayu.

"Usai kunjungan kerja di Kabupaten Majalengka, saya sudah upload pernyataan saya dalam Instagram milik saya dan tidak ada bahasan dan pernyataan saya tolak pembangunan Embarkasi Haji di Indramayu," tuturnya.

Baca juga ini : https://www.instagram.com/p/BxcGL7anZx9/?igshid=ig1uyev09fnf

Menurutnya, pada saat membuat pernyataan dihadapan wartawan, pihaknya lebih meyakinkan bagaimana persiapan Kabupaten Majalengka dalam mempersiapka penginapan dan pemondokan calon jemaah haji sebelum diberangkatkan lewat Bandara Kertajati dan penginapan tersebut hanya bersifat sementara, mengingat saat ini Bandara Kertajati belum memiliki Embarkasi permanen.

Ia tidak mau masuk pada wilayah penetapan lokasi pembangunan Embarkasi apalagi intervensi kepada Kementerian Agama RI terkait lokasi yang sudah di tetapkan. Namun karena pada saat wawancara  itu, pihaknya konsen pada persoalan penginapan persiapan keberangkatan haji tahun 2019, namun disisi lain, media menggiring untuk menyampaikan pernyataan kondisi antara Kabupaten Indramayu dan Majalengka saat ini. Sehingga opininya kemudian di buat seolah-olah, mantan Bupati Tasikmalaya tersebut tidak menyetujui rencana pembangunan Embarkasi Haji yang sudah digadang bakal dibangun di Kabupaten Indramayu.

"Inilah yang kemudian saya harus meluruskan pernyataan saya sebelumnya bahwa fokus wawanca itu adalah persiapan kelayakan penginapan Calhaj tahun 2019 dari Bandara Kertajati," terangnya.

Ia berjanji, akan memberikan klarifikasi dan meluruskan terkait pernyataannya beberapa hari lalu di Majalengka pada saat kunjungan Safari Ramadhan di Kabupaten Indramayu pada Rabu lusa supaya tidak ada salah faham dan timbul fitnah.

"Nanti saja sekalian konferensi pers pada saat kunjungan kerja ke Indramayu lusa," tuturnya menutup pembicaraan telepon.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive